Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 36 Nyidamnya Bumil kebangetan


__ADS_3

Didapur ibu Dewi mengiris-ngiris sosis dan pentolan bakso.Lalu mie goreng yang di beli Kendypun di masak ulang oleh ibu Dewi,dan dicampur sosis beserta pentolan.


"Bu,nanti kalau ketahuan Chaca marah enggak ya?"Tanya Kendy yang berdiri disamping ibu mertuanya.


"Enggak nak,dia kan hanya butuh toping saja.Kebetulan ada simpanan sosis dan pentolan di frezer punya Cindy."Jawab bu Dewi.Kendy sedikit menarik nafas leganya.


"Bu,itu kan sosis sama pentolan punya Cindy.Kok ibu masak?"Tanya Cindy yang tiba-tiba baru datang.


"Aduh dek.. Nanti kakak ganti ya.Kakak kamu sedang di mode nyebelin,dia sedang nyidam aneh-aneh nih.Kamu enggak mau kan lihat ponakan kamu ileran?"Kata Kendy.


"Haduhh.. Nasib!Yang sabar ya kak,ini baru start."Kata Cindy yang mengolok iparnya itu.


Mie goreng toping sosis pentolpun sudah siap.Kendy menghampiri istrinya itu yang masih duduk dikursi bambu.Ibu Dewi dan Cindypun ikut duduk berkumpul sambil memperhatikan Chaca dan Kendy.Kendypun menyuapi istrinya yang tiba-tiba berubah menjadi manja.Mungkin pengaruh dari kehamilannya.


"Ibu dan Cindy sudah makan?"Tanya Chaca.


"Sudah nak,tadi sama Cindy."Jawab ibu Dewi.


"Mas kamu kan belum makan?"Tanya Chaca sambil makan suapan terakhir dari tangan suaminya.


"Sudah sayang.."Jawab Kendy sambil menaruh piring dimeja.


"Kok sudah makan?Mas makan dimana tadi?Mas itu ya egois!Chaca nungguin mas sampai kelaparan loh sekalinya mas sudah makan duluan!"Chaca mulai terbawa mood nya.


"Hiks... Mas tega!"Kata Chaca sesenggukan.


"Astaga.. Sayang kok gitu,tadi kan sebelum kerumah ibu,mas sudah makan sama mama papa dirumah."Jelas Kendy.


"Oh.. Iya mas,"Kata Chaca dan mengusap air matanya.Kendypun merasa gemas sekali dengan tingkah istrinya itu.Sementara itu ibu Dewi dan Cindy ketawa ngekeh.


...****************...


Hari mulai malam,


Chaca dan Kendypun memutuskan untuk pulang kerumah mama Rita dan pak Bayu.


Dirumah sangat sepi,mungkin mama Rita dan pak Bayu sudah beranjak istirahat.


Sampainya dikamar,


Chaca dan Kendy membersihkan badannya dan mulai berganti baju.


Kendypun duduk ditepian ranjang dengan meluruskan kaki-kakinya.Sedangkan Chaca masih duduk di meja rias dan menyisir rambutnya yang terurai panjang.Tak lupa dia menyemprotkan parfum kesukaan suaminya di baju kimononya.


"Sayang... "Panggil Kendy dari arah ranjang.


"Iya mas,"Kata Chaca dan menghampiri suaminya.


"Sini duduk sini"Kata Kendy dan menuntun istrinya untuk duduk dipangkuannya.

__ADS_1


Chacapun menuruti permintaan suaminya dan duduk dipangkuan.Suaminya menarik kedua tangan istrinya dan dikalungkannya kelehernya.Kendypun memeluk istrinya dan menaruh dagunya dicuruk leher Chaca sambil mencium berulang-ulang parfum yang melekat ditubuh istrinya.


Hidungnya turun sedikit-sedikit dan berhenti di belahan gundukan.Gundukan yang dulu belum terisi dan seperti kosong,kini berubah menjadi gundukan yang berisi padat.Diapun meninggalkan jejak disitu.Setelah meninggalkan jejak dia melahapnya.


"Mas..."Kata Chaca kepada Kendy yang sedang menyusu.


"Tadi kan udah,"Kata Chaca yang tangan kananya menarik gundukannya dan disimpan didalam baju kimononya.


"Aish.. Mas tegang sayang."Kata Kendy sambil menahan sesuatu.


Chacapun juga merasakan barang milik suaminya itu yang menegang dibawahnya.Diapun juga melihat wajah suaminya yang memerah menahan sesuatu hasratnya dengan gelisah.


Chacapun membuka baju kimononya dia melempar bajunya itu kelantai.Sehingga membuat tubuhnya tidak tertutupi sehelai kain,Kendy yang melihat kelakuan istrinya itu hanya bisa terpelongo.


