
"Memang kenapa?" Tanya dokter Vira sambil masih menggerakkan pinggulnya.
Grep
"Apa Kamu tidak merasakan ada sesuatu yang bergerak?" Tanya Victor.
Dokter Vira merasakan ada yang mengganjal di bagian bawahnya membuat dokter Vira menghentikan gerakannya.
"Sudah tahukan? Jadi jangan menggerakkan pinggul mu kalau tidak mau Aku makan." Ucap Victor.
Cup
Tanpa menjawab dokter Vira mencium bibir Victor dengan singkat namun ketika dokter Vira melepaskan ciumannya Victor memegang tengkuk dokter Vira kemudian me x lu x mat x nya.
Dokter Vira membalas ciuman Victor sambil menyentuh perutnya yang kotak-kotak membuat Victor tersenyum sambil melepaskan satu persatu kancing kemeja dokter Vira.
"Energi terisi penuh."
Dokter Vira langsung mendorong tubuh Victor kemudian turun dari pangkuan Victor.
"Aish... Padahal Aku ingin banget melakukannya." Ucap Victor dengan nada kesal.
Tanpa menjawab dokter Vira duduk kembali di pangkuan Victor namun ketika kulit mereka bersentuhan ...
__ADS_1
"Energi sudah penuh jika di paksa bisa membahayakan nyawa Vira."
"Tidak apa-apa asalkan Kak Victor tidak marah padaku." Jawab dokter Vira sambil duduk di pangkuan Victor.
"Tidak, lebih baik Kamu pergilah memberikan pelajaran ke pria itu agar misimu segera selesai dan Kita akan segera menikah." Ucap Victor yang tidak ingin dokter Vira terluka sambil mendorong tubuh dokter Vira.
"Kak Victor yakin dan tidak marah padaku?" Tanya dokter Vira.
"Sangat yakin dan Kakak tidak marah padamu, sekarang pergilah selesaikan misi secepatnya." Jawab Victor.
Dokter Vira hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan meninggalkan mansion milik Victor menuju ke arah mansion milik orang tua pemilik tubuh yang berada di sebrang.
"Lebih baik Aku mandi air dingin agar adik kecilku bisa tidur dengan nyenyak." Ucap Victor sambil berjalan menuju ke arah tangga.
Hal itu dikarenakan para bodyguard yang berjaga mengenal dokter Vira karena itulah dokter Vira boleh masuk ke dalam mansion.
"Paman, apakah orang tua ku datang ke sini?" Tanya dokter Vira.
"Datang Nona." Jawab kepala pelayan.
"Ada di mana sekarang?" Tanya dokter Vira.
"Di kamarnya, Nona." Jawab Kepala pelayan.
__ADS_1
Dokter Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Vira berjalan ke arah tangga menuju ke lantai dua.
Ceklek
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dokter Vira membuka pintu kamar orang tuanya namun arah pandangannya yang awalnya menatap ke arah depan langsung memalingkan wajahnya ke arah samping.
Betapa tidak sepasang kekasih dengan tubuh polos tanpa sehelai benangpun di mana pria tersebut adalah Ayah kandung dari pemilik tubuhnya yang berada di atas sedangkan kekasihnya berada di bawah.
"Dasar anak kurang ajar, beraninya masuk tanpa mengetuk pintu!" Teriak pria tersebut sambil menarik tombak sakti nya.
Pria tersebut turun dari ranjang kemudian mengambil celana boxernya lalu memakainya sedangkan wanita tersebut menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya sambil menahan amarahnya.
"Siapa wanita jal*ng itu?" Tanya dokter Vira tanpa menjawab bentakan pria tersebut.
"Hei! Aku bukan wanita jal*ng!" Teriak wanita itu yang tidak terima ucapan dokter Vira.
"Kalau bukan jal*ng lalu apa? Belum menikah tapi melakukan itu." Ucap dokter Vira.
"Kamu!" Teriak wanita tersebut sambil turun dari ranjang sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimutnya untuk memberikan pelajaran ke dokter Vira.
Pria itu pun tidak terima kekasihnya di hina oleh dokter Vira membuat pria tersebut berjalan ke arah dokter Vira yang masih memalingkan wajahnya.
"Sepertinya pelajaran yang diberikan dua wanita ular itu tidak cukup karena itu Daddy akan memberikan pelajaran sama seperti yang Daddy lakukan pada Ibumu." Ucap pria tersebut.
__ADS_1