VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 24


__ADS_3

Dokter Vira berjalan keluar dari gerbang mansion sambil matanya menatap ke sekeliling lingkungan sekitarnya untuk mencari keberadaan Victor hingga dirinya melihat mobil di parkir dekat rimbunan pepohonan.


Dokter Vira berjalan ke arah mobil dengan langkah cepat hingga dokter Vira berhenti tepat di depan mobil. Dokter Vira membuka pintu belakang pengemudi kemudian masuk ke dalam mobil namun baru saja bokongnya ingin mencium jok mobil terdengar suara yang bikin suasananya semakin dingin.


"Duduk di depan, Aku bukan sopir." Ucap Victor.


Tanpa menjawab dokter Vira turun dari mobil kemudian menutupnya dengan rapat. Dokter Vira kembali membuka pintu mobil tapi kali ini pintu depan samping pengemudi.


Dokter Vira duduk di samping Victor sambil melirik ke arah Victor dengan wajah berbeda.


"Ada apa Kak?" Tanya dokter Vira yang melihat wajah Victor yang tidak bersahabat.


"Duduk di pangkuan ku!" Perintah Victor tanpa menjawab pertanyaan dokter Vira.


Dokter Vira yang bingung dengan perubahan Victor membuat dokter Vira menuruti permintaan Victor. Dokter Vira duduk di pangkuan Victor sambil menatap wajah tampan Victor seperti menahan amarahnya.


"Ada apa?" Tanya dokter Vira sambil mengusap wajah Victor dari mata, pipi, hidung dan bibir membuat Victor memejamkan matanya menikmati sentuhan dokter Vira.

__ADS_1


Cup


Dokter Vira mendekatkan wajahnya ke arah wajah Victor kemudian mencium bibir Victor dengan singkat namun ketika ingin menjauhkan wajahnya, Victor menahan tengkuk dokter Vira kemudian Victor mencium bibir dokter Vira yang sudah menjadi candunya.


Mereka berdua saling berciuman hingga beberapa saat mereka melepaskan ciumannya. Victor mencium leher dokter Vira dan memberikan tanda kemerahan sambil tangan kanannya menarik resleting milik dokter Vira. Sedangkan tangan kirinya menurunkan jok mobil agar sandarannya ke bawah.


'Aku ingin melakukannya.' Bisik Victor.


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya membuat Victor tersenyum bahagia karena bisa memiliki dokter Vira.


"Jangan lakukan karena kalian masih ada beberapa misi yang harus kalian lakukan."


"Jika Kalian melakukannya, Kalian tidak akan kembali ke dunia nyata dan terjebak di dunia Virtual Account."


Victor menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memejamkan matanya untuk menenangkan adik kecilnya yang sudah meronta sejak tadi.


"Vira." Panggil Victor sambil masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Ya." Jawab dokter Vira sambil mengambil dress miliknya kemudian turun dari pangkuan Victor namun Victor memeluk pinggang dokter Vira.


"Berjanjilah padaku untuk tidak melakukan kontak fisik dengan dokter Anton ataupun dengan pria lain kecuali denganku." Pinta Victor sambil membuka matanya.


"Sebelum Aku menjawab permintaan Kak Victor, Aku ingin bertanya dua hal terlebih dahulu." ucap dokter Vira.


"Apa yang ingin Kamu tanyakan?" Tanya Victor sambil mengusap pipi dokter Vira yang sangat mulus dan tidak ada noda cacat sekalipun.


Itu semua berkat sentuhan Victor membuat ke dua pipi dokter Vira yang awalnya cacat akibat ulah jahat dan keji dari ke dua Kakak tirinya dan Ibu tirinya kini berubah menjadi mulus dan sangat cantik.


"Pertanyaan pertama, apakah Kak Victor melihat apa yang Aku lakukan?" Tanya dokter Vira.


"Ya." Jawab Victor singkat yang membenarkan ucapan dokter Vira.


"Pertanyaan ke dua, apakah Kak Victor cemburu?" Tanya dokter Vira sambil menatap ke arah wajah Victor.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2