
Gadis itupun berusaha berdiri kemudian berjalan ke arah tembok hingga ....
Duag
"Akhhhhhhhh..." teriak gadis tersebut.
Bruk
Gadis tersebut dengan nekat membenturkan kepalanya ke dinding dengan sangat keras hingga darah segar keluar dari keningnya. Gadis itu pun berteriak kesakitan dan langsung ambruk ke lantai.
'Aku tidak terima, selama ini Aku selalu berbuat baik tapi apa yang Aku dapatkan? Jika Aku diberikan kesempatan ke dua Aku ingin membalas perbuatan mereka yang telah menyakiti diriku.' Ucap gadis tersebut dalam hati.
Gadis itu pun perlahan menutup matanya sambil membawa dendam terhadap orang-orang yang telah menyakiti dirinya.
"Selamat datang di dunia Virtual Account."
"Sebentar lagi Anda akan masuk ke dalam novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia."
"Di mana seorang gadis dijebak oleh sahabatnya tanpa diketahui nya hingga akhirnya melakukan cinta satu malam bersama pria asing namun pria itu menganggap gadis itu seorang wanita murahan."
"Tugasmu adalah mengubah novel agar gadis itu sebagai pemeran utama wanita tidak ditindas lagi oleh sahabat ataupun orang lain dan membuat pemeran utama pria menyesali perkataannya karena telah merendahkan gadis itu.''
"Baik, tapi di mana Kak Victor?" Tanya Vira yang tidak melihat Victor.
"Apa dirimu merindukannya?"
__ADS_1
"Aku tidak merindukannya." Jawab Vira.
"Lalu untuk apa mencarinya?"
"Bukankah Kak Victor pengisi dayaku? Jika Kak Victor tidak ada lalu dengan siapa Aku mengisi dayaku?" Tanya Vira.
"Ada di suatu tempat nanti Kamu akan tahu."
"Syukurlah, siapa namaku?" tanya Vira.
"Vira, namamu tetap sama agar dirimu tidak perlu mengingat namamu. Bacalah naskah terlebih dahulu setelah itu baru masuk ke dunia novel dengan judul : Penyesalan Seorang Ketua Mafia."
Vira hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil memejamkan matanya agar tahu jalan cerita tentang Novel Penyesalan Seorang Ketua Mafia.
Cerita Novel :
Pria itu tidak mau bertanggung jawab malah menuduhku dan merendahkanku hingga Aku nekat membenturkan kepalaku hingga Aku tidak sadarkan diri.
Bela menyelamatkan Aku dengan memanggil dokter dan setelah Aku sadar, Aku dan Bela pergi meninggalkan hotel ini.
Namun ketika kami melewati tangga tiga orang gadis yang sejak tadi menunggu kami berdua dengan sengaja mendorong ku termasuk Bela hingga tubuhku terguling-guling hingga ke lantai dua.
Antara sadar dan tidak sadar Aku melihat seorang gadis di mana orang-orang itu memanggilnya dengan sebutan Nona Valen berbaring di sampingku dengan pakaian terkena noda darahku dan darah entah punya siapa karena Nona Valen tidak terluka.
Hingga datang Maximus bersama asisten setianya yang bernama Moko sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi. Hingga akhirnya gadis itu mengalami koma akibat di siksa oleh Maximus akibat fitnah keji Nona Valen, Bela dan orang - orang suruhan Nona Valen.
__ADS_1
Setelah beberapa tahun kemudian pria itu tersadar dan meminta maaf ke gadis itu dan akhirnya gadis itu memaafkannya. Setelah itu mereka menikah dan hidup bahagia.
"Enak saja, sudah menuduh dan menghina pemilik tubuh di tambah menyiksanya dengan mudahnya dimaafkan nya." Ucap Vira dengan nada kesal sambil berdiri.
"Apa yang akan Nona lakukan?"
"Tentu saja membalas semua orang yang telah menyakiti pemilik tubuh." Jawab Vira.
"Uhhhh ... pemilik tubuh sungguh kejam, Aku langsung gegar otak di buat olehnya." Ucap Vira sambil mengusap keningnya kemudian melihat tangannya ada noda darah dari keningnya.
"Karena itulah Nona di utus untuk membantu pemilik tubuh membalikkan nasibnya dan melawan kehidupan."
"Situasi sekarang ini .. sulit untuk diselesaikan." Ucap Vira sambil masih menatap tangannya yang ada noda darah.
"Di bawah bahaya kemungkinan gegar otak, Aku sangat sulit menggunakan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah." Sambung Vira.
"Bilang saja Nona ingin membalaskan dendam ke mereka."
"Hehehehe... Tahu saja." Ucap Vira sambil tertawa.
Ctak
Selesai mengatakan hal itu Vira menjentikkan jarinya dan otomatis luka di kening hilang tanpa bekas.
"Ganti pakaian ku dengan tubuh yang segar dan tambah cantik."
__ADS_1
"Pembelian pakaian dan tubuh segar serta bertambah cantik berhasil. Poin Nona berkurang dua puluh lima poin."