Valentain Terakhir Bahagia

Valentain Terakhir Bahagia
Episode 28 Hari pernikahan


__ADS_3

Hari ini hari sabtu.


Dimana Chaca dan Kendy akan melakukan akad pernikahan.


Kediaman Kendy,tampak sudah ramai orang-orang yang hadir dalam acara pernikahan mereka.


Hiasan dari dekorasinya semua bernuansa bunga mawar merah.


Mawar merah adalah bunga kesukaan Chaca.


Dikamar Kendy,


Nampak Chaca yang duduk di meja rias sedang di rias oleh tim MUA.Adat Jawa adalah baju yang dipilihnya untuk acara akad.Riasan wajah yang elegant sederhana membuat Chaca nampak anggun dan cantik sekali.


"Chaca.. Kamu cantik sekali."Puji Mayang sampai matanya terbelalak.


Chaca hanya bisa tersenyum.


"Wait!Harus diabadikan ini."Kata Rika sambil mengambil pose selfie dengan Mayang dan Chaca melalui phonselnya.


"Lagi lagi dong.Aku belum nih."Tambah Mayang dan mereka berpose selfi lagi.


"Aduh!Anak-anakku yang cantik ini.Ayo siap-siap.Itu pak penghulu sudah menunggu katanya Kendy sudah tidak sabar pengin ketemu Chaca."Kata Mama Rita dengan nada bercandaannya.Sehingga membuat orang-orang tertawa se isi kamar itu.


"Anak mama yang cantik sudah siap turun ya."Kata mama Rita sambil mengusap-ngusap pundak Chaca.


Chaca menghela nafas panjang dan melepaskan pelan-pelan untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Iya mah."Jawa Chaca pelan dan lembut.


Tap tap tap


Suara sepatu Chaca yang siap menuruni anakan tangga.


Chaca berdiri ditengah-tengah Mayang dan Rika.Diikuti dibelakang ada Ibu Dewi,Cindy dan Mama Rita.Mereka berjalan pelan-pelan sambil menuruni anakan tangga.


Semua tamu undangan yang berada di lantai dasar tampak mendongakkan pandangannya ke arah tangga.Mereka fokus dengan menatap wajah sang pengantin.Termasuk Kendy.


"Cantik sekali pengantinnya."Seru salah satu tamu undangan.


"Iya cantik sekali."


Chaca yang sudah menuruni anak tangga lantai dasar,langsung diantar oleh Mayang dan Rika untuk duduk melaksanakan akad.


deg


Jantung Kendy berdenyut kencang.Dia pun juga merasa gugup.Sampai-sampai tangannya keringat dingin.


"Cantik sekali."Bisik nya ke Chaca dan Chaca hanya tersipu malu.


"Ayo!Mas Kendy bagaimana sudah untuk mengucapkan ijab nya."Tanya penghulu.


"Siap pak!"Jawab Kendy tegas.

__ADS_1


"Wah wes angel ki.Mas Kendy wes gak sabar."Goda pak penghulu dan semua orang tertawa.


"Mas Kendy.Mari pegang tangan saya dan dengarkan kata-kata saya."Kata pak penghulu dan Kendypun mulai berjabat tangan penghulu.


Pihak perempuan di wakili oleh wali hakim.


Selain Chaca anak yatim dia juga tidak memiliki sanak saudara di kota ini.


"Sah!"Ucap wali hakim.


"Alhamdulillah."Seru semua undangan.


Terlihat Chaca mengeluarkan bulir-bulir bening air matanya.Dia tidak menyangka akan menikah dengan Kendy kakak dari Kino alm.tunangannya.Hasil dari perjodohan kedua orangtua mereka.


Kendy hanya bisa diam memperhatikan Chaca.


Setelah Chaca mengusap air matanya dengan tisu dia menghadap ke arah Kendy dan mencium punggung tangan Kendy sesuai dengan intruksi penghulu.


Cup Kendy membalas dengan mengecup keningnya.Kendypun memasangkan cincin di jemari manisnya Chaca begitu pula dengan Chaca,memasangkan cincin pernikahannya di jemari manis Kendy.


Setelah selesai acara akad mereka berdua pun berdiri menuju singgahsana pelaminan untuk sungkeman.


Setelah sungkeman,mereka menyambut para tamu undangan yang datang menyalami mereka.


