VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Komik : Derita Istri Yang Teraniaya


__ADS_3

'Aku tidak terima perbuatan mereka dan ingin rasanya membalas perbuatan mereka. Jika diberikan kesempatan ke dua Aku ingin membalas perbuatan mereka.' Ucap Vira dalam hati kemudian menggigit lidahnya agar dirinya benar-benar mati.


Hal itu dilakukan karena dirinya sudah benar-benar hancur. Suaminya selingkuh di malam pertamanya dengan adik tirinya kemudian di per x ko x sa oleh suaminya lalu anak buah suaminya akan melakukan hubungan suami istri secara bergiliran.


Vira perlahan menutup matanya sambil membawa dendam terhadap orang-orang yang telah menyakiti dirinya.


"Selamat datang di dunia Virtual Account."


"Sebentar lagi Anda akan masuk ke dalam Komik : Derita Istri Yang Teraniaya."


"Di mana suaminya berselingkuh dengan adik tirinya dan berakhir istrinya meninggal dunia karena bunuh diri."


"Tugasmu adalah mengubah komik agar istri sebagai pemeran utama wanita tidak ditindas lagi oleh suaminya ataupun keluarga pemeran utama wanita dan membuat pemeran utama pria menyesali perbuatannya karena telah membuat istrinya meninggal secara tragis.''


"Kenapa pria jahat itu sebagai pemeran utama pria? Seharusnya sebagai pemeran antagonis." Ucap Vira dengan nada kesal.


"Pria itu sebenarnya baik tapi karena pengaruh keluarga pemilik tubuh membuat pria itu menjadi jahat."


"Apakah ada pemeran utama pria lainnya?" Tanya Vira.


"Tidak ada, tugasmu membuat pria itu sadar dan menyesali perbuatannya."


"Baiklah, tapi di mana Kak Victor?" Tanya Vira yang tidak melihat Victor waktu misi ke dua.


"Apa dirimu merindukannya?"


"Aku tidak merindukannya." Jawab Vira.


"Lalu untuk apa mencarinya?"


"Bukankah Kak Victor pengisi dayaku? Jika Kak Victor tidak ada lalu dengan siapa Aku mengisi dayaku?" Tanya Vira beralasan.

__ADS_1


"Ada di suatu tempat nanti Kamu akan tahu."


"Oke." Jawab Vira singkat.


"Bip ... Nona sedang terhubung."


"Sedang Membaca Ingatan."


"BIP ... Membaca Ingatan sudah selesai, semua Otoritas sudah terbuka."


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Otoritas / kewenangan: sarana untuk menjamin ketaatan dengan menghindari perlunya persuasi dan argumen rasional di satu sisi serta tekanan dan paksaan di sisi lainnya. Jika “kekuasaan” merujuk pada kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, maka “otoritas” berarti hak untuk mempengaruhi orang lain tersebut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Vira perlahan membuka matanya dan melihat asisten pemilik tubuh menggendong Vira untuk di bawa ke rumah sakit.


"Kenapa Aku kembali ke dunia Virtual Account?" Tanya Vira dengan wajah bingung.


"Maaf Nona, Nona masuk ke dunia komik ketika keluarga calon suami pemeran utama wanita datang untuk melamar pemeran utama wanita di depan keluarganya."


"Itu lebih bagus dengan begitu kehormatannya masih terjaga." Ucap Vira.


"Bip ... Nona sedang terhubung."


"Sedang Membaca Ingatan."


"BIP ... Membaca Ingatan sudah selesai, semua Otoritas sudah terbuka."


"Nona berada di kamar dan sudah di rias untuk acara lamaran."

__ADS_1


"Nona Vira sangat cantik memakai gaun putih." ucap pelayan tersebut yang membantu merias wajah Vira.


"Terima kasih." Jawab Vira sambil tersenyum.


'Siapa pelayan ini?' Tanya Vira.


Waktu Berhenti


"Dia adalah pelayan setia yang ikut Ibu dari pemilik tubuh sebelum menikah dengan Ayah pemilik tubuh dan sering di tindas oleh Ibu tiri dan adik tiri pemilik tubuh."


"Aku membaca ingatan dari pemilik tubuh kalau Ibu tiri dari pemilik tubuh dulunya seorang pengemis hingga Ibu dari pemilik tubuh tidak tega dan membawanya ke mansion dan di perkerjakan sebagai seorang pelayan namun tanpa di sangka wanita jahat itu merebut suaminya dan akhirnya Ibu dari pemilik tubuh meninggal dunia karena suaminya selingkuh." Ucap Vira sambil menahan amarahnya terhadap Ibu tiri pemilik tubuh.


"Memang benar karena itulah tugas Nona membalaskan dendam ke mereka termasuk Ayah dari pemilik tubuh."


"Tentu saja, apa yang telah mereka lakukan pada Ibu dari pemilik tubuh dan juga pemilik tubuh akan Aku kembalikan ke mereka agar mereka merasakan apa yang dirasakan oleh Ibu dan Anak yang tidak bersalah." Ucap Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat menyeramkan."


"Biarin, sekarang menghilang lah." ucap Vira.


"Oke."


"Nona." panggil pelayan itu dengan ragu.


"Ada apa?" Tanya Vira.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2