Vannesa Elvia

Vannesa Elvia
Pembunuh bayaran


__ADS_3

Vannesa berjalan dengan cepat menyusuri lorong markas threenity, tujuannya hanya satu mencari Lisa di ruangannya.


Brak!


"Lisa!"


Suara pintu yang terbuka kasar juga suara melengking milik Vannesa itu sukses membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menatap kaget kearah Vannesa. Terutama Lisa yang mendengar namanya sendiri dipanggil.


Dengan cepat ia berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Enlfleda mengabaikan tatapan teman-teman timnya yang memandang mereka berdua penasaran.


"Ada apa?" Tanya Lisa langsung pada intinya saat ia sudah berhadapan dengan Vannesa.


"Gua tutup pintu dulu,kalian duduk aja biar enak ngobrolnya." Seloroh salah seorang teman Lisa,dan diangguki oleh Vannesa.


Sebenarnya Vannesa cukup berterimakasih kepada semua anggota tim Lisa yang sangat baik padanya, apalagi dalam tim Lisa hanya ialah satu-satunya perempuan sedangkan yang lainnya adalah laki-laki. Namun itu justru membuat Vannesa bersyukur setidaknya mereka tidak akan bertingkah seperti perempuan yang akan menggosipkan dirinya.


Vannesa duduk bersama dengan Lisa ditengah laki-laki anggota tim Lisa. Mereka memberikan ruang untuk Vannesa berbicara dengan Lisa juga tidak repot mempermasalahkan Vannesa yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan mereka,itu mengartikan bahwa Vannesa diterima disisi mereka semua.


"Mau bilang apa?" Tanya Lisa lagi.

__ADS_1


Vannesa menatap wajah Lisa yang teduh "Rio Lis, kemungkinan orang yang kita lihat beberapa saat tadi itu dia." Jawab Vannesa dengan suara pelan.


Lisa yang belum sepenuhnya faham dengan kondisi yang terjadi pun kembali bertanya kepada Vannesa,lebih jelasnya ia meminta penjelasan lagi. "Maksud kamu apa sih?"


"Tadi aku bertemu dengan Rian saudara kembar Rio,dia bilang Rio hilang Lis. Dan kemungkinan orang yang kita lihat tadi adalah Rio."


Penjelasan Vannesa membuat Lisa terkesiap "Lalu apa hubungannya Rio dengan keluarga kamu Vann?"


"Mungkin tujuan penjahat itu adalah menghabisi keluargaku Lis,ketika mereka tau Rio dekat denganku maka dia ikut ditangkap juga."


Lisa yang mengerti maksud dari arah pembicaraan Vannesa mengangguk,lalu tatapannya beralih menatap salah seorang anggota timnya. Dia yang merasa sedang ditatap oleh Lisa pun mengangkat satu alisnya. "What's wrong?" Tanyanya kepada Lisa.


"Ya,mungkin sedikit tau." Jawabnya sambil menerawang ke langit-langit ruangan.


"Katakan!" Titah Lisa kepada temannya.


Sedangkan anggota tim yang lainnya memperhatikan mereka berdua,juga Vannesa yang tidak sabar ingin segera tau mengenai siapa yang jadi dalangnya.


"Kalau tidak salah dia adalah bos dari pembunuh bayaran Lis,dia akan menghabisi nyawa orang-orang tanpa pandang bulu. Kalau ia tidak suka pada salah satu orang maka satu keluarga bahkan orang-orang terdekatnya akan ikut dibunuh juga."

__ADS_1


Vannesa mengerutkan keningnya,ia merasa tidak pernah menyinggung siapapun selain para musuhnya. Dan itu juga mereka tidak tau mengenai identitas Vannesa,jadi bagaimana mungkin pelaku bisa tau kalau yang berulah adalah dirinya.


Lisa melirik kembali kearah Vannesa dan menatap manik matanya dalam "Kau pernah menyinggung siapa?"


Vannesa memutar bola matanya malas "Banyak orang,kita mafia tentu sudah banyak menyinggung bahkan membuat mereka kewalahan Lis." Jawaban itu sukses membuat satu ruangan tertawa, pertanyaan yang sepele justru menjadi bahan gurauan dan Lisa hanya bisa ikut tertawa atas kebodohannya sendiri.


"Ok aku salah, maksudku selama kau dalam identitas Vannesa." Ralatnya lagi. Vannesa terlihat berfikir,juga satu ruangan itu menunggu jawaban yang akan dikatakan oleh Vannesa.


"Desta." Desis Vannesa pelan namun dapat dengan jelas didengar oleh semua orang disana.


"Desta? Desta? Oh ya sepertinya itu namanya. Dia anak dari keluarga yang cukup kaya sebenarnya,namun ketika ia beranjak remaja ia sudah melatih kemampuannya untuk mengomando pasukan yang rela mati,mulai dari penjahat pinggir jalan,preman dan semua yang orang yang mau bergabung dengannya ia terima. Lalu ia dijuluki sebagai bos pembunuh bayaran,jika ada yang bilang pembunuh bayaran itu tidak bertuan jelas dia salah besar karena mereka memiliki bos dan mereka sangat setia. Tak jarang ketika mereka mendapatkan tugas dari seseorang maka setelah tugas selesai mereka akan membunuh orang yang memberikan pekerjaan itu."


Ingatan Vannesa kembali ke waktu ia dan Key duduk berdua untuk makan bubur waktu itu, disaat ia membaca tentang pembunuh bayaran yang tidak bertuan Vannesa merasa kalau Key hanyalah menutupi kedok kakaknya saja, bagaimanapun Key sangat menyayangi kakaknya dulu jadi bukanlah mustahil kalau ia menutupi fakta itu darinya supaya ia tidak mencari tau tentang bos pembunuh bayaran.


"Tau dari mana kamu?" Tanya Lisa sembari terus menatap kearah temannya.


"Aku tau sendiri kok, Vannesa kau tau Hans? Waktu itu aku mengintrogasi salah satu pembunuh bayaran bersamanya dan Key,jadi pastilah aku tau."


Deg

__ADS_1


Jawaban itu membuat Vannesa terkejut sekaligus syock,mengapa tidak? Bahkan ia sendiri dibohongi oleh Key disaat ia sangat percaya kepadanya, tangannya mengepal erat menahan emosinya.


__ADS_2