Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 9 Chaca Davin dan Ryan pergi kerumah sakit.


__ADS_3

Mendengar semua penjelasan dari pak polisi,membuat Chaca syok sedih.Beberapa kali terlihat dia mengusap air mata nya dengan tisu.Devan dan Ryan hanya bisa melihat dari dalam kaca mobil,seperti apa sedihnya Chaca saat ini.


"Cha.. sabar ya,kita berdoa semoga Kino tidak kenapa-kenapa"kata Devan sambil menyetir mobil.


"Iya.."ucap Chaca yang sesenggukan menangis.


Terlintas di dalam pikiran Chaca tentang Kino beberapa bulan yang lalu.Beberapa bulan yang lalu dimana mereka merayakan tahun baru 2010 itu.Awal dari situ perasaan Chaca mulai merasa khawatir.Dan kekhawatiran itu semakin membuat Chaca menggebu-gebu.Apakah ini jawaban dari semua kekhawatiran yang selama ini dia rasakan.Apakah ini signal-signal itu.


Berhentinya mobil Devan,membuat lamunan Chaca buyar.Dia harus segera keluar mobil dan menuju ruang IGD.Chaca berlari menuju lorong-lorong rumah sakit.Langkahnya terhenti sambil menarik nafas kencang-kencang dan menghembuskannya pelan-pelan.Kemudian dia melajukan langkah kakinya lagi menuju ruang IGD seperti yang diarahkan pak polisi tadi.Kini langkah kakinya terhenti,dia lemas seperti tidak punya tenaga.Dia melihat keluarga Kino menangisi seseorang yang tidur diatas ranjang serta dengan kepalanya yang sudah ditutup dengan kain putih yang barusan keluar dari ruang IGD tersebut.Ryan dan Davin pun menguatkan Chaca dengan memegang pundak Chaca,perlahan berjalan dengan mendekat ke arah keluarga Kino.


Chaca melihat mama Kino yang dipeluk papa Kino sambil menangis.Dia juga melihat Kendy seorang kakak laki-laki dari Kino yang menghentakkan tangannya ke dinding berkali-kali sambil menangis.


Chacapun membuka kain putih itu yang menutupi wajah orang yang berada di ranjang pasien itu.Syok.. Chaca syok mulutnya ternganga melihat yang baring di ranjang pasien tersebut.Dia melihati wajah kekasihnya yang pucat,hidung dan telinga yang sudah ditutup dengan bulatan kapas kecil.Tangis Chacapun pecah.


"Kino... bangun.Bangun.. Bangun..."kata Chaca yang menggugah Kino sembari memeluknya.


"Kino.. Bangun."Teriaknya.


"Maaf.. pasien harus dibawa keruang jenazah"kata seorang perawat tersebut dan membawa Kino.


Kedua kaki Chaca terasa lemas diapun berlutut sambil menangis.Mama Kinopun berlutut dan memeluk Chaca.


Sesekali mama Kino mengusap-ngusap punggung Chaca.Mama Kino berusaha tegar.


"5 Jam yang lalu dia melamar Chaca tante.Dia melamar Chaca.Tapi 5 jam berlalu lewat Kino pergi.Pergi jauh bahkan dia tidak mungkin kembali lagi"ucap Chaca melepas pelukan mama Kino dan memandangi Cincin dijemari manisnya.


"Tega kamu Kino.Tega pergi tanpa berpamitan baik-baik."Batin Chaca dan mencium cincinnya itu.


Devan dan Ryan pun mendengarkan Kendy.


Tentang yang terjadi dialami Kino.Sementara papa Kino sedang ke ruang jenazah.


"Saksi mata mengatakan,Kino bisa terjatuh karena ada seseorang yang mau lewat.Dia laju dalam berkendara sementara orang ini sudah dekat dengan motor Kino.Akhirnya Kino mencoba rem mendadak dan motor nya oleng dia jatuh dan tubuhnya terseret sampai menghantam pembatas jalan"kata Kendy menjelaskan kronologinya.


"Terus kak gimana keadaan korbannya"tanya Ryan penasaran.


"Alhamdulillah selamat,dia yang menelpon polisi dan menolong telpon rumah sakit."Kendy.

__ADS_1


Jam 06:00 Pagi dirumah Chaca.


Terlihat kepanikan ibu paruh baya sedang mondar-mandir kesana kemari sambil menunggu diwarung nasinya.Dia sedang panik menunggu anak gadisnya yang pamit pergi mencari pujaan hatinya.


Tak selang beberapa lama kemudian mobil warna silver berhenti didepan warung ibu itu.


