Vannesa Elvia

Vannesa Elvia
Menuju akhir


__ADS_3

"Belajar darimana? Kau seorang mata-mata tapi tidak menutup kemungkinan kau juga seorang mata-mata yang dikirim seseorang kepada kami."


Deg!


Key yang tadinya merasa senang akan kehadiran Vannesa kini berubah menjadi resah,ia sadar ia tidak akan bisa membohongi Vannesa. Bahkan kini jantungnya berdegup kencang bahkan lidahnya kelu,ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Vannesa saat ini.


Vannesa mengerti itu,ia beringsut mendekati Key yang berdiri sedikit jauh darinya. Key melihat paras Vannesa yang penuh dengan aura permusuhan. Key menarik nafasnya pelan dan menjatuhkan pistol yang masih ia pegang dan mengangkat kedua tangannya.


Key seakan bisa membaca takdirnya sekarang, ia kenal Vannesa orang yang tidak kenal ampun terhadap musuhnya,jika tidak dibunuh maka akan disiksa hingga mati dan Key tentu dengan lapang dada lebih memilih opsi pertama dibandingkan opsi kedua jika memang takdirnya hanya sampai disini.


Perlahan Key menatap netra Vannesa yang masih menatap Key penuh intimidasi, seperti menatap seorang musuh saat ini.


"Kau benar Vann,aku adalah penghianat. Aku dikirim oleh Desta kakakku untuk masuk kedalam threenity dan semua itu aku lakukan demi ibuku,ia mengancam akan membunuhnya jika aku tidak melakukan tugas yang ia perintahkan." Key menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


Vannesa masih enggan berbicara,ia masih berdiri menatap Key yang sedang berusaha menyusun puzzle ingatannya,ia ingin tau semuanya,bahkan jika dianggap berbahaya maka Vannesa tidak segan untuk membunuh Key saat itu juga,tidak perduli jika ia merupakan temannya. Karena selama ini Vannesa dibesarkan hanya untuk menjadi mesin pembunuh ia tidak seutuhnya memiliki rasa kasihan terhadap orang lain terutama seorang penghianat.


"Tapi ketika aku mengetahui kalau kau tergabung disana membuat aku enggan meneruskan perjalananku Vann,aku tidak berbohong padamu. Dan ketika seorang anggota pembunuh milik Desta berhasil ditahan oleh threenity aku tidak mengatakan itu padamu karena aku tidak mau membuat hubungan kita renggang Vann,aku takut kau akan menjauhiku karena kakakku adalah musuhmu.


Dan ketika aku sudah benar-benar bisa masuk dan sah dalam anggota mafia,hal yang mengejutkan terjadi Vann. Kakakku ternyata sangat menyayangi ibuku,itu membuat aku merasa dibohongi olehnya. Ia berkata akan membunuh ibuku karena aku,tapi ternyata dia tidak akan mungkin melakukanya. Dan itu membuatku muak,aku tidak meneruskan niat awalku untuk menjadi mata-mata dan mengabdikan diriku seutuhnya untuk kalian."


Key meneteskan air mata dan segera menghapusnya, Vannesa bisa melihat kejujuran dari pengakuan Key saat ini,ia menghela nafas dan memutar tubuhnya membelakangi Key.


"Kakakmu menahan orang tuaku, Maya serta Rio,kau tau mengenai itu?" Tanya Vannesa tanpa melirik kearah Key sedikitpun.


"Dia ingin membunuh semua orang yang berkaitan denganku,ia pikir aku sudah mati jadi mereka menahan semua orang terdekatku. Aku rasa Desta sudah gila,karena Maya pacarnya sendiri pun ditahan disana."


"Dia memang gila Vann, dia suka melihat darah dari tubuh orang lain tadi tidak suka melihat dirinya terluka sedikitpun."

__ADS_1


Vannesa tersenyum tipis,mungkin ia sudah tau langkah apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


"Ikut aku kalau kau masih setia denganku." Vannesa lalu mulai melangkah diikuti Key yang tanpa banyak bertanya,ia mengambil jaket di sofa ruang tamunya dan juga beberapa peralatan yang sekiranya akan membantu dirinya nanti.


Kini Vannesa dan Key beriringan menuju ke tempat yang digunakan untuk menahan keluarganya itu, menembus malam dan dinginnya udara saat ini.


***


Diruangan yang gelap dan pengap itu terlihat seorang perempuan yang sedang melepaskan ikatan tali pada tangan seseorang yang terlihat buruk,kondisinya lemah dan tubuhnya sangat kurus,ia lalu memapah tubuh itu menaiki sebuah tangga menuju pintu diatas sana.


"Sebentar lagi penderitaanmu akan berakhir, bersabarlah." Suara itu cukup menguatkan seseorang yang hampir kehilangan nyawa itu bibir pucatnya terlihat tersenyum simpul.


'Setidaknya aku masih bisa mendengar kalau dunia masih menyayangi aku,aku juga tidak keberatan untuk mati saat ini juga.' Gumamnya dalam hati,ia terus dibawa berjalan dengan didampingi beberapa laki-laki di kiri dan kanannya,mungkin mereka takut tahanan akan kabur,tapi melihat kondisinya saat ini tidak mungkin jika tahanan akan kabur.

__ADS_1


Penjagaan disana hanya sekedar formalitas saja.


__ADS_2