VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 3


__ADS_3

Tidak terasa jam berlalu dengan cepat dan kini waktunya makan siang. Dokter Anton yang sudah tidak ada pasien keluar dari ruangan nya dan berjalan ke arah ruangan dokter Vira.


Ceklek


Tanpa mengetuk pintu dokter Anton membuka pintu ruangan dokter Vira di mana dokter Vira sedang menatap ke arah jalan raya lewat jendela karena saat ini mereka berada di lantai dua.


'Pasti dokter Anton yang datang ke ruanganku, tidak sopan masuk tanpa mengantuk pintu.' Ucap dokter Vira dalam hati sambil menahan amarahnya.


"Dokter Vira." Panggil dokter Anton.


"Ya." Jawab dokter Vira singkat sambil membalikkan badannya dan tersenyum menatap ke arah dokter Anton.


"Lagi melihat apa?" Tanya dokter Anton.


"Melihat jalan raya." Jawab dokter Vira.


"Kita makan siang yuk." Ajak dokter Anton.


"Ok." Jawab Vira singkat.


Mereka berdua keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke arah lift bersamaan mereka melihat Kakak tirinya dokter Vira yang bernama Bela keluar dari lift.


'Di dalam novel, Kakak tiri pemilik tubuh pura - pura terjatuh dan menuduhku kalau Aku mendorongnya hingga dokter Anton dan teman-teman pemilik tubuhku di benci karena mendorong Kakak tirinya.' Ucap dokter Vira dalam hati.


Grep


Bela berjalan ke arah mereka sedangkan dokter Vira yang sudah tahu jalan ceritanya menarik tangan dokter Anton agar menjauh dari Bela.


"Dokter Anton, ponselku ketinggalan kita kembali ke ruanganku." Ucap dokter Vira sambil masih menarik tangan dokter Anton menuju ke ruangannya.


"Ok." Jawab dokter Anton singkat sambil tersenyum bahagia karena tangannya di pegang oleh dokter Vira.


'Si*lan, Aku ingin mempermalukan adik tiri ku di depan teman - temannya gagal. Dasar jala*g menarik pria tampan yang selama ini Aku incar.' Ucap Bela dalam hati.


'Jala*g kok teriak jala*g, ini baru permulaan masih ada lagi yang membuatmu menjadi malu.' Ucap Vira dalam hati.


Bela berjalan ke arah ruangan dokter Vira dan ingin menjatuhkan dokter Vira di depan teman - temannya.


Dokter Vira berjalan ke arah ruangannya dan tiba-tiba menghentikan langkahnya sambil melepaskan tangannya.


"Maaf, Aku tidak sengaja memegang tangan dokter Anton." Ucap dokter Vira berpura-pura.


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab dokter Anton.


'Aku tahu Kamu berpura-pura tidak sengaja.' Ucap dokter Anton dalam hati.


'Memang Aku berpura-pura sengaja memegang tanganmu tapi Aku terpaksa karena Aku ingin memanas - manasi wanita yang tidak punya malu itu.' Ucap Vira dalam hati sambil membalikkan badannya begitu pula dengan dokter Anton.


"Lho kok tidak jadi ke ruangan?" Tanya dokter Anton.

__ADS_1


"Hehehe... Maaf ternyata ponselku ada di kantong." Jawab dokter Vira sambil tersenyum.


Dokter Anton membalas senyuman dokter Vira membuat hati Bela panas. Bela berjalan ke arah mereka dan bersiap - siap menjatuhkan diri sedangkan dokter Vira yang tahu apa yang dilakukan oleh Bela pura-pura tidak tahu hingga ....


Bruk


Bruk


"Akhhhhhhhh!" Teriak dokter Vira dan Bela bersamaan.


Bruk


Grep


Bela sengaja menyenggol tubuh dokter Vira hingga ke duanya terjatuh namun tubuh dokter Vira di tahan oleh dokter Anton agar tidak terjatuh.


"Kak Bela, kenapa mendorongku? Bahuku sakit sekali." Ucap dokter Vira berpura-pura memegangi bahunya.


"Justru Kamu yang sengaja menabrak ku." Ucap Bela sambil berusaha bangun.


"Memangnya Aku tidak lihat kalau Kamu sengaja menabrak dokter Vira?" Tanya dokter Anton sambil membantu memijat bahu Vira.


"Ssttttttttt... Sakit banget Dok." Ucap dokter Vira berbohong.


"Kenapa bahunya bisa sakit?" Tanya dokter Anton sambil menghentikan pijatannya.


"Semalam Kakak tiriku dan Ibu tiriku memukul bahuku karena Aku tidak sadarkan diri." Jawab dokter Vira sambil mengeluarkan air mata buayanya.


