VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia 5


__ADS_3

"Entahlah tapi Kita tetap menjalankan rencana." Ucap Valen.


Selesai mengatakan hal itu Valen berbaring di samping Bela dan ke tiga temannya yang sudah terjatuh dari lantai dengan pakaian terkena noda darah ke tiga gadis tersebut dan darah entah punya siapa karena Valen tidak terluka.


Teriakan ke empat gadis tersebut membuat Maximus bersama asisten setianya yang bernama Moko sangat terkejut dan Maximus memerintahkan Moko untuk mencari informasi. Setelah dua menit kemudian Moko kembali menemui Maximus.


"Ada apa?" tanya Maximus ketika melihat wajah Moko berbeda.


"Saya melihat Valen dan ke empat gadis tergeletak di lantai dua sepertinya jatuh dari tangga dan Saya sudah menghubungi anak buah kita untuk membawanya ke rumah sakit bersama ke empat gadis itu.'' jawab Moko menjelaskan kemudian membalikkan badan nya dan berjalan ke arah tangga.


"Apa???" teriak Maximus dengan wajah terkejut.


Maximus dengan langkah cepat menyusul Moko hingga mereka berada di tangga dan melihat apa yang terjadi.


Mata Maximus membulat sempurna karena melihat Valen tergeletak dengan mengeluarkan darah segar sedangkan Vira mengecek leher Valen namun mereka melihat kalau Vira ingin mencekik Valen.


"Valen!" Teriak Maximus dan Moko bersamaan sambil menuruni tangga menuju ke lantai dua.


"Kak Valen!" Teriak seorang gadis datang bersama temannya dari lantai dua.


"Apa yang Kamu lakukan pada Kakakku?" Tanya Gadis tersebut sambil mengeluarkan air mata buayanya.


"Bawa Valen ke rumah sakit biar aku yang berada di sini," ucap Maximus dengan nada dingin dan aura mem bu nuh.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab Moko sambil berjalan ke arah Valen.


"Untuk kalian berdua pergilah," usir Maximus ke arah ke dua gadis tersebut.


"Kak Valen Kakakku dan wanita ini tega mendorong Kakakku hingga terjatuh begitu pula dengan ke empat temanku." Ucap gadis tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Apa benar yang dikatakan ke dua gadis itu, Vira?" tanya Maximus dengan nada dingin hingga suasana di ruangan tersebut sangat dingin.


Vira menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya kemudian ...


"Hahahaha... Sudah selesai sandiwaranya?" Tanya Vira sambil tertawa.


"Apa maksudmu?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah terkejut begitu pula dengan Leon.


Grep


"Dia pura-pura tidak sadarkan diri." Ucap Vira sambil menahan tangan Valen.


"Lepas, temanku terluka gara-gara ulahmu." Ucap Moko dengan nada dingin.


"Oh ya." Ucap Vira.


Kretek

__ADS_1


"Akhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak Valen tiba-tiba.


Vira sengaja menekuk pergelangan tangan Valen membuat Valen berteriak kesakitan karena tangannya sangat sakit. Hal itu disebabkan Vira sengaja membuat tulang pada pergelangan tangan Valen retak.


"Dia berpura-pura pingsan agar menuduhku kalau Aku yang melakukannya dan ke dua gadis itu berbohong." Ucap Vira.


"Tuan Muda, wanita murahan itu berbohong." Ucap Valen sambil meringis menahan rasa sakit pada pergelangan tangan


"Benar, Dia berbohong buktinya ke empat teman kami tidak sadarkan diri." Ucap gadis tersebut.


"Benar, Aku saksinya." Sambung temannya.


"Sungguh, Aku yang melakukannya?" Tanya Vira.


"Tentu saja." Jawab Valen dan ke dua gadis tersebut bersamaan.


Vira hanya tersenyum kemudian membuka tas kecilnya lalu mengambil usb.Vira berjalan ke arah Maximus kemudian memberikan usb tersebut. Maximus yang bingung menerima usb tersebut membuat mereka yang ada di situ wajahnya mulai pucat.


"Bukalah rekaman cctv yang Aku simpan di usb ini. Agar Tuan tahu siapa saja musuh Tuan dan juga siapa musuhku." Ucap Vira.


"Setelah mengetahui kalau Aku tidak bersalah jangan pernah meminta maaf padaku karena Aku sudah melupakannya dan anggap saja Kita tidak saling kenal." Sambung Vira sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka.


"Tunggu!" teriak mereka bersamaan.

__ADS_1


"Kamu pasti berbohong!" Teriak Valen dan ke dua gadis tersebut bersamaan.


__ADS_2