
Di tempat yang berbeda tepatnya di kantin rumah sakit di mana dokter Vira sedang makan bersama dokter Anton.
"Uhuk... Uhuk ... Uhuk..."
Grep
Tiba-tiba dokter Vira terbatuk-batuk membuat dokter Vira buru-buru mengambil gelas bersamaan dokter Anton memegang juga ingin memegang gelasnya. Dokter Vira yang mengetahuinya langsung menarik tangannya sebelum mereka bersentuhan.
"Maaf, Aku ingin mengambil minuman untukmu." Ucap dokter Anton sambil memberikan gelas yang berisi air mineral.
"Uhuk... Uhuk ... Terima ... Uhuk .... Kasih... Uhuk..." Ucap dokter Vira sambil terbatuk-batuk dan menerima gelas pemberian dokter Anton.
Dokter Vira langsung meminum hingga habis tanpa sisa kemudian meletakkan gelas kosong tersebut ke atas meja bersamaan batuknya menghilang.
'Siapa yang memaki Aku?' Tanya dokter Vira dalam hati sambil kembali makan.
"Ibu tirimu."
"Kenapa?"
"Salah satu pelayan memberitahukan ke teman-temannya tentang apa yang Kamu buat di medsos hingga Ibu tirimu tahu dan membanting ponsel milik pelayannya sambil memaki-maki dirimu."
"Awas saja akan Aku balas perbuatannya." ucap dokter Vira.
__ADS_1
"Ingat jangan memberikan hukuman yang ekstrem."
"Iya, tenang saja." Jawab dokter Vira dengan nada santai.
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan bersamaan ponsel milik dokter Vira berdering tanda ada orang yang menghubungi dirinya.
Sambil berjalan dokter Vira mengambil ponselnya dari dalam jasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
'Nyonya Veni.' Ucap dokter Vira dalam hati
"Dia Ibu tirimu, siap-siap Dia memaki mu."
Dokter Vira menekan tombol hijau kemudian dengan sengaja menekan tombol loud speaker agar orang-orang mendengarkan.
("Halo Mom." Panggil dokter Vira dengan nada lembut).
Serempak semua menatap ke arah dokter Vira dan bergantian menatap ke ponselnya membuat dokter Vira meminta maaf dengan menundukkan kepalanya dan bicara dengan menggunakan bahasa bibir mengingat dirinya sedang menerima telepon kemudian dokter Vira menonaktifkan loudspeaker.
("Jangan di nonaktifkan." pinta dokter Anton yang ingin mendengar percakapan Nyonya Veni).
("Iya jangan, Aku ingin dengar." Ucap salah satu pengunjung yang merasa kepo).
("Aku juga." Jawab mereka bersamaan).
__ADS_1
Tut Tut Tut Tut
Sebelum dokter Vira menjawab Nyonya Veni memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.
"Putus." Ucap dokter Vira sambil memperlihatkan ponselnya ke arah dokter Anton dan para pengunjung yang ada di sana.
"Wanita ular itu pasti malu makanya langsung diputuskan." Ucap salah satu pengunjung.
"Sudah pasti." Jawab mereka bersamaan.
Tiba-tiba datang seorang wanita berjalan ke arah dokter Vira sambil tersenyum menyeringai.
"Oh ya tadi di tulis di status medsos dokter Vira menulis : Kejadian itu berawal dari Ayahku membawa seorang wanita bersama putrinya yang berumur lima tahun dan mengatakan kalau mereka akan menikah. Ayahku terpaksa menikah karena hubungan mereka menghasilkan anak haram yaitu Kakakku Bela padahal saat itu Ibuku lagi hamil. Sehari setelah Ibuku meninggal Ayahku menikah dengan wanita itu. Benar bukan dokter Vira yang menulis?" Tanya wanita tersebut.
'Siapa wanita itu?' Tanya dokter Vira dalam hati.
"Orang suruhan Nyonya Veni."
Dokter Vira hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian wanita itu mulai berbicara lagi.
"Aku ingin bertanya waktu itu Ibunya dokter Vira meninggal dalam kondisi hamil ketika suaminya menikah lagi tapi kenapa dokter Vira masih hidup? Apa jangan-jangan dokter Vira mengarang karena Ayahnya lebih sayang dengan Kakaknya yang bernama Bela? Padahal Ibu Tiri dan Kakak tiri dokter Vira sangat sayang sama dokter Vira tapi kenapa di balas mengirim video palsu?" Tanya wanita tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Bisa dijelaskan." Pinta dokter Anton.
__ADS_1
"Ya betul, bisa jelaskan ke kami." Ucap salah satu pengunjung.
"Setuju." Jawab para pengunjung lainnya.