
Vira mencari aplikasi video kemudian menekan tombol play lalu memperlihatkan ke mereka.
Rekaman cctv yang berada di dalam mobil
"Sayang, kasihan pengemis itu bersama bayinya bagaimana kalau Kita tolong?" Tanya Ibunya Vira sambil membelai putrinya yang bernama Vira.
"Menolong bagaimana?" Tanya suaminya.
"Pekerjakan pengemis itu menjadi pelayan Kita dan anaknya Kita sayangi seperti Kita menyayangi putri Kita Vira." Ucap istrinya.
"Terserah Mommy." Ucap suaminya.
Sepasang suami istri itupun keluar dari mobil dan pengemis itudi ajak untuk masuk ke dalam bersama putrinya kemudian mobil itupun pergi meninggalkan tempat tersebut.
Rekaman CCTV berubah dan kini berganti di mansion.
"Ini pakaian ganti dan mengenai pekerjaan mulai besok Kamu bekerja membantuku." Ucap Kepala pelayan sambil memberikan beberapa steel pakaian.
"Baik." Jawab wanita tersebut sambil menerima beberapa steel pakaian.
xxxxxxxxxx
__ADS_1
Vira mematikan ponselnya kemudian menatap ke arah Ririn yang merupakan Ibu Tiri pemilik tubuh kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Valen di mana wajah mereka pucat pasi.
"Seorang pengemis yang di tolong oleh Mommy ku diam-diam menyukai Daddy ku dan akhirnya Kalian berhubungan. Sungguh tidak punya rasa malu dan terima kasih atas kebaikan Mommy ku." Ucap Vira dengan wajah sinis.
"Seandainya saja hati Mommy tidak seperti malaikat pasti saat ini Kamu dan putrimu masih menjadi pengemis." Sambung Vira.
"Stop, jangan permalukan Mommy mu!" bentak Ayahnya Vira.
"Wanita ini jelas-jelas seorang pengemis dan Dia bukan Mommy ku. Gara - gara Daddy menjalin hubungan dengan wanita pengemis itu membuat Mommy meninggal." Ucap Vira dengan nada tinggi.
"Dasar anak durhaka!" teriak Ayahnya Vira sambil mengangkat tangannya ke atas.
"Daddy sadarlah, wanita itu sangat jahat karena telah membuat Mommy meninggal dunia terlebih sering menyiksaku." Ucap Vira sambil menahan tangan Ayah dari pemilik tubuh.
'Cihhhhh... Aku terpaksa mengatakan ini karena sebenarnya Anda ikut andil dalam kejahatan mereka.' Sambung Vira dalam hati kemudian menekan tangannya.
"Akhhhhhhhh... Sakit! Lepaskan!" Teriak Ayah dari pemilik tubuh.
"Sakit kenapa Daddy?" Tanya Vira sambil melepaskan tangannya dan menatap Ayah dari pemilik tubuh dengan tatapan pura-pura bingung.
'Rasakan Kamu, pria jahat.' Ucap Vira dalam hati.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Ayah dari pemilik tubuh dan juga yang lainnya kalau Vira dengan sengaja menekan tangannya. Hal itu mengakibatkan pergelangan tangannya ada yang retak.
"Kenapa tanganku sangat sakit dan tidak bisa digerakkan? Apa yang Kamu lakukan?" Tanya Ayah dari pemilik tubuh dengan nada satu oktaf.
"Aku tidak melakukan apa-apa." Jawab Vira dengan wajah polos.
"Ehem ... Maafkan kalau Aku menyela ... Bagaimana acara pertunangan putra Kami dengan Vira?" Tanya Ibunya Moko.
"Maaf Nyonya, acara pertunangannya batal karena untuk saat ini Aku ingin menyelesaikan masalah keluarga Kami." Ucap Vira.
"Kalau begitu, bagaimana kalau putri Kami yang bernama Valen yang menggantikan Kakaknya?" Tanya Ririn tanpa punya rasa malu sedikitpun.
"Anda itu seorang pengemis, apa pantas putra Kami yang sangat tampan dan menjadi pewaris satu-satunya menikah dengan seorang anak pengemis?" Tanya Ayahnya Moko dengan nada menghina.
"Kamu itu wanita yang tidak tahu diri dan muka tembok. Sudah di tolong tapi tidak tahu terima kasih seperti kata pepatah air susu di balas dengan air tuba, dasar wanita ular." Ucap Ibunya Moko.
"Cukup! Jangan menghina putriku, lebih baik kalian pergi dari sini!" Usir Ririn.
"Kamu dan putrimu juga pergi dari sini!" Teriak Vira yang tidak mau kalah.
"Kamu tidak akan bisa mengusirku karena yang ada Kamulah yang akan pergi dari mansion ini." Ucap Ririn sambil menjentikkan jarinya.
__ADS_1