Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 31 Sudah sembuh


__ADS_3

2 Hari saja Chaca bermalam dirumah sakit.


Hari ini dia sudah bisa pulang.


Sore hari,


Sampai dirumah Kendy,ternyata mereka sudah ditunggu oleh keluarganya.


Merekapun berkumpul di ruang keluarga.


"Sudah sehat nak,?"Tanya mama Rita kepada Chaca.


"Sudah mah,sudah membaik."Jawab Chaca dan duduk disamping Kendy.


"Loh ibu jadi pulang hari ini?"Tanya Kendy kepada sang mertua ibu Dewi.


"Iya nak,ibu sudah kangen rumah ibu."Jawab Ibu Dewi.


"Chaca,ibu pamit dulu ya nak.Ingat pesan ibu ya,Chaca sudah menikah.Segala sesuatu harus dibicarakan yang baik-baik dengan suami.Nak Kendy,ini pertama kalinya ibu melepas Chaca untuk kamu.Ibu titip Chaca ya,sayangi dia jangan sakiti dia ya.Sudah cukup Chaca dari kecil hidupnya kurang kasih sayang dari ayahnya."


"Ibu..."Kata Chaca yang berlutut dan memeluk ibunya sambil menangis sesenggukan.


"Chaca jangan lupa ya.Ada mama Rita dihormati dan disayangi."Ucap ibu Dewi sambil mengusap-ngusap punggungnya.


Lalu Kendy mengangkat bahu istrinya untuk beranjak berdiri.Ibu Dewipun berpelukan dengan mama Rita.


"Mbak titip Chaca ya,kalau dia ada salah tolong diberitahu ya."Kata ibu Dewi.


"Iya dek,Chaca kan sudah jadi anakku.Pastinya aku akan mendidik anak-anak dengan baik."Ucap Mama Rita.


"Ayo bu Kendy antar sekalian jemput Cindy."Sahut Kendy yang mencairkan suasananya.


"Tidak usah nak,ibu diantar sama mang Diman.Chaca kan baru pulang dari rumah sakit pasti dia butuh kamu."Tolak ibu Dewi lembut.


Setelah mengantar Ibu Dewi kedepan rumah,Kendy dan Chacapun menuju kamarnya.


Ceklek


Kendy membuka pintu kamarnya.Chacapun masuk duluan dan diikuti Kendy.


Chacapun duduk ditepian ranjang sambil meluruskan kakinya.Sementara Kendy sedang menaruh barang-barang Chaca di sofa.


Kendypun mendatangi istrinya dan duduk dipangkuan sang istri.


"Kamu mau makan kah sayang."Tanya Kendy sambil mendongakkan kepalanya.


"Enggak mas."Jawab Chaca sambil membelai rambut suaminya.


"Yakin?"Tanya Kendy yang mendudukkan badannya dan bersandar di kepala ranjang.

__ADS_1


"Iya."


"Kalau begitu kesini dong."Kata Kendy.


"Kemana?"Tanya Chaca ke Kendy.


Lalu Kendy menarik tangan istrinya untuk duduk dipangkuannya.


"Disini maksudnya."Ucap Kendy sambil memeluk pinggang istrinya.


Chacapun hanya bisa senyum.Diapun juga mengalungkan kedua tangannya dileher Kendy.Dan wajahnya Kendypun berhadapan dengan dua gundukan kembar yang tertutup rapat.


Chaca dan Kendy saling bertatapan muka.Lalu Kendy melepas pelukkannya.Dia mulai mengecup bibir istrinya itu.


Cup


Kendy pun berulah lagi dia kembali menautkan bibirnya ke mulut Chaca.Chaca yang sudah terbiasa dengan ciuman Kendy,kini dia membalasnya dengan ******* -***** bibir suaminya itu.Mereka saling menggoyangkan lidah,bertukar saliva.


Tangan Kendy sudah tak bisa diam.Tangannya sudah menjalar kemana-kemana.Tanganya mulai menerobos masuk kedalam penutup badan sang istri.Bibir Kendy masih ******* bibir Chaca.Sambil berpegangan sandaran ranjang Chaca mulai terasa geli ketika Kendy menciumi curuk lehernya.Satu persatu dia membuka kancing penutup kain yang menutup dua gundukan kembar itu dan Kendy mulai membuang penutup itu kesembarang arah.


Sambil menarik oksigen panjang-panjang,dia memeluk istrinya dan membenamkan wajahnya di gundukan itu.Dia mencoba menghirup dua gundukan itu yang masih tertutup selembar kain.


