Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 42 #2 Direpotkan bumil


__ADS_3

Sampai dirumah ibu mertua,


"Sayang... "Kata Kendy dari luar pintu.


"Aku pulang nih,"Teriak Kendy.


Ceklek


"Mbok yo salam dulu le,"Kata ibu Dewi yang membuka pintu.


Kendypun terkejut yang membuka pintu adalah ibu mertuanya.


"He.. He.. Assalamualaikum,maaf ibu"Ucap Kendy sambil senyum.


"Waalaikum salam,itu Chaca sedang nonton tv sama Cindy."Kata ibu Dewi.


"Iya bu."Jawab Kendy dan masuk kedalam rumah.


Kendy pun menghampiri istrinya yang sedang nonton tv bersama adik iparnya diruang tv.


"Sayang.."Kata Kendy dan menaruh semua belanjaannya di meja.


"Hmmmm... Banyak sekali makasih ya mas,"Kata Chaca dan nyium pipi suaminya.


"Ehm.. Ehm.. Ada bocil disini."Cindy yang mendehem sambil merengut.


"Iya.. Kakak tau kok."Kata Chaca yang ketus dan membuka satu per satu pesanannya.


drrtttt drttt drtttttt


"Sayang hp kamu itu.. Mayang."Kata Kendy yang melihat hp istrinya bergetar.


"Oh.. Bentar mas.Chaca angkat telfon dulu."Ucap Chaca.


"Iya.. Mayang,ada apa?"Tanya Chaca via panggilan whatsup.


"Cha,ini ada client mau ketemu sama kamu.Dia mau sewa Vip rooms buat meeting."Jelas Mayang.


"So?,"Kata Chaca pendek.


"Iya dia maunya ketemu sama kamu dulu dan nego harga."Jawab Mayang.


"Aduh,maaf deh Mayang kalau hari ini untuk ketemu clien aku enggak bisa.Kalau besok aku juga enggak bisa,aku ada chek up kandungan."Jelas Chaca.


"Jadi masak kita menolak nih?"Tanya Mayang lagi.


"Gini deh,bilang saja sama cliennya yang mau disampein apa?Baru nanti kamu chat aku ya."Saran Chaca.


"Ya sudah kalau gitu."Kata Mayang.


"Makasih ya Mayang."Kata Chaca dan mengakhiri panggilannya.


"Ayo lanjut makan,"Kata Chaca sambil mengambil pentolan telur.


"Ada apa sayang,?"Tanya Kendy.


"Enggak ada apa-apa mas.Ada clien mau sewa VIP rooms,tapi cliennya maunya ketemu aku dulu."Jawab Chaca.

__ADS_1


"Laki-laki apa perempuan?"Kata Kendy ketus dan Chaca langsung melirik suaminya itu.


"Ya,enggak tau.Mayang enggak cerita."Jawab Chaca santai.


"Paling laki-laki itu.Enggak mungkin sampai segitunya mau sewa Vip rooms saja sampai harus ketemu kamu ownernya.Kan disana sudah ada yang handle Mayang managernya."Kata nya ketus.


"Dasar Modus."Kata Kendy kesal sambil melihatin istrinya.


"Loh,kok mas jadi marah sama aku sih.Enggak jelas,memang ada yang mau sama ibu-ibu hamil seperti aku?Aneh mas ini."Jawab Chaca dengan Ketus.


"Itu namanya cemburu kak,kok kakak enggak peka sih.He.. He.. "Sahut Cindy.


"Huft.. Kakak kamu aneh dek,"Kata Kendy ketus dan beranjak berdiri.


"Mas mau kemana?"Tanya Chaca.


"Mau ke warung ibu,mau makan lapar."Kata Kendy.


...****************...


Sementara di seberang Cafe sana,Mayang sedang ngobrol bersama clien.


"Susah juga ya bertemu dengan ibu Chaca."Kata pria itu.


"Iya pak,mohon memaklumi.Beliau lagi sibuk,"Kata Mayang.


"Mungkin ada pesan nanti saya sampaikan.


"Untuk saat ini tidak ada bu Mayang.Nanti saya hubungi bu Mayang lagi.Terimakasih selamat sore."Pamit pria berdasi itu.


"Ih.. Perasaan cowok itu dari tadi siang deh,"Batin Mayang sambil menyimpunin file-file kerjanya.