"Lakukan mas... "Kata Chaca yang berbisik ditelinga Kendy sambil mengecup bibir suaminya.


Dengan gesit Kendypun langsung melahap gundukan gandul didepannya.Dia pun melanjutkan aktivitas menyusunya.


"Ahhhh..."Suara lenguhan akhirnya keluar dari yang punya gundukan.


Kendypun membaringkan tubuh istrinya dengan terlentang.Sambil menyusu,tangan kanannya turun kebawah berusaha mengakat dan membuka kaki istrinya.


"Mas...... "Seru istri yang mulai merasa merinding disko.Melihat Kendy sedang memainkan lidah di lembah hitam.


"Ahhh Mas...."Desah Chaca sambil menarik rambut Kendy.Kendy tidak menghiraukan suara istri, dia masih enak-enakan memainkan lidah di lembah hitam dibawah sana dengan kedua tangan yang memegangi kaki istrinya,agar tidak ditutup.


Merasa lelah merekapun tidur bersama dalam keadaan tanpa mengenakan kain.Hanya kain selimut yang mereka gunakan sebagai penutup.


Jam 5 pagi,perut Chaca mulai terasa mual.Dia menyibakkan selimutnya beranjak berdiri dan menuju ke kamar mandi.


"Hoek... Hoek.. Hoek.."


Kendy yang mendengar suara istrinya langsung bangun sambil memakai celana oblongnya dan menghampiri istrinya.


"Astaga sayang.. Aku bantu"Kata Kendy sambil memijit tengkuk leher Chaca.


"Enggak usah mas.Tolong ambilkan aku kimono yang semalam aku pakai."Kata Chaca sambil mengibas tangan Kendy.


Kendypun menurut apa yang diperintahkan oleh istrinya.Lalu memakaikan Kimononya.


"Masih mual?"Tanya Kendy sambil memeluk erat istrinya dari belakang.Dan istrinya menggelengkan kepalanya.


Tangannyapun mengusap-ngusap perut istrinya yang masih datar.


"Anak papa... Cepat besar ya,"Kata Kendy yang berlutut mencium perut istrinya.


Chaca yang melihat Kendy mengusap perutnya nampak bahagia.


"Mas... Aku lapar"Kata Chaca pelan.

__ADS_1


Mendengar Chaca yang lapar membuat Kendy langsung berdiri.


"Masih subuh begini?Mau makan apa?"Tanya Kendy.


"Bubur ayam,tapi belikan 3 ya."Kata Chaca yang asal.Kendypun mengernyitkan dahinya.


"Banyak betul sayang?Buat siapa?"


"Ihhhh.. Mas lupa aku sedang hamil.Ya buat aku sama anakku."Jawab Chaca sambil merengut.


"Iya.. Iya..Maaf"Kata Kendy dan memakai kaos oblongnya.


"Jangan pakai telur."Pesan Chaca.


Kendypun menuruni anak tangga.Sampai dilantai dasar dia bertemu dengan pak Bayu yang minum teh.


"Hoaaaam"


"Mau kemana Ken,"Tanya pak Bayu.


"Beli bubur pah,Chaca lapar"Jawab Kendy dengan muka ditekuk.


"Semangatlah.. Nyidam istrimu itu."


"Ya..."Jawab Kendy asal.Berlalu pergi.


30 Menit kemudian Kendy datang dengan membawa 3 bungkus bubur ayam.


Seperti biasa Chaca minta disuapin.Bubur ayam 3 bungkus itupun habis tak bersisa.


Setelah mengurusi Chaca,Kendypun kembali keranjang nya.Rasanya hari ini dia ngantuk sekali.Sempat terpejam matanya sebentar,Chaca membangunkan istrinya.


"Mas.. Mas.."Gugah Chaca yang menggoyang-goyangkan badannya.


"Aduh.. Sayang bentar ya aku ngantuk sekali."Kata Kendy sambil memiringkan badannya dan menarik selimutnya.


"Mas... "Gugah Chaca lagi.


Karena melihat Kendy tidak meresponnya,Chaca segera menjauh dari ranjang dan menuju kamar mandi.Dikamar mandi dia berusaha menyeka bulir-bulir beningnya yang hampir jatuh.


Setengah jam lamanya Kendy tidur.Membuat Chaca sedikit kesal.Pasalnya suaminya itu enggak peka dengan dirinya.


Akhirnya Chaca berpamitan kepada mama Rita untuk pergi cafenya.


"Kok tumben pagi sekali?Kendy mana?"Tanya mertuanya itu.


"Mas Kendy masih tidur mah."Jawab Chaca.


"Jangan lupa ya hari ini jadwal kunjungan kamu ke dokter Kristin.Jangan lupa Kendy diingatkan."Tambah mama Rita.Chacapun hanya mengulas senyum.

__ADS_1


__ADS_2