
"Tidak usah, biarkan saja." Jawab dokter Vira.
"Baiklah, kalau Kamu membutuhkan Aku tinggal kabari Aku." Ucap dokter Anton.
"Ok." Jawab dokter Vira.
Kini mereka berada tepat di depan pintu ruang kerja dan mereka pun masuk ke dalam ruangan masing-masing.
"Ayah dari pemilik tubuh, bukannya menyesali perbuatannya karena telah membunuh istri pertamanya dan mencari keberadaan putrinya malah dekat dengan wanita lain dan kemungkinan bisa saja menikah.'' Ucap dokter Vira sambil berpikir untuk membalaskan Ayah dari pemilik tubuh.
"Sepertinya merebut semua aset milik keluarga dari Ibu pemilik tubuh harus dilakukan sekarang sekalian memberikan hukuman agar adik kecilnya tidak bisa digunakan lagi. Itu hukuman yang pantas untuk pria itu." Ucap dokter Vira.
"Adakah obat supaya adik kecilnya tidak bisa berfungsi?" Tanya dokter Vira.
"Ada, harganya tujuh poin."
"Poinku masih berapa?" Tanya dokter Vira penasaran.
"Tiga puluh lima puluh poin."
"Dikit banget, Aku beli." Ucap dokter Vira.
"Pembelian obat impoten berhasil, poin tinggal dua puluh delapan poin."
"Aku harus banyak mengumpulkan point tapi bagaimana caranya?" Tanya dokter Vira sambil berpikir.
"Aku tahu, Aku akan memberikan makanan untuk orang-orang yang membutuhkannya pasti poinnya langsung banyak." Ucap dokter Vira
__ADS_1
"Jika menolong orang jangan berharap dapat imbalan karena jika dilakukan maka poinnya tidak ada alias zonk."
"Aish nyebelin, percuma dong melakukan hal itu." Ucap dokter Vira.
"Sudahlah sekarang Aku ingin kosentrasi membalas perbuatan jahat mereka setelah itu Aku bisa ke misi berikutnya supaya Aku bisa kembali ke dunia nyataku." Ucap dokter Vira.
Dokter Vira kembali bekerja hingga tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini sudah sore. Dokter Vira merapikan mejanya setelah rapi barulah dokter Vira berjalan ke arah pintu sambil membawa tas bersamaan pintu ruangannya terbuka.
Ceklek
"Sudah siap." Ucap dokter Anton sambil membuka pintu ruangan dokter Vira.
"Sudah." Jawab dokter Vira.
'Bisa tidak sih, membuka pintu ruanganku ketuk pintu dulu dan mendapatkan ijin baru masuk ke dalam?' Tanya dokter Vira dalam hati.
"Maaf, bisakah sebelum masuk ke ruanganku ketuk pintu dulu? Setelah Aku ijinkan barulah Kak Anton membuka pintu." Ucap dokter Vira sambil keluar dari ruangannya dan diikuti oleh dokter Anton.
"Baiklah." Jawab dokter Anton singkat sambil melangkahkan kakinya di samping dokter Vira menuju ke arah parkiran mobil.
Dokter Vira terkejut karena ternyata dokter Anton tidak marah dan menuruti permintaan dokter Vira.
"Kamu pasti terkejut kenapa Aku tidak pernah mengetuk pintu dan langsung membukanya." Ucap dokter Anton.
"Jujur iya, bukan hanya Aku saja sama orang lain juga." Ucap dokter Vira.
"Baik, akan Aku ingat." Ucap dokter Anton.
__ADS_1
"Terima kasih." Jawab dokter Vira.
"Terima kasih, untuk apa?" Tanya dokter Anton dengan wajah bingung.
"Terima kasih karena sudah mau mengikuti permintaanku." Jawab dokter Vira.
Dokter Anton hanya tersenyum hingga akhirnya mereka sudah sampai di parkiran mobil.
"Mobilmu bagaimana?" Tanya dokter Anton.
"Biar saja di sini. Nanti pulang dari rumah Kak Anton, Aku mampir ke rumah sakit untuk ambil mobilku." Jawab dokter Vira.
'Aku tidak mungkin meminta Kak Victor untuk mengambil mobilku selain itu Aku tidak ingin Kak Anton tahu kalau Aku tinggal bersama dengan Kak Victor karena itulah Aku akan mengambil mobilku setelah pulang dari rumah Kak Anton.' Sambung dokter Vira dalam hati.
"Lebih baik Aku akan mengantarmu pulang begitu pula besok pagi Aku akan menjemputmu ke kantor." ucap dokter Anton yang ingin tahu tempat tinggal dokter Vira.
Tanpa sepengetahuan dokter Vira, kalau dokter Anton diam-diam menyelidiki dokter Vira dengan menyuruh orang kepercayaannya. Victor yang mendapatkan informasi dari Virtual account kalau dokter Vira diikuti oleh seseorang membuat Victor menyuruh anak buahnya untuk menembak ban mobilnya.
Hal itu membuat mobil tersebut terpaksa menepikan mobilnya dan tidak bisa lagi mengejar dokter Vira. Kejadian tersebut sudah dua kali terjadi karena itulah dokter Anton ingin sekali mengetahui tempat tinggal dokter Vira.
"Kok diam saja, Aku akan mengantarmu pulang ya? Kan Aku yang mengajakmu pergi jadi Aku bertanggung jawab untuk mengantarmu pulang." Ucap dokter Anton yang melihat dokter Vira sedang berpikir.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1