VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 26


__ADS_3

Malam menjelang pagi seperti biasa dokter Vira dan Victor sarapan bersama hingga lima belas menit kemudian Victor dan dokter Vira sudah selesai makan dan minum.


"Vira." Panggil Victor setelah mereka berada di ruang keluarga di mana mereka duduk bersebelahan.


"Ya. Jawab dokter Vira sambil memiringkan tubuhnya untuk menatap wajah tampan Victor.


"Aku mendapatkan laporan sepertinya jalan ceritanya tidak sesuai di mana seharusnya Kamu menikah dengan dokter Anton tapi berubah menjadi rencana pembunuhan mu di mana dokter Anton bersama Ibunya dan ke dua putrinya di bantu gadis yang dijodohkan oleh Ibunya dokter Anton." Ucap Victor menjelaskan sambil ikut menatap wajah cantik dokter Vira.


"Kapan mereka akan membunuh pemilik tubuh?" Tanya dokter Vira.


"Ketika Kamu pulang kerja di jalan yang sepi dokter Anton menyuruh orang untuk menculik mu lalu di bawa ke sesuatu tempat setelah itu mereka akan menyiksamu hingga pemilik tubuh meninggal" Jawab Victor menjelaskan.


"Oh ya satu lagi mereka adalah keluarga psychopath yang sudah terbiasa membunuh orang baik perempuan dan pria tanpa membedakan anak kecil ataupun orang yang sudah sangat tua." Sambung Victor.


"Di ingatan pemilik mereka sering menyiksa pemilik tubuh hingga akhirnya meninggal dengan cara mengenaskan." Ucap dokter Vira.


"Kalau begitu Aku akan ikuti permainan mereka." Sambung dokter Vira.


"Aku akan menjaga dirimu dari jarak jauh untuk berjaga-jaga jika Kamu kehabisan energi." Ucap Victor.

__ADS_1


"Ok." Jawab dokter Vira dengan singkat.


"Oh ya, Ayah pemilik tubuh memeluk mendapatkan balasan." Ucap dokter Vira yang ingin menyelesaikan misinya dengan cepat.


"Kalau begitu, datanglah ke mansion untuk memberikan pelajaran ke pria itu." Ucap Victor.


"Baiklah, kebetulan hari ini berangkat jam sepuluh pagi jadi masih ada waktu tiga jam untuk memberikan ke pria yang tidak tahu diri itu." Ucap dokter Vira.


"Ok, pergilah." Ucap Victor.


Tanpa menjawab dokter Vira duduk di pangkuan Victor kemudian mengalungkan ke dua tangannya ke leher Victor.


"Mengisi baterai dulu sampai penuh agar nanti ketika menghukum pria itu Aku tidak kekurangan energi." Jawab dokter Vira dengan nada santai.


Selesai berbicara, dokter Vira membuka kancing kemeja milik Victor satu persatu hingga terlihat perutnya yang berbentuk kotak-kotak.


Victor menyandarkan kepalanya di kepala sofa sambil memejamkan matanya dan menikmati sentuhan dokter Vira.


Dokter Vira menyentuh bidang Victor kemudian mulai meraba-raba tubuh Victor. Hal itu membuat ke dua pipi Victor berubah memerah.

__ADS_1


'Seandainya misi cepat selesai maka secepatnya Aku menikah dengan Vira karena Aku sangat tersiksa.' Ucap Victor dalam hati.


"Tuan harap bersabar, setelah mereka mendapatkan hukuman akan berlanjut ke misi ke dua."


"Sampai berapa kali misi?" Tanya Victor.


"Sampai enam kali misi."


"Kalau begitu, Aku akan mempercepat misi agar Aku tidak tersiksa seperti ini." Ucap Victor.


"Tapi Kalau tamatnya tidak normal maka misi akan ditambahkan."


"Aish ... Menyebalkan." Ucap Victor dengan nada kesal.


"Apa yang Kak Victor pikirkan?" Tanya dokter Vira sambil masih memainkan perut kotak-kotak milik Victor.


"Kakak tadi bertanya sama sistem dan katanya setelah mereka mendapatkan hukuman akan berlanjut ke misi ke dua." Jawab Victor.


"Kok Aku tidak bisa dengar ya?" Tanya dokter Vira sambil membenarkan posisi duduknya.

__ADS_1


"Bisakah, Kamu duduk dengan diam?" tanya Victor dengan wajah semakin bersemu merah.


__ADS_2