Lalu Chaca menutup dua gundukan itu dengan dua telapak tangan nya.


"Sayang."Pekik Kendy sambil membuka tangan istrinya yang usil itu.


Lalu Kendy memagut bibir istrinya itu.Tangannya pun bergerilya menari-menari diperut istrinya.Sampai tangannya berhasil membongkar kain penutup dua gundukan itu.


Dua gundukan itu pun mengembul keluar.Pagutan ke istrinyapun dilepas.Tangannya yang enggak bisa diampun ingin mengukur dan memijat gundukan itu.


"Ahhh mas"Lenguh Chaca yang melihat suaminya mulai menyusu.


Kendypun merebahkan tubuh Chaca diranjang.Kendy mulai membuka satu per satu kancing bajunya itu dan membuang kelantai hingga tubuhnya telanjang dada.Chaca langsung menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


Kendy yang berada diatas tubuh Chaca mencoba membuka celananya dan melucuti celana jeans Chaca hingga meninggalkan penutup bersegita itu.


"Sayang.."Sambil membuka kedua tangan Chaca yang menutupi matanya.


"Mas"Kata Chaca kaget ketika melihat Kendy sudah tidak mengenakan selembar kain.


"Aku enggak tahan."Kata Kendy seperti menahan sesuatu.


Chacapun mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.Dia kini adalah seorang istri dan seorang istri harus melayani kebutuhan suaminya itu.


Diapun mengangkat kakinya dan membuka kakinya.Kendy yang sudah mendapat jawaban dari istrinya pun,mulai melepas segitiga itu.


Lalu dia mencoba memasukan anunya yang sudah menegang itu ke lembah hitam.


Dia mencoba memasukannya beberapa kali walau yang pertama tembakannya gagal menembus segel lembah hitam itu.

__ADS_1


"Segelnya susah sekali dibuka sayang."Kata Kendy sambil mengatur nafasnya.


Lalu Kendy mencoba memompa lagi pelan-pelan.Setelah berusaha berulang kali memompa akhirnya keluar lah air berwarna merah itu membasahi sprei.


"Mas.. "Kata Chaca yang menggigit bibir bawahnya menahan perih.


"Pelan-pelan."Kata Chaca yang mengerang.


"Ahhhhh"Kata Chaca sambil menarik sprei sebagai pegangan.


Kensypun mamacu kekuatannya karena dia mulai mencapai puncaknya.Dan setelah mereka melakukan penyatuan tubuh Kendy tersungkur diatas tubuh Chaca.


Kendy pun menyibak rambut istrinya itu.Lalu dia mengecup kening istrinya


"I love you".Ucap Kendy dan Chaca hanya bisa diam dan menghela nafas.


Setelah melakukan aktivitas hot itu,Kendy membersihkan lembah hitam itu yang barusan mengeluarkan darah segar.


"Masih sakit?"Tanya Kendy.Dan Chaca mengangguk.


"Dibersihkan dulu ya dikamar mandi."ucap Kendy sambil menggendong istrinya menuju kamar mandi.


"Sebentar ya.. Aku ganti sprei dulu."Kata Kendy dan mengecup kening istrinya yang sedang berendam di bathup.


Kendy pun memakai kaos oblong dan celana pendek rumahan.Dia menuruni anakkan tangga dan menuju ke dapur sambil membawa sprei itu.


Diapun mendapati mbok Darmi sedang ngobrol sama mama Rita.Mama Rita yang melihatnya pun langsung bertanya.


"Kenapa Ken?"Tanya mama Rita


"Ini mah mau minta sprei."Jawab Kendy.


Mbok Darmi yang mendengar permintaan Kendypun mengambilkan sprei yang dimintanya.


"Kenapa sprei yang itu Ken?Tadi pagi mbok baru mengganti yang bersih."Tanya mama Rita penasaran.


"Ih mamah,Kendy habis main bola dan mencetak gol terus spreinya kotor."Jawab Kendy.


Mama Rita pun terpelongo mendengar jawaban anak satu-satunya itu.


Mama Rita pun paham apa yang dimaksud putranya itu.


"Chaca sudah sembuh sampai kamu mengajak main bola itu?"Tanya mama Rita dan Kendy mengangguk senyum.


"Cetak yang banyak-banyak ya golnya."Goda mama Rita sambil nepuk pundak Kendy.


"Ini den,"Kata mbok Darmi menyerahkan spreinya.


"Makasih ya mbok.Da mah.."Ucap Kendy dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Ingat cetak gol yang banyak"Kata mama Rita.


__ADS_2