VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia 7


__ADS_3

Setelah rasa sesaknya berkurang, Maximus membuka folder ke dua yang berisi : Vira di jebak oleh Bela.


Maximus mengklik folder tersebut kemudian menonton rekaman cctv yang ke dua.


xxxxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxxxxx


Bela dan Vira mengobrol pada pesta ulang tahun pernikahan Tuan Alexander sambil sesekali mereka tertawa.


"Vira maaf, Aku ingin ke toilet dulu." Ucap Bela.


"Ok." Jawab Vira singkat.


Bela berjalan meninggalkan Vira hingga Bela berjalan ke arah ruangan khusus para pelayan untuk menemui seorang pelayan dan membisikkan sesuatu sambil memberikan beberapa lembar uang dan pelayan itu pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dan gadis itu pun pergi meninggalkan ruangan khusus para pelayan tersebut menuju ke tempat pesta.


Bela kembali ke temannya yang bernama Vira sambil tersenyum membuat Vira ikut membalas senyumannya.


Mereka berdua kembali mengobrol hingga tidak berapa lama seorang pelayan datang sambil membawa dua gelas yang berisi anggur dan menawarkan anggur untuk ke dua gadis tersebut.


Bela mengambil dua gelas yang berisi anggur tersebut kemudian diberikan ke Vira. Tanpa curiga sedikitpun Vira meminum anggur tersebut begitu pula dengan teman gadis tersebut sambil diam-diam tersenyum menyeringai.


"Aku sangat lelah, kita istirahat di kamarku saja." Ucap Bela.


"Ok." Jawab Vira singkat.


Ke dua gadis itu pun pergi meninggalkan pesta ulang tahun pernikahan sambil sesekali Bela tersenyum jahat. Hingga mereka berhenti tepat di depan pintu lift kemudian Bela menekan tombol lift.


"Aku ingin menemui Kakakku sebentar, Kamu ke kamar dulu saja nanti Aku nyusul." Ucap Bela.


"Ok." Jawab Vira singkat lagi.


Ting

__ADS_1


Pintu lift terbuka kemudian Vira masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut sedangkan Bela berdiri sampai pintu lift tertutup.


"Bela." Panggil seorang pemuda yang tidak lain adalah Vincent kakaknya Bela.


Bela yang namanya dipanggil langsung membalikkan badan nya.


"Tadi Kakak melihat temanmu sudah masuk ke dalam lift?" Tanya Vincent.


"Benar, teman Kakak sudah menunggu di depan pintu lift kan?" Tanya Bela.


"Sudah dong, kenapa Kamu ingin merusak temanmu?" Tanya Vincent.


"Bukahkah Kakak sudah tahu?" Tanya Bela.


"Sudah, hanya saja Kakak tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Daddy." Jawab Vincent.


"Aku terpaksa melakukan ini karena Aku tidak bisa menolak permintaan Daddy dan Kakak untuk mencari seseorang untuk menjebak Tuan Maximus.' Ucap Bela.


Rekaman cctv langsung terpotong di mana rekaman cctv berganti tentang rekaman Vira yang sedang keluar dari kotak persegi empat tersebut.


Bugh


Bruk


Vira berjalan dengan santai menuju ke arah kamarnya namun baru beberapa langkah salah seorang memukul tengkuk Vira membuat Vira langsung tidak sadarkan diri.


Pria itupun menggendong Vira kemudian membalikkan badannya bersamaan kedatangan seorang pria.


"Gadis itu sudah pingsan dan sekarang tugas terakhir kita membawa gadis ini ke kamar Tuan Maximus." Ucap pria tersebut yang membawa Vira.


"Ok. Mengenai kartu akses nya, Tuan Vincent sudah memberikannya padaku." Ucap temannya sambil menekan tombol lift.

__ADS_1


Ting


Pintu lift terbuka mereka masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut hingga pintu lift tertutup.


Ting


Pintu lift kembali terbuka mereka keluar dari kotak persegi empat tersebut kemudian berjalan ke arah kamar di mana Maximus menginap. Sampai di depan pintu salah satu pria yang tidak menggendong Vira menggesek kartu akses hingga terdengar suara klik.


"Pekerjaan terakhir membuatku sangat tersiksa." Ucap pria tersebut sambil mendorong pintu tersebut dengan lebar agar temannya bisa masuk ke dalam karena membawa Vira yang tidak sadarkan diri.


"Kenapa sangat tersiksa?" Tanya temannya sambil berjalan masuk ke kamar Maximus diikuti oleh teman pria tersebut.


Rekaman terhenti persekian detik dan berubah suasana kamar lebih tepatnya kamar Maximus.


"Karena Kita berdua membuka pakaian gadis ini hingga polos tanpa sehelai benangpun. Jujur itu membuatku sangat tersiksa melihat tubuh polosnya.' Ucap pria tersebut sambil meletakkan tubuh Vira.


"Akupun juga sama tapi Kita tidak ada waktu karena sewaktu - waktu Tuan Maximus datang dan rencana Tuan Besar Alexander dan Tuan Muda Vincent menjadi berantakan dan bisa dipastikan Kita akan dihukum berat." Ucap temannya sambil melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Vira dengan di bantu oleh temannya.


"Betul juga sih, setelah tugas ini selesai Aku langsung menyewa wanita untuk Aku jadikan penghangat ranjang ku." Ucap pria tersebut dengan suara mulai berat karena melihat tubuh polos Vira.


"Aku juga, lihatlah tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun membuat Aku ingin melakukan hubungan suami istri." Ucap pria tersebut sambil menjilati bibirnya.


"Sayangnya kita tidak ada waktu." Ucap temannya sambil menutupi tubuh polos Vira sampai tidak terlihat dengan menggunakan selimut.


Setelah selesai mereka pergi meninggalkan kamar tersebut dan tidak berapa lama datang Maximus memasuki kamarnya.


xxxxxxxxxx Rekaman CCTV OFF xxxxxxxxxx


"Akhhhhhhhhhhhhhh..." Teriak Maximus.


"Betapa jahatnya Aku, maafkan Aku." Ucap Maximus menyesali perbuatan sekaligus menyesali semua perkataannya yang sangat menyakitkan.

__ADS_1


__ADS_2