
"Kau lapar Vann? Bagaimana kalau kita makan dulu?" Vannesa memang merasa lapar,tapi dia tidak mau merepotkan Desta.
"Tidak Desta,tidak usah." "Tidak? Tidak menolak maksudmu? Baiklah ayo kita makan,aku akan traktir." Desta melihat kearah Vannesa yang terlihat sangat lucu baginya.
"Kau ini ya,tidak baik seperti itu." Vannesa berdecak sebal,tapi Desta hanya tertawa ringan.
Setelah kurang lebih 10 menit,mereka berhenti disebuah cafe yang indah, dekorasinya terdapat tanaman rambat dan juga bunga-bunga yang menghiasi tempat itu.
"Kita makan disini saja ya,banyak yang bilang rasa makanan disini enak-enak,tempatnya juga bagus." Desta tidak berbohong kepada Vannesa, terlihat dari tempatnya ini sangat indah dan juga terawat dengan baik. Dia tidak sabar untuk makan disana.
"Baiklah ayo." Vannesa tiba-tiba menjadi bersemangat, lalu turun dari mobil.
"Kau mau duduk dimana?" Tanya Desta kepada Vannesa.
"Bagaimana kalau di samping tangga itu?" Vannesa menunjuk kursi yang posisinya terletak disebelah tangga menuju kelantai 2.
"Tentu saja." Desta dan Vannesa akhirnya duduk disana.
"Halo, selamat datang di Garden City Cafe. Ingin memesan apa?" Vannesa terkejut dengan orang yang berada didepannya. Dia terlihat seperti seseorang yang familiar.
"Maaf sebelumnya, apakah saya kenal dengan Anda? Sepertinya kita pernah bertemu." Tanya Vannesa kepada orang itu.
"Maaf sepertinya tidak. Tapi mungkin orang yang Anda maksud ini adalah adikku, kami ini kembar." Ucap laki-laki itu dengan senyumannya.
"Oh begitu ya,aku minta maaf." Vannesa tersenyum canggung,dia mengira orang ini adalah orang yang sama,dengan waktu itu.
"Hahaha,itu tidak masalah. Namaku Rian aku pemilik cafe ini,karena kamu mengenal adikku,lain kali tidak usah sungkan kepadaku. Aku akan memberikan menu yang favorit secara gratis diluar pesanan kalian nanti." Rian terlihat sangat ramah dibandingkan dengan orang yang diakui sebagai adiknya tadi.
"Ah itu tidak perlu." "Tidak tidak,ini niat baikku kamu harus menerimanya. Baiklah kalian catat dulu pesanannya ya,nanti karyawan disini akan mengantar pesanannya. Oiya namamu siapa?" Tanya Rian kepada Vannesa.
"Namaku Vannesa,senang sekali bisa bertemu denganmu." Vannesa tersenyum manis dan membuat Rian juga tersenyum. "Iya tentu saja. Kedepannya akan sering bertemu. Kalau begitu aku pergi dulu ya,aku taruh catatan ini disini,semoga kalian nyaman disini." Setelah itu Rian pergi meninggalkan mereka berdua. Barulah Desta bicara kepada Vannesa.
"Kau terlihat sangat akrab. Memangnya kau kenal dengan adiknya itu?" Desta terlihat sangat penasaran.
"Iya tidak termasuk kenal sih,hanya saja pernah bertemu sesekali." Jawab Vannesa tanpa mengalihkan pandangan dari buku daftar menu.
"Hey kau mau pesan apa Desta?" Tanya Vannesa kepada Desta yang sibuk memainkan hpnya.
"Aku terserah kau saja, lagipula kau daritadi juga sangat lama melihat buku itu,ada yang salah?"
"Oh hahaha,tidak sih. Hanya saja aku bingung mau pesan apa,ini terlihat enak semua." Jawab Vannesa jujur.
__ADS_1
"Yasudah pesan semua saja." Desta menjawab dengan sangat santai.
"Huh kau kau menghabiskan semuanya? Dasar rakus." Desta yang mendengar itu hanya tertawa.
Vannesa memanggil pelayan disana lalu memberikan pesanannya.
"Kau sudah memesan?" "Tentu saja sudah. Mana mungkin aku memberikan sebuah catatan kosong." Jawab Vannesa ketus.
"Kau sudah dengar masalah kerja sama yang aku ajukan kepada Bigantara Grub?" Vannesa yang awalnya melihat hiasan disekitarnya langsung menoleh kearah Desta.
"Iya, bagaimana itu mungkin? Rumornya orang itu sangat jarang menerima kerja sama dengan perusahaan lain." Vannesa sangat penasaran dengan masalah ini, meskipun begitu dia juga tidak mengharapkan jawaban yang memuaskan dari Desta. Karena dia pastinya juga tidak tau.
"Bukan hanya rumor Vann, itu adalah kebenaran. Aku tidak tau jelas bagaimana dia langsung menerimanya,tapi itu kesempatan bagus, apalagi dia mau rapat diadakan di perusahaan kita. Hanya saja kita perlu menentukan waktu untuk itu." Jelas Desta kepada Vannesa.
