Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 29 Gagal malam pertama


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam.


Semua aktivitas di pernikahan Chaca dan Kendy nampak sudah selesai semua.


Tinggal beberapa sanak saudara dari mempelai laki-laki yang berkumpul.Pak Bayu dan Kendy masih mengobrol di meja tamu undangan.Sedangkan Mama Rita,Ibu Dewi dan Cindy sudah nampak beristirahat di kamar masing-masing.


Aktivitas dari hari pingitan sampai hari pernikahan sangat menguras tenaga.


Kamar Pengantin,


Chaca terlihat duduk di meja rias mengenakan baju Kimononya.Dia duduk di meja rias yang 2 minggu lalu dibelikan oleh sang suami.


Dia sudah terlihat nampak cantik dengan rambut terurai nya yang panjang.Badannya juga menebarkan keharuman.Sedikit-sedikit dia membersih kan wajahnya dengan tisu.


Kemudian dia mulai menyisir rambutnya.


"Dimana ya sisir ku?"Gumam Chaca sambil clingak-clinguk mencari sisir rambutnya.


Lalu dia mengambil tas kecil tempat make up nya yang berada di meja rias itu.


"Kok enggak ada ya"Gumam nya sambil mengeluarkan semua isi yang ada di dalam tas make up itu.


Lalu tangannya meraba-raba atas meja sampai pandangannya mengarahkan ke laci nomor satu.Barangkali terselip dilaci itu,karena sebelum dirias tadi sempat Chaca menaruh di laci no.2


Kemudian Chaca membuka laci itu.


Chaca keheranan melihat kotak perhiasan yang berwarna hitam itu.


Penasaran Chacapun mengambilnya.


Alangkah terkejutnya Chaca melihat benda itu.


Sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya,dia merasa kaget kenapa cincin pemberian Kino bisa berada di laci meja rias pengantin?


"Ini cincin yang selama ini kucari."Katanya sambil berdiri berjalan kearah ranjang.


Chacapun duduk dipinggiran ranjang.


"Akhirnya kamu ketemu."Kata Chaca yang girang sambil mencium cincin itu dan memeluknya.


"Kamu sangat berarti sekali."Ucap Chaca sambil memeluknya.


Terlintas dipikirannya,kenapa cincin pemberian Kino itu bisa berada dilaci meja rias Kendy.


Dia mengingat betul-betul,terakhir dia memakainya waktu dirumah sakit.Ketika Kendy menjenguknya.Pagi hari setelah Kendy pergi cincin itu sudah tidak ada.


Terbesit sekarang dipikirannya mulai mencurigai Kendy sang suami.


Ceklek

__ADS_1


Bunyi pintu terbuka dan Chaca kaget.


Kendy datang dengan wajah sumringah dengan sambil menutup pintu,dia mulai mendatangi istrinya yang duduk dipinggiran ranjang.


"Hmmmm.Wangi sekali istri ku."Puji Kendy dan memeluk Chaca.


Chaca hanya diam dan tidak membalas pelukan suaminya itu.


"Kamu kenapa sayang?Kamu capek?"Tanya Kendy yang melepas pelukkannya sambil memandangi wajah istrinya itu.


Chacapun menarik nafas panjang dan melepaskannya.


"Mas,"Kata Chaca pelan.


"Iya sayang."Kata Kendy sambil menyibak anakan rambut Chaca dan menyelipkan ketelinga Chaca.


Sambil membelai rambut Chaca,Kendy mulai memperhatikan apa yang akan di ucapkan sang istri.


"Ini apa mas?"Tanya Chaca pelan dan mengeluarkan cincin itu dari genggaman tangannya yang ia simpan.


Kendy pun menelan salivanya.


"Itu.. Itu.. Itu.. "Kata Kendy sambil menggaruk-garukan kepalanya.


"Mas.. Chaca tanya,ini apa?"Ulang Chaca sambil menatap wajah suaminya yang mulai kelihatan gugup.


"Eh.. Sayang,aku bisa jelasin dulu."Kata Kendy beranjak berdiri ketika melihat Chaca beranjak berdiri mau pergi.


"Tau enggak mas!.Benda ini itu berharga sekali buat aku."Tambah Chaca dengan nada yang kecewa.


