VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Draft


__ADS_3

"Energiku sudah terisi penuh dan terima kasih atas bantuannya." Jawab Vira.


Victor hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka turun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamar tamu.


"Mau kemana?" Tanya Victor yang melihat Vira berjalan ke arah kamar.


"Aku ingin mengambil surat berharga dan harta berharga milik Ibuku." Ucap Vira sambil berjalan ke arah kamar orang tuanya.


"Buat apa? Semua harta itu tidak bisa Kamu miliki karena sebentar lagi Kamu akan masuk ke dunia virtual account." Ucap Victor.


Ceklek


"Semua harta ini akan Aku bagikan ke semua penghuni mansion karena Mereka pantas mendapatkannya. Apakah Tuan Victor mengenal notaris untuk mengurus semua dokumen?" Tanya Vira sambil membuka pintu kamar.


"Tentu saja, Aku akan menghubungi notaris dan pengacaraku untuk mengurus ini semua." Jawab Victor.


"Terima kasih atas bantuannya." Ucap Vira sambil masuk ke dalam kamar orang tuanya.


Vira menatap sekeliling kamar sambil menekan pelipisnya hingga Vira melihat ada brangkas di balik lukisan Ayah kandungnya bersama istrinya sekaligus Ibu tirinya Vira.


Vira berjalan ke arah lukisan tersebut kemudian menurunkan lukisannya setelah selesai Vira kembali menekan pelipisnya untuk mengetahui kode brangkas.

__ADS_1


Vira menekan tombol hingga beberapa saat terdengar suara klik tanda brangkas terbuka barulah Vira membuka pintu brangkas kemudian Vira mencari sesuatu untuk membawa semua uang, perhiasan, logam mulia dan surat berharga.


Vira melihat ada tas ukuran sedang kemudian Vira memasukkan semua harta milik Ibunya dan juga milik Ibu tirinya tepatnya Ibu tirinya mengumpulkan hartanya milik Ibu kandungnya Vira.


Orang tua Ibu kandungnya Vira sangat kaya hingga Ibunya Vira jatuh cinta dengan Ayahnya Vira dan akhirnya menikah. Seiring berjalannya waktu Ayah kandungnya Vira yang tidak mempunyai apa-apa selingkuh yang membuat Ibunya Vira meninggal.


Ibu tirinya Vira sama seperti Ayah kandungnya Vira yang tidak mempunyai apa-apa tapi karena Ibunya Vira kaya mereka menguasai harta kekayaannya karena itulah Vira mengambil semua milik Ibunya Vira.


Vira masih memasukkan semua harta milik Ibunya Vira sedangkan Victor menghubungi orang kepercayaannya.


"Aku bisa kan memakai kalung milik Ibuku?" Tanya Vira sambil memegang kalung peninggalan Ibunya.


"Bisa saja, sini Aku bantu memakaikannya." jawab Victor sambil menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya setelah menghubungi orang kepercayaannya.


Victor hanya diam dan menerima kalung tersebut kemudian memakaikannya di leher Vira.


"Sudah." Jawab Victor.


Cup


Vira membalikkan badannya kemudian mengecup pipi Victor membuat wajah Victor merona.

__ADS_1


"Kenapa menciumiku?" Tanya Victor sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Sebagai ucapan terima kasih karena Tuan Victor menyelamatkan Aku dan memakaikan kalung milik Ibuku." Jawab Vira.


"Kamu tidak marah?" Tanya Victor.


"Marah kenapa?" Tanya Vira bingung.


"Karena Aku memasukkan alat-alat yang canggih ke dalam tubuhmu hal itu membuatmu tidak lagi menjadi manusia seutuhnya." Jawab Victor.


"Kehidupanku sebelumnya Aku sangat menderita dan ingin membalas perbuatan mereka tapi Aku tidak mempunyai kekuatan. Kini Aku bisa melawan mereka dan Aku sangat senang membuat mereka menderita." Ucap Vira menjelaskan.


"Jadi bagaimana mungkin Aku marah dengan Tuan Victor." Sambung Vira.


Victor hanya tersenyum membuat Vira membalas senyuman Victor dengan tulus. Senyuman tulus yang sudah lama hilang sejak Ibunya meninggal.


"Kita pergi dari sini sambil membawa tas ini." Ucap Vira sambil mengangkat tas tersebut.


"Biar Aku yang membawanya." Ucap Victor.


"Ok." Jawab Vira singkat sambil menyerahkan tasnya ke Victor.

__ADS_1


Victor menerima tas tersebut kemudian mereka berjalan ke arah pintu bersamaan pintu tersebut terbuka.


"Apa yang Kamu lakukan di sini? Siapa pria itu?" Tanya pria paruh baya sambil menatap tajam ke arah Vira.


__ADS_2