"Begitu ya,tapi syukurlah kalau kerja sama kita diterima."
Desta menganggukkan kepalanya,dia fokus pada hpnya saat ini.
"Permisi ini pesanannya." Pelayan datang dengan membawa pesanan mereka berdua,lebih tepatnya pesanan Vannesa,karena dia yang memesan semuanya.
"Eh ini?" Vannesa melihat terdapat kue yang terlihat enak,tapi dia tidak merasa kalau dia memesan sebuah kue. Dia lalu ingat bahwa Rian ingin menambahkan menu favorit untuk mereka berdua
"Dia benar-benar memberikan makanan favorit disini?" Desta melihat kue yang terlihat sangat enak.
"Hey kue itu desert Vannesa,kau makan nanti ketika menyelesaikan makananmu yang lain." Desta sengaja membuat Vannesa kesal,padahal makan kue itu kapan pun tidak masalah.
"Huh baiklah." Vannesa terlihat sedikit kecewa,dia benar-benar ingin memakan kue itu sekarang. Akhirnya dia memakan makanan yang lain. Desta yang melihat tingkah Vannesa hanya bisa tertawa.
Mereka berdua makan tanpa berbicara. Vannesa makan dengan tenang,dalam hatinya dia ingin cepat-cepat memakan kue itu.
"Bagaimana menurutmu Vann? Makanan disini enak bukan?" Akhirnya Desta memulai pembicaraan.
"Iya ini sangat enak." Setelah itu Vannesa memakan kue yang dia mau. "Desta kue ini sangat enak." Ucap Vannesa sambil memakan kue itu.
"Sepertinya kau sangat suka strawberry ya?" Tanya Desta dan hanya diangguki oleh Vannesa. Desta memperhatikan Vannesa yang sedang makan, Vannesa yang merasa diperhatikan itu menoleh ke arah Desta.
"Ada masalah Desta?" "Tidak ada Vannesa,hanya memperhatikan cara makan mu saja. Vannesa mengernyit "Benar-benar orang yang aneh."
Mereka menghabiskan makanannya,setelah itu Desta pergi membayar ke kasir.
__ADS_1
"Ayo pulang Desta." Ajak Vannesa kepada Desta,dan diangguki oleh Desta.
Diperjalanan mereka saling diam, Vannesa tidak tau harus bicara bagaimana.
"Em Desta?" Vannesa memanggil dengan suara pelan. "Iya ada apa?"
"Terimakasih ya,kau sudah mentraktirku dan mengantarkan aku pulang." Vannesa melihat kearah Desta yang sedang sibuk menyetir.
"Tidak usah sungkan Vannesa." Jawab Desta tanpa menoleh kearah Vannesa.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di kost Vannesa. Vannesa sangat senang karena bisa kembali ke kost nya.
"Desta kau mau mampir?" Tanya Vannesa sambil keluar dari mobilnya.
"Tidak perlu Vannesa,kau harus istirahat kali ini,besok kita akan pergi. Kau lupa?" Tanya Desta dari dalam mobil.
"Hahaha iya aku ingat. Baiklah kau hati-hatilah dijalan." Vannesa melambaikan tangan kepada Desta yang mulai melajukan mobilnya.
Vannesa segera masuk ke dalam kostnya,dia segera merebahkan tubuhnya tanpa berganti pakaian,dia merasa sangat lelah sekali. Tidak berselang lama, Vannesa tertidur.
•
•
Dukk
Vannesa terperanjat kaget ketika mendengar suara pintunya ditutup dengan sedikit keras. Dia ingat jika dia belum sempat mengunci pintunya,dia segera bangun lalu melihat ada seseorang disana.
"Hey kau siapa?" Tegas Vannesa kepada orang itu.
"Kau ini tidak mengenali partner mu sendiri? Dasar payah." Jawab orang itu sambil menyentil jidat Vannesa pelan.
"Hans? Kau tidak sopan,kau masuk ke kostku tanpa izin dariku." Vannesa mengambil bantal dan menimpuk kepala Hans dengan bantal itu.
"Hey jangan begitu. Aku sudah memanggilmu berulang kali tapi tidak ada jawaban,lalu penghuni kost lain melihat kau sudah pulang,tentunya aku khawatir padamu. Makanya aku masuk begitu saja,lagipula aku tidak melakukan apapun padamu." Hans menjelaskan dengan tampang paniknya, membuat Vannesa tertawa melihatnya.
"Kau ini kenapa? Malah tertawa begitu saja." Hans melempar bantal yang tadinya dilemparkan Vannesa ke arahnya.
"Hahaha, tidak ada Hans. Melihat kau sedikit panik ini membuatku sulit menahan tawa."
"Sudahlah,aku akan keluar dan menunggumu diluar,kita ke markas setelah kau mandi dan berganti baju." Hans segera keluar dari kost Vannesa dan menutup pintu.
__ADS_1
Vannesa hanya tersenyum melihat Hans. Dari dulu Vannesa dan Hans seperti kakak adik yang saling melindungi,tapi entah bagaimana selanjutnya. Apakah hubungan mereka akan sama seperti itu?.