"Kenapa mereka sangat jahat?" Tanya dokter Anton sambil menahan amarahnya.


"Dokter Anton, adikku berbohong." Ucap Bela.


"Diam." Ucap dokter Anton sambil menatap tajam ke arah Bela.


"Seharian Aku bekerja dan hanya makan sedikit karena itulah Aku tidak sadarkan diri namun Ibu tiriku dan Kakak tiriku menyiram air bekas minuman mereka agar Aku sadar lalu mereka memukul bahuku sampai biru." Jawab dokter Vira.


"Karena itulah ketika Kak Bela menabrak ku lagi Aku berteriak kesakitan." Ucap dokter Vira.


"Coba Aku lihat." ucap dokter Anton.


'Tolong Aku.' Pinta dokter Vira dalam hati.


"Lima belas Poin berkurang untuk membuat bahu menjadi biru."


"Lakukanlah." Ucap dokter Vira yang tidak mempunyai pilihan lain.


"Poin berkurang lima belas."


"Iya tunjukkan agar Kami semua yang ada di sini percaya kalau adik kesayanganku, Kami siksa." Ucap Bela sambil tersenyum devil.

__ADS_1


'Cih, itukan kejadian sebulan yang lalu mana mungkin masih ada lebam-lebamnya.' Ucap Bela dalam hati.


Dokter Vira yang bisa mendengar suara hati Bela membuat dokter Vira membuka jas dokternya sambil meringis di mana dokter Vira saat itu memakai kemeja tanpa lengan.


Mata mereka membulat sempurna ketika melihat bahu kanan dokter Vira membiru terlebih Bela. Dirinya sangat terkejut melihat bahu dokter Bela membiru.


"Sekarang kalian percayakan?" Tanya dokter Vira sambil memakai jas dokternya sambil pura-pura meringis menahan rasa sakit.


"Itu tidak mungkin, Vira pasti pura-pura terjatuh dan menuduhku dan Ibuku." Ucap Bela berusaha mengelak.


"Sebentar, Aku ada bukti lagi." Ucap dokter Vira sambil mengambil ponselnya dari saku jas dokternya.


Dokter Vira mengotak atik ponselnya setelah selesai dokter Vira menyimpan kembali ponselnya.


"Silahkan lihat status dan video di Facebook ku dengan nama Vira Razak." Ucap dokter Vira.


Serempak semua mengambil ponselnya dari saku mereka masing-masing kemudian mencari nama Vira Razak hingga mereka membaca status yang dikirimkan oleh dokter Vira. Begitu pula dengan dokter Anton dan Bela karena mereka juga penasaran apa yang di kirim oleh dokter Vera.


"Setiap hari Aku diperlakukan seperti ini, Sampai kapan penderitaanku berakhir? Ibuku di rebut oleh wanita yang bekerja di mansion milik mertua Ibuku sekaligus Oma dan Opa Ku hingga Ibuku meninggal."


"Kejadian itu berawal dari Ayahku membawa seorang wanita bersama putrinya yang berumur lima tahun dan mengatakan kalau mereka akan menikah. Ayahku terpaksa menikah karena hubungan mereka menghasilkan anak haram yaitu Kakakku Bela padahal saat itu Ibuku lagi hamil. Sehari setelah Ibuku meninggal Ayahku menikah dengan wanita itu."


Mereka menahan amarahnya terhadap Bela dan Ibunya kemudian kemudian melihat rekaman cctv video lalu menekan tombol play.


Mereka melihat Ibunya Bela dan Bela menyiksa dokter Vira sampai dokter Vira tidak sadarkan diri. Teriakan kesakitan tidak dipedulikan oleh mereka berdua dan di anggap nyanyian merdu karena ketika mereka menyiksa dokter Vira, mereka tertawa bersama.


Duag


Duag


Duag


Prang


"Akhhhhhhhh..." Teriak Bela.


Bruk


Para pengunjung yang menonton video tersebut melepaskan sepatunya kemudian melemparkan ke arah wajah Bela dan ada juga yang melempar vas bunga, gelas, mic milik properti rumah sakit yang berada di customer service yang di ambil salah satu pengunjung ke arah tubuh Bela. Bela yang mendapatkan serangan mendadak tidak bisa menghindar membuat Bela berteriak kesakitan dan ambruk.


"Berhenti." Pinta dokter Vira.


"Kita beri pelajaran ke wanita yang tidak punya malu ini." Ucap para pengunjung.


"Ya benar, dokter menjadi korban kejahatan mereka jadi sudah sepantasnya mendapatkan hukuman." sambung pengunjung yang lain.


"Apa yang dikatakan mereka benar, Kakakmu harus diberi hukuman. Jadi untuk apa dokter Vira meminta berhenti?" Tanya dokter Anton sambil menahan amarahnya terhadap Bela.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2