Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 33 Hari yang indah setelah mejadi istri


__ADS_3

Menikmati sebagai istri yang sempurna adalah impian dari semua wanita.Apalagi memiliki pendamping hidup yang sama-sama saling mengerti dan memahami itu adalah impian dari semua pasangan.


Seperti biasa di pagi hari Chaca selalu membuat sarapan untuk suami dan mertuanya.Sambil didampingi mbok Darmi.


"Non hari ini mau bikin sarapan apa?"Tanya mbok Darmi.


"Bikin apa ya mbok enaknya?"Kata Chaca yang sambil berfikir.


"Kita buat nasi uduk saja non,"Usul mbok Darmi.


"Oh iya ide bagus mbok."Jawab Chaca girang.


"Tadi Mas Kendy juga minta telur orak-arik."Kata Chaca yang mengambil telur dari kulkas dan memecahkannya.


Entah kenapa ketika Chaca mulai memecahkan telur itu Chaca merasa mual rasanya ingin muntah.


"Kenapa non?"Tanya mbok Darmi yang memperhatikan tuan muda itu.


"Enggak papa mbok."Jawabnya sambil menelan salivanya.


Ketika Chaca mengocok lepas telur dan dia mau menggorengnya,rasa mual yang tadi melanda kini datang lagi.Sambil menutup mulutnya Chaca segera lari menuju ke kamar mandi yang dekat dengan dapur.


Perutnya merasa di aduk-aduk pagi-pagi.


Semua yang ada diperutnya di muntahkan di wastafel.


"Hoek.. Hoek.. Hoek.."


Mbok Darmi yang merasa khawatir pun mendatangi Chaca tuan mudanya itu.


"Astaga non Chaca kenapa?"Tanya mbok Darmi dan tangannya memijit tengkuk leher Chaca.


"Hoek.. Hoek.. Hoek..."


"Enggak tau mbok,sepertinya masuk angin."Jawab Chaca sambil memutar air kran dan membasuh mukanya.


"Mbok buat kan teh ya."Kata mbok Darmi dan Chaca mengangguk lemas.


Chacapun duduk lemas di meja makan sambil menyeduh teh hangat buatan mbok Darmi.


"Mbok,maaf ya Chaca enggak bisa bantuin."


"Enggak papa non,lebih baik non naik keatas untuk istrihat.Sebentar lagi den Kendy mau ke kantor."Saran mbok Darmi Chacapun mengangguknya dan berlalu menaikin anak tangga.


Tak berselang kemudian mama Rita ke dapur.


"Loh mbok tadi ada Chaca ya?Kemana dia?"Tanya mama Rita sambil mengocok telur yang sebelumnya mau digoreng Chaca.


"Sakit bu.Tadi dia muntah-muntah"Kata mbok Darmi polos sambi menanak nasi.


"Muntah-muntah mbok?"Pikir mama Rita.


"Apa Chaca hamil ya mbok"Kata mama Rita dengan wajah sumringah.

__ADS_1


"Kalau Chaca benar-benar hamil berarti sebentar lagi saya akan jadi nenek dong."Gumam mama Rita.


"Masuk angin bu katanya"Jawab mbok Darmi yang mematahkan harapannya.


"Semoga saja mbok."Harap mama Rita.


Sementara itu dikamar Kendy,


Raut wajahnya terlihat putih pucat.


"Sayang kamu sakit?"Tanya Kendy kepada sang istri yang sedang merapikan dasi kerjanya.


"Enggak mas.Aku-aku baik saja."Jawab Chaca.


"Ayo kita berangkat."Ajak Chaca.


"Tapi sayang.."Kata Kendy terpotong dan Chaca menggandeng suaminya itu menuju anakan tangga.


Dan Dimeja makan sudah seperti biasa mama Rita dan pak Bayu sudah siap sarapan.


"Pagi mamah papah."Sapa Kendy dan Chaca bersamaan.


"Pagi anak-anak."Sapa pak Bayu.


Kendy dan Chaca pun duduk.Ketika Chaca mau mengambil telur orak-arik untuk Kendy perutnya mulai merasa mual.Kali ini Chaca bisa menahan agar tidak muntah seperti tadi pagi.


"Astaga.. Aku ini kenapa sih"Batinnya dan menaruh piring orak arik telur di meja suami.


"Chaca sakit?"Tanya mama Rita.


"Enggak mah,kurang tidur saja semalam."Jawabnya.


"Kok bisa?"Tambah pak Bayu.