Dan melihat Chaca keluar dari mobil tersebut.


"Ya.. Allah nak kamu kenapa?"tanya ibu Chaca yang panik melihat anak gadisnya matanya bengkak sembab sambil memeluknya.


"Kino meninggal bu."kata Chaca dan memeluk ibunya.


"Innalilahi wainailahi rojiun."Ucap ibu Chaca yang syok dan kaget.Chacapun melepas pelukan ibunya dan lari menuju rumahnya sambil menangis.


Ryan dan Devan menjelaskan kronologi yang terjadi dengan Kino.


Setelah menjelaskan kronologi tersebut Ryan dan Devan berpamitan untuk izin pulang.Karena mereka nanti akan kerumah Kino untuk melayat.


Ibu Chacapun mendatangj anak nya yang sedang bersedih.Didepan kamar Chaca dengan pintu terbuka,ibunya sedang mendengarkan Chaca yang merancau.


"Kamu jahat.. ".katanya sambil menangis sendu.


Ibu Chaca yang melihat dari balik pintu kamar Chaca datang dan berusaha menenangkannya.


Dia juga ikut merasakan kesedihan yang dialami anaknya.


Ibu Chaca sesekali membelai rambut anaknya yang tengah berbaring di pangkuannya.


"Nak... setiap pertemuan pasti ada perpisahan,ada malam ada siang,ada hitam ada putih. Semua sudah diatur oleh sang pencipta. Chaca tidak boleh terus bersedih seperti ini".


"Hiks... Tapi bu perpisahan seperti ini yang tidak Chaca inginkan.Ini..."


"Itu sudah takdir nak..".Potong ibu Chaca.


"Kita tidak boleh menentang takdir. Mungkin ini adalah jalannya Kino.Sekarang yang lebih baik kita berdoa agar dia Husnul Khotimah".Nasehat ibu Chaca.


"Ya.. Sudah nanti kita siap-siap kita pergi kerumah duka ya nak"kata ibu Chaca yang membelai rambutnya hingga membuat Chaca tertidur.

__ADS_1


Ibu Chaca pun menghela nafas panjang dan memindahkan posisi tidur Chaca dikasur.


Dirumah Kino sudah banyak orang-orang yang berdatangan untuk melayat.Teman-teman sekolahnya,teman-teman Kendy serta kolega dari papanya.


Mereka juga merasakan kesedihan tentang yang dialami keluarga Kino.


Setelah adzan sholat dzuhur,Kino baru di makamkan.


"Mama akan selalu mendoakan kamu nak.. Kamu yang tenang disana ya.Mama dan papa sudah ikhlas.Kamu tetap akan menjadi anak mama yang paling manja."Ucap Mama Kino yang menangis sambil memeluk pusarannya.


"Ma......"Kata Papa Kino seraya tangan kanan merangkul bahu istrinya.


"Ayok... Sudah waktunya kita pulang.Kino sudah tenang disana."Kata Papa Kino sambil memegang bahu istrinya untuk memapah berdiri.


Mama Kino pun memeluk ibunya Chaca.


"Maafkan Kino ya dek..."ucap mama Kino dan melepas pelukannya.


"Saya berharap tali silaturahmi ini tidak terhenti sampai disini"Tambah mama Kino sambil memegang kedua tangan ibu Chaca.


"Iya.. Mbak,semoga Kino Husnul khotimah"jawab ibu Chaca dan memeluk mama Kino.


Mama Kinopun juga memeluk Chaca erat sekali.


Sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Chaca... Ini Cincin Kino yang memilih ketika dia ingin melamar kamu.Kamu simpan ya... " Kata Mama Kino dan menyerahkan kotak perhiasan yang berwarna merah.


Ingat dengan Cincin itu seraya tak percaya kalau tadi malam Chaca habis dilamar oleh kekasihnya.Namun takdir berkata lain,semesta belum bisa menyatukan mereka. Dan dari kenyataannya maut lah yang memisahkan mereka.


Chaca yang masih terdiam sambil melihat jari manisnya yang masih melingkar Cincin pemberian sang Kino kini harus menelan pahitnya kesedihan.Dia pun memasukkan kotak Cincin satunya kedalam tas nya.


Ibu Chaca pulang bersamaan dengan keluarga Kino.Sementara Chaca masih di pemakaman Kino.


Tak henti-hentinya Chaca menangisi kepergian Kino.


Tiba-tiba datang sosok yang tidak asing yang dikenal oleh Chaca yaitu Fano.

__ADS_1


Sambil menaburi bunga di pusaran Kino,Fanopun memeluk Chaca yang terlihat masih sedih.


__ADS_2