"Sayang!Awas ya kamu.Kamu sudah 1 minggu enggak ada kabar karena pingitan dan aku enggak tahan kangen sekali ingin gigit bibir kamu."Bisik Kendy dan Chacapun menyubit perut Kendy.


"Mas banyak tamu ya."Pekik Chaca yang melototin Kendy.Kendypun terdiam ketika istrinya itu sudah memberi kode keras.


Tidak lama kemudian tim MUA naik ke pelaminan untuk membawa ke dua pengantin tersebut mengganti baju resepsi.


Di kamar Kendy,


Tim MUA memberikan jeda waktu untuk kedua pengantin istirahat setelah 2 jam berdiri di pelaminan.Dikamar itu tinggalah Kendy dan Chaca.


Kendy berdiri di daun pintu dan begitu terkejut ketika memasuki bilik kamarnya yang sudah berubah penuh hiasan pengantin.Pasalnya dari kemarin dia dilarang memasuki kamarnya sendiri oleh mamahnya.


Ceklek


Diapun mengekor dibelakang Chaca yang masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar itu.


Kendy meraih lengan Chaca yang hendak duduk di meja rias.Lalu Kendy membalikkan tubuh Chaca pelan dan menghimpitnya di pintu kamar yang tertutup.


"Mas.."Suara Chaca pelan dan Kendy mengalungkan kedua tangan Chaca dilehernya.


"Jadi ini rahasia dari pingitan itu?"Bisik Kendy di telinga Chaca dan membuat Chaca merinding disko,ketika sang suami membelai lembut wajahnya.


"Kamu cantik sekali sayang."Puji Kendy dan Chaca tersenyum sambil menunduk.


Kendy mengangkat dagu istrinya itu.Dia mulai mendekatkan wajahnya hingga mereka saling memandang.Mata Kendy melirik bibir ranum itu.


Cup


Kendy mengecup bibir ranum itu.Dia kembali memberi kecupan bibir itu sambil mengalungkan kedua tangannya dipinggang ramping sang istri.

__ADS_1


"Mas...."Kata Chaca seraya menolak.


"Ini pembalasan dari 1 minggu yang lalu,karena kamu dipingit."Jelas Kendy sambil mengecup istrinya dan memeluknya.


"Itu kan tradisi mas."Elak Chaca sambil mendongak kan kepalanya.


Tok.. Tok.. Tok..


Chaca dan Kendy melepas pelukannya.


"Siapa?"Tanya Kendy.


"Kami mas maaf tim MUA."Jawabnya dari seberang pintu.


Kendypun membuka kunci pintunya.


Ceklek


"Silahkan masuk."Suruh Kendy.


Tim MUA pun kembali bekerja merias sang pengantin.Sedikit menambah make up ke pengantin perempuan karena make up nya sudah berantakan bahkan polesan bibirnya tertinggal meninggalkan jejak di bibir suami.


Setelah selesai kedua pengantin itu mengganti baju resepsi,mereka kembali lagi ke pelaminan.Duduk berdua bak ratu dan raja.


Disana juga ada hiburan musik band,karaoke dan lain-lain.


Hingga acara akhir yaitu pelepasan bunga yang akan dilempar oleh kedua mempelai.


Suasana mulai riuh gembira ketika hitungan 1,2,3 kedua pengantin melempar bunganya.


Dan....


"Ye.. Aku dapat bunganya."Kata Devan yang bahagia.


"Bah Devan mau nikah sama siapa kamu."Kata Mayang.


"Sama kamu lah..."Jawab Devan dan Mayang tersipu malu.


"Cie... "Goda Rika.Mayang pun tersipu malu ketika Devan memberikan bunga yang dilempar pengantin itu.


"Buat kamu."Kata Devan yang menyodorkan bunganya.Dan Mayang menerimanya.


"Jadi ngiri deh."Sela Ryan.


"Makanya cepet cari jodoh."Pekik Devan.


"Nih udah ada."Jawab Ryan yang meraih pinggang Rika seraya memeluk.Dan Rika tersenyum.


"Wait!Kalian sudah jadian?Sejak kapan?"Tanya Mayang yang menyelidik kearah Ryan dan Rika.


"Sejak donasi itu."Jawab Rika malu-malu.


"Oh.. Pantasan ya.Sering ngilang-ngilang?"Sindir Mayang.

__ADS_1


"He.. He.. He..."Rika ketawa ngekeh dan Ryan hanya senyum manis.


__ADS_2