"Kurang kerjaan kali yah,memantau aku dari tadi."Gumam Mayang.


"Mbak Tri tunggu,duduk dulu disini."Kata Mayang memanggil mbak Tri yang kebetulan lewat didepannya.


"Ada apa bu?"Tanya mbak Tri yang duduk di depan Mayang.


"Mbak,coba mbak perhatikan cowok yang berada di table 8,yang kostumnya serba hitam itu."Kata Mayang sambil berbisik ketemunya mbak Tri.Dan mbak Teupin menoleh sebentar.


"Itu bu Mayang?Itu keponakan pak Herman member baru yang baru datang dari luar negeri."Jelas mbak Tri.


"Hah?Pak Herman Samudera itu?"Tanya ulang Mayang dan mbak Tri mengangguk.


"Oh.. Pantesan Enggak pernah lihat.Tapi kok aneh ya?"Kata Mayang .


"Aneh kenapa bu?"Tanya mbak Tri penasaran.


"Enggak tau mbak Tri,he he he.."Celoteh Mayang.


"Mbak Tri,ini sudah jam 4 sore,saya titip Cafe ya."Kata Mayang.


"Baik bu,"Jawab mbak Tri.Dan Mayang pun bergegas menuju ke meja kasir dan berlalu ke ruangannya.


Tiba-tiba Fanopun beranjak dari tablenya dan menghampiri mbak Tri.


"Ehm.. Sore bu,"Sapa Fano.

__ADS_1


"Iya pak ada yang bisa saya bantu?"Tanya mbak Tri selaku supervisor cafe.


"Mau tanya,kalau mau reservasi rooms buat meeting kepada siapa ya?"Tanya Fano.


"Kepada saya pak!Kebetulan ini jamnya ibu Mayang sudah ganti shift,"Kata mbak Tri.


"Oh begitu.Kalau mau ketemu dengan ibu Chaca Chantika Bramantyo?"Tanya Fano lagi.


"Mohon maaf pak,kalau untuk reservasi atau yang lainnya bisa melalui saya atau ibu Mayang."Jawab mbak Tri.


"Baik pak,kalau tidak ada yang ditanyakan lagi saya permisi."Kata mbak Tri dan berlalu pergi meninggalkan Fano yang bengong.


"Fano!Ayok.. Pulang."Kata paman Herman yang membuyarkan lamunan Fano.


"Oh,iya paman ayok."Kata Fano dan berlalu pergi.


Paman Herman mengendalikan mobilnya.


Di perjalanan Fano hanya fokus menatap ke depan kearah jalan yang lalu lalang macet kendaraan.


"Kapan paman mau merid?"Tanya Fano.


"Ha ha ha..."Paman Herman ketawa mendengar pertanyaan ponakkannya itu.


"Kok ketawa?"Tanya Fano.


"Pertanyaan kamu aneh,"Kata Paman Herman.


"Iyalah.. Paman,apalagi yang sudah paman kejar?Semua sudah paman miliki."


"Enggak tau lah Fano.Paman masih nyaman begini"Ucap paman Herman yang fokus menyetir mobilnya.


"Masak iya mau jadi perjaka tua!"Sindir Fano.


Paman Herman pun hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Setelah ini rencana kamu apa Fano?"Tanya paman Herman yang mengalihkan pembicaraannya.


"Santai dulu lah paman.Kurang lebih 1 tahun aku mendekam dibalik jeruji itu gara-gara laki-laki sialan itu."Kata Fano yang mengepalkan tangannya.


"Heh!!!Jangan lah kamu begitu,kamu mendekam itu kan karena ulah kamu sendiri."Kata paman Herman.


"Kok paman malah membela dia?Aku ini ponakan paman loh."Kata Fano kesal.


"Bukan membela Fano,kamu kan memang salah jelas-jelas kamu yang mau me.."


Brakkkk


Fano yang memukul dasbord mobil.


"Fano turun sini"Kata Fano kesal.


"Coba dirubah sifat kamu yang seperti anak kecil itu."Kata paman Herman yang menasehati Fano.Dan Fano hanya diam.


Mobil paman Herman sudah berhenti di salah satu perumahan elite.Dimana itu adalah kediamannya paman Herman Samudera.


Rumah yang didesain nampak besar moderen dan bagus.Paman Herman pun memarkirkan mobilnya digaransi.Fano pun keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah pamannya itu.

__ADS_1


__ADS_2