"Habis main bola pah sama Kendy."Sahut Kendy dan Chacapun mencubit perut suaminya.


"Mas..."Pekik Chaca.


"Loh iya kan?"Timpal Kendy.


"Sudah gol?"Tanya pak Bayu.


"Belum.Papa tenang aja nanti Kendy pasti cetak 2 gol."Jawab Kendy asal dan Chaca pun tersipu malu.


...****************...


Mobil Kendy sudah sampai di tempat parkir Cafe Chaca,


"Sayang.. Maaf ya aku gak bisa antar kamu sampai ke dalam."Kata Kendy sambil kecup kening istrinya.


"Iya mas."Kata Chaca sambil lepas safety beltnya dan membuka pintu mobil.


Setelah dilihatnya istrinya menjauh,Kendy melajukan mobilnya ke kantaor.

__ADS_1


Chaca berjalan menuju Cafe miliknya,dia berjalan pelan sambil memegangi kepalanya yang nampak berat.


"Cha, are you ok?"Tanya Mayang sambil memegangi lengan Chaca.


"Kepalaku berat sekali Mayang."Kata Chaca yang mengeluh.


"Kuantar ke ruangan kamu ya."Jelas Mayang sambil memapah Chaca.


Diruangan Chaca,Chaca sedikit berebah sambil mengolesi kepala dan perutnya dengan minyak angin.


Merasa sedikit enakan akhirnya Chaca kembali ke meja kerjanya untuk memeriksa beberapa berkas dari Mayang.Setelah berkas sudah diperiksa,Chaca keluar ruangannya dan menuju pantry.Perutnya terasa sangat lapar sekali karena dari pagi perutnya hanya diisi air teh.


Saat menuju pantry dan membukanya aroma kue2 dan pancake membuat Chaca mabok lagi.


Dengan lari sambil memegangi mulutnya dia menuju ke kamar mandi.Mayang yang melihat Chaca yang lari langsung panik.Ketika sampai dikamar mandi,Chaca memuntahkan lagi isi perutnya di wastafel.


"Hoek.. Hoek.. Hoek.."


Mayang yang khawatir dengan keadaannya Chacapun langsung menerobos masuk.


"Cha!Kamu kenapa.?"Tanya Mayang dan Chaca masih muntah-muntah.


"Aduh Mayang,kepala ku pusing sekali perut bawaannya mual."Keluh Chaca sambil memegangi kepalanya.


"Aku telfonin suami kamu ya"Usul Mayang.


"Jangan!Dia ada meeting penting.Aku enggak apa-apa kok."Jelas nya sambil berjalan mau keluar dari kamar mandi.


"Sini aku bantuin"Mayang yang menawarkan bantuan sambil memapah Chaca.


Baru keluar dari kamar mandi Chaca langsung pingsan.


"Cha.. Cha.."Gugah Mayang.


"Aduh.. Gimana nih,"Mayang yang panik.


"Bu Mayang ada apa dengan Bu Chaca?"Tanya mbak Tri supervisor.


"Mbk Tri tolongin bu Chaca dulu ya kita memapah ke ruangannya."Ujar Mayang dan Mbk Tri mengangguk.


Setelah Mayang dan mbk Tri memapah keruangan Chaca dan membaringkan Chaca disofa.Mayang segera telfon mertuanya mama Rita.Karena Chaca melarang menelfon Kendy.


Beberapa menit kemudian mama Rita datang dan langsung masuk keruang kerja Chaca.


"Astaga nak,kamu kenapa?"Kata mama Rita yang melihat menantunya itu pingsan belum sadarkan diri.


"Tante,tadi Chaca muntah-muntah terus pingsan dikamar mandi.Saya mau menghubungi kak Kendy enggak boleh katanya ada meeting.Jadi saya hubungi tante,"Jelas Mayang.


"Enggak apa-apa sayang,tolong bantu tante kita bawa Chaca ke klinik terdekat.Tante khawatir soalnya."Kata mama Rita panik sambil mengolesin Chaca dengan minyak kayu putih


"Sebentar tante saya panggil anak-anak."Saran Mayang dan memanggil rekan kerjanya.


Karyawan Chacapun berdatangan dan membantu Mama Rita serta Mayang untuk membawa masuk Chaca ke dalam mobil.

__ADS_1


Mama Rita membawa Chaca ke klinik yang terdekat dengan cafenya Chaca.


Sementara Mayang kembali ketempat kerjanya.


__ADS_2