
Tiba-tiba ponsel milik Bela berdering sekali membuat Bela membuka ponselnya untuk melihat isi pesan tersebut.
"Rencana berubah, bilang sama temanmu Kamu ingin menemui Kakak di lantai tiga karena ada suatu hal yang sangat penting untuk dibicarakan. Kakak sudah menyuruh ke tiga gadis itu mendorong temanmu di lantai tiga sampai ke lantai dua selain itu Kakak juga ada rencana lain untuk memperkuat bukti kalau temanmu sangat jahat."
"Ok." Jawab Bela.
Bela membalas pesan dari Kakaknya kemudian langsung mengirim pesan.
"Vira, maaf Kakakku kirim pesan katanya ada yang ingin dibicarakan." Ucap Bela.
"Ok." Jawab Vira singkat pura-pura tidak tahu.
Merekapun berjalan ke arah lift kemudian Bela menekan tombol hingga tidak berapa lama pintu lift terbuka. Vira dan Bela masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian Bela menekan tombol lantai tiga.
"Bela." Panggil Vira.
"Ya." Jawab Bela singkat tanpa menatap wajah Vira.
"Aku ingin bertanya jika ada harimau yang sangat lapar, lalu Kamu ada dua pilihan mengorbankan dirimu menjadi santapan nya atau mengorbankan Aku menjadi santapan nya?" Tanya Vira sambil menatap Bela.
"Tentu saja Aku akan memilih Aku sebagai santapannya." Jawab Bela sambil tersenyum.
'Tapi dalam mimpi, tentu saja Kamu yang akan menjadi santapannya.' Sambung Bela dalam hati.
'Hehehehe sudah Aku tebak kalau Kamu tidak akan mungkin berubah.' Ucap Vira sambil tertawa namun dalam hati.
__ADS_1
"Kamu memang sahabat baikku." Ucap Vira.
"Tentu saja." Jawab Bela sambil tersenyum.
'Cihhh... Sampai kapanpun Aku sangat membencimu dan semoga saja rencana kali ini tidak gagal.' Ucap Bela dalam hati.
'Kita lihat saja.' Ucap Vira dalam hati.
Ting
Pintu lift terbuka mereka pun keluar dari kotak persegi empat tersebut kemudian mereka berjalan ke arah kamar 555.
"Aku tunggu di luar saja." Ucap Vira yang tidak ingin masuk ke dalam kamar hotel tersebut.
Setelah mendapatkan jawaban Bela masuk ke dalam sedangkan Vira melihat ada tiga gadis berjalan ke arah tangga yang tidak jauh dari lift.
'Itu mereka.' Ucap Vira dalam hati hingga dirinya melihat Maximus keluar dari kotak persegi empat tersebut dan berjalan ke arah dirinya.
Ceklek
Pintu kamar hotel tersebut terbuka ternyata Bela keluar dari kamar tersebut dan Bela mengajak Vira berjalan ke arah lift. Vira dan Bela kini berjalan dengan santai hingga mereka hampir melewati tangga.
Sesuai perkiraan Vira kalau sebentar lagi ada tiga gadis yang menunggu dirinya untuk mendorong tubuhnya dengan di bantu Bela.
Maximus yang berjalan saling berhadapan dengan tatapan elangnya melihat ada tiga gadis bersembunyi dan gerakannya mencurigakan.
__ADS_1
'Jangan-jangan mereka ingin mendorong tubuh Vira.' Ucap Maximus dalam hati sambil berjalan untuk mendekati Vira dan Bela.
'Kenapa ada pria arogant itu?' Tanya Bela dalam hati dengan perasaan kuatir takut rencana jahatnya ketahuan.
'Pria jahat itu bisa menggagalkan rencanaku.' Ucap Vira dalam hati.
'Buat pria jahat itu tidak boleh membuat rencana ku gagal.' Ucap Vira dalam hati.
"Sesuai jalan cerita."
Tiba-tiba ponsel milik Maximus berdering membuat Maximus yang hampir menemui ke tiga gadis tersebut membatalkannya kemudian mengambil ponselnya dari saku kemejanya.
Ketika melihat siapa yang menghubungi dirinya membuat Maximus pergi menjauh kemudian menggeser tombol berwarna hijau.
Tepat di depan tangga ke tiga gadis tersebut keluar dari persembunyian ketika melihat Bela dan Vira berjalan melewati tangga.
"Kepalaku kenapa mendadak pusing?" Tanya Vira pada dirinya sendiri.
"Akhhhhhhhhhhhhhh !" teriak Bela dan ke tiga temannya secara bersamaan.
Ketika Vira berada di tengah-tengah pura menarik tangan Bela agar berdiri di tengah - tengah sambil memundurkan tubuhnya
Ke tiga gadis tersebut yang ingin mendorong Vira tanpa sengaja mendorong tubuh Bela membuat Bela terkejut menarik tangan ke dua temannya dan ke dua temannya ikut menarik teman satunya hingga ke empat gadis tersebut terguling-guling di tangga hingga ke lantai dua.
"Nona Valen, kenapa tiga gadis itu yang terjatuh?" Tanya sesorang gadis.
__ADS_1