"Chaca enggak percaya,mas setega itu sama Chaca."Kata Chaca yang mulai mengeluarkan bulir-bulir air matanya dan mengusap kasar dengan lengannya.


Kendy hanya memilih untuk diam.Dia lebih ingin mengendalikan dirinya untuk tidak berbicara.Dia juga tau,Chaca saat ini sedang labil.Apalagi kini di usianya yang berjalan 19 tahun dia sudah bergelar menjadi seorang istri.


Kendy menarik nafas panjang dan mengeluarkan dengan pelan.


Dia pun ber jalan mendekat kearah Chaca serta mencoba untuk menjelaskannya.Dia mencoba meraih Chaca dan mencoba untuk memeluknya,namun Chaca menepis tangan Kendy sebagai tanda penolakkan.


"Ayolah sayang jangan marah seperti ini.Ok!Aku minta maaf ya."Pinta Kendy memelas seraya mengulurkan tangannya.


"Kenapa mas baru minta maaf sekarang?Toh mas sudah mengambilnya beberapa bulan yang lalu."Pekik Chaca pelan.


"Terus ke untungan mas apa dari mengambil cincin ini?"Kata Chaca dan Kendy hanya diam.


"Toh,sekarang aku sudah sah jadi istri kamu.Dan Kino juga sudah meninggal.Kinopun itu adik kamu mas,memang aku salah menyimpannya?"Kata Chaca pelan sambil menahan kecewa.


Dan buliran bening itupun keluar dari kelopak matanya.


"Hiks hiks"Kata Chaca menangis dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya.Aku salah!Tak seharusnya aku mengambilnya dari kamu.Aku minta maaf"Ucap Kendy pasrah.Dan Chaca masih menangis sesenggukan.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu dari arah luar.


Chacapun buru-buru mengusap air matanya dan dia memalingkan wajahnya yang tadi menghadap Kendy kini dia mengalihka kearah lain.


Kendypun merasa bersalah dan dia berjalan menuju ke arah pintu yang tadi diketuknya dan membukanya.


Ceklek


Kendy membuka pintunya,


"M.mamah?"Ucap Kendy terkejut.


"Kok kaget gitu."Kata Mama Rita sambil menepuk pundak Kendy.


"Hemb"Kendy mengeryitkan keningnya.


"Maaf ya mama ganggu.Hehehe"


"Ini tolong berikan Chaca."Kata mama Rita yang memberikan segelas air.


"Ini air apa mah kok gelap begini."Kata Kendy sambil mencium isi dari air tersebut.


"Itu jamu.Biar Chaca cepat berisi."Kata mama Rita.


"Udah jangan lupa kasihkan."Perintahnya dan mama Rita pergi.


Kendypun menutup pintunya kembali dan dia membalikkan badannya lalu mendatangi istrinya yang sedang merajuk.


Terlihat Chaca sudah membaringkan badannya diranjang dengan posisi badannya yang miring sambil menutup tubuhnya dengan selimut sampai batas leher.


Kendypun menaruh air pemberian mamanya di meja rias.Lalu dia duduk ditepian ranjang membelakangi Chaca.


Diapun menghela nafasnya.


"Enggak apa-apa kamu marah sama aku.Aku memang lancang telah mengambil cincin itu dari kamu.Aku hanya ingin melihat sampai sejauh mana perasaanmu dengan aku."Jelas Kendy.


Chaca yang pura-pura matanya terpejampun akhirnya membuka matanya mendengar ungkapan hati Kendy.


"Dan sampai sejauh ini aku sudah tau jawabannya."Tambah Kendy lagi beranjak berdiri dan mengambil satu bantal dan melihati istrinya tidur yang membelakanginya.


Kendy pun membalikkan badannya dan berjalan ke arah sofa panjang menaruh bantalnya dan membaringkan badannya.


Sementara itu masih diseberang sana Chaca yang masih berselimutkan hanya bisa diam mendengarkan ucapan Kendy.


"Maafin aku mas"Batin Chaca.

__ADS_1


"Tapi kamu salah kalau kamu ingin melihat keseriusan ku dengan cara seperti itu."


"Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri,kalau aku akan menerima takdirku sebagai seorang istri dari mu."Batin Chaca dan tanpa terasa buliran bening itupun perlahan jatuh lagi.


__ADS_2