
"Kalau ini Rina yang setiap hari mengejar - ngejar Aku tapi Aku selalu menolaknya." Ucap dokter Anton dengan wajah polos.
"Berarti urat malunya sudah hilang dong ... Ups... Maaf." Ucap dokter Vira sambil menutup mulutnya.
"Tidak perlu minta maaf, apa yang Sayangku katakan memang benar kalau urat malu Rina sudah hilang." Ucap dokter Anton.
"Ckckck... Kasihan sekali. Apakah calon suamiku yang sangat tampan membuat Rina tidak bisa berpaling?" Tanya dokter Vira dengan wajah polos tanpa dosa.
'Aku tahu, kalau Kak Anton itu sangat suka di puji. Dulu pemilik tubuh sangat polos dan tidak pernah memuji Kak Anton karena itulah ketika Rina masuk ke dalam kehidupan di tambah Kakak tiri dari pemilik tubuh membuat pemilik tubuh sangat menderita.' Sambung dokter Vira dalam hati.
"Ya begitulah karena Aku sangat tampan membuat Rina tidak bisa berpaling dariku padahal berulang kali Aku tolak tetap saja mengejar-ngejar." Ucap dokter Anton narsis.
"Oh ya kenalkan Aku Vira calon istrinya Kak Anton." Ucap dokter Vira sambil mengulurkan tangannya ke arah Rina.
"Rina." Ucap Rina membalas uluran tangan dokter Vira.
Ketika Rina ingin menggerakkan jari jemarinya dokter Vira terlebih dulu menahannya agar tangannya tidak terluka.
'Si*l, wanita yang tidak punya malu ini sangat cerdik aku tidak bisa menggerakkan jari jemari ku.' Ucap Rina dalam hati.
'Tentu saja Aku sangat cerdik dan bersiaplah pembalasanku yang tidak pernah Kamu lupakan seumur hidupmu.' Ucap dokter Vira dalam hati.
__ADS_1
'Buat salah satu jarinya terputus ketika Rina menggenggam ke dua tangannya.' Ucap dokter Vira dalam hati.
"Pembelian selesai, poin berkurang dua belas."
'Aku harus melakukan kebaikan agar poinku banyak. Tapi bagaimana mau banyak orang yang Aku temui semuanya jahat seperti saat ini.' Ucap dokter Vira dalam hati.
"Hehehehe... Kasihan deh."
"Dasar sistem jelek." Ucap dokter Vira dengan nada kesal.
"Menjelekkan sistem potong dua puluh lima, poin habis."
"Makanya jangan suka menghina atau menjelekkan sistem maka poin berkurang."
"Ke dua putrimu sudah dewasa, kenapa belum juga menikah?" Tanya dokter Vira mengalihkan pembicaraan.
Dokter Vira yang tidak ingin bertengkar dengan sistem dan berakhir poin nya di potong membuat dokter Vira fokus ke keluarga dokter Anton.
"Setiap Aku tanya selalu bilang belum ada yang cocok karena itu Aku meminta padamu untuk menasehati ke dua putriku untuk segera menikah." Jawab dokter Anton.
"Baiklah." Jawab dokter Vira sambil tersenyum.
__ADS_1
"Anak-anak Mommy yang sangat cantik, kalian cepatlah menikah agar tidak jadi perawan tua atau mengikuti jejak Rina yang ngejar-ngejar pria tapi sia-sia hanya membuang waktu." Ucap dokter Vira sambil tersenyum menyeringai dan menyadarkan kepalanya di dada bidang dokter Anton.
'Sebentar lagi.' Sambung dokter Vira dalam hati.
Rina dan ke dua putri dokter Anton yang mendengar ucapan dokter Vira masing-masing menggenggam erat ke dua tangannya untuk melampiaskan kemarahanya. Hingga terdengar suara ....
"Akhhhhhhh.... Sakit..." Teriak Ririn, Valen dan Rina bersamaan.
Ririn dan Valen tangan kanannya ