
"Maaf Nona, apakah Nona sangat yakin bertunangan dengan Tuan muda?" Tanya pelayan tersebut dengan wajah takut.
"Memangnya kenapa?" Tanya Vira pura-pura tidak tahu.
Waktu Berhenti
"Sebelumnya pelayan ini pernah mengingatkan ke pemilik tubuh tapi pemilik tubuh tidak mau mendengarkannya dan tetap menerima lamarannya hingga akhirnya menikah."
"Cintanya terlalu buta hingga tidak melihat kalau calon tunangannya sangat jahat hingga akhirnya pemilik tubuh meninggal dunia dengan cara bunuh diri." ucap Vira.
"Pria itu otaknya di cuci oleh Ibu Tiri dan Adik tiri dari pemilik tubuh karena itulah pria itu terpengaruh."
"Dasar pria tidak punya pendirian, mudah terpengaruh dengan omongan orang lain sama seperti Ayah pemilik tubuh." ucap Vira dengan nada kesal.
"Benar sekali."
Waktu Kembali Berjalan
"Maaf Nona, Saya merasa Tuan Muda bukan pria baik-baik." Jawab pelayan tersebut dengan wajah takut.
"Kenapa Kamu bisa bilang begitu?" Tanya Vira.
"Saya tidak tahu hanya perasaan Saya kalau Tuan Muda Moko sangat jahat sama seperti Nyonya besar dan Nona Muda Valen." Jawab pelayan tersebut.
Bruk
"Maaf Nona, kalau Saya lancang." Sambung pelayan tersebut sambil berlutut.
Grep
__ADS_1
"Bangunlah." Ucap Vira sambil memegang ke dua bahu pelayan tersebut agar berdiri.
"Baik Nona." Jawab pelayan tersebut sambil berdiri.
"Setelah Aku mendengar apa yang Kamu katakan membuatku berpikir untuk membatalkan pertunangan ini." Ucap Vira sambil tersenyum.
"Benarkah?" Tanya pelayan tersebut.
"Tentu saja." jawab Vira dengan nada yakin.
Brak
"Vira!" teriak Ibu tirinya sambil membuka pintu kamar Vira dengan kasar.
"Bisa tidak kalau buka pintu tidak kasar dan tidak perlu berteriak?" Tanya Vira dengan nada satu oktaf.
"Dasar anak kurang ajar!" teriak Ibu tirinya sambil berjalan ke arah Vira dan bersiap menampar Vira.
Grep
"Jangan pernah coba untuk menamparku karena Aku tidak akan berdiam diri seperti dulu." Ucap Vira sambil menahan tangan Ibu tirinya.
"Ada apa ini?" Tanya pria paruh baya yang merupakan suami sekaligus Ayah kandung dari pemilik tubuh yang tiba-tiba datang bersama putrinya yang bernama Valen.
Di susul Moko dan orang tua Moko yang berdiri di belakang Valen sambil menatap Vira dengan wajah terkejut karena berani melawan Ibu tirinya.
"Tanyakan sama pengemis itu." Ucap Vira dengan nada ketus kemudian mendorong tubuh Ibu tirinya dengan setengah tenaganya.
Brak
__ADS_1
Bruk
"Akhhhhhhhhhhh... Sakit!" Teriak Ibu tirinya.
Walau setengah tenaga yang dikeluarkan oleh Vira namun tubuh Ibu tirinya terdorong keras ke depan hingga kepalanya terbentur mengenai ranjang kayu milik pemilik tubuh.
Hal itu membuat kepalanya mengeluarkan darah segar hingga Ibu tirinya berteriak kesakitan.
"Dasar anak kurang ajar! Beraninya Kamu mengatakan Mommy mu seorang pengemis!" teriak Ayah pemilik tubuh.
Bruk
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Kakak, Mommy sangat menyayangi Kakak melebihi Aku tapi kenapa Kakak sangat jahat sama Mommy?" Tanya Valen sambil berlutut dan terisak.
"Dia bukan Mommyku! Mommyku meninggal karena ulah wanita ular itu!" Bentak Vira.
"Apakah Daddy lupa kalau wanita pengemis sekaligus wanita yang tidak tahu diri itu dulunya seorang pengemis? Hingga Mommy tidak tega dan membawanya ke mansion dan di perkerjakan sebagai seorang pelayan namun wanita jahat itu merebut suaminya dan akhirnya Mommy meninggal dunia karena Daddy selingkuh dengan wanita pengemis sekaligus wanita yang tidak punya hati seperti seorang iblis." Sambung Vira dengan nada satu oktaf.
"Untuk Kamu Valen, Kamu itu anak seorang pengemis sama seperti Mommymu yang di tolong oleh Mommyku tapi dengan tidak punya rasa bersalah merebut Daddy hingga Mommyku meninggal. Jadi jangan buang air mata buayamu di depan Moko dan ke dua orang tuanya." Ucap Vira.
"Apa? Apakah memang benar begitu?" Tanya orang tua Moko yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vira.
"Itu tidak benar." Jawab ke dua orang tua pemilik tubuh.
"Dasar anak ku ..." ucapan Ayah dari pemilik tubuh terpotong oleh Vira.
"Kalian ingin bukti, baiklah." Ucap Vira sambil mengeluarkan ponselnya.
'Mana mungkin anak si alan itu mempunyai bukti.' Ucap Ibu tirinya dan adik tirinya pemilik tubuh dalam hati secara bersamaan.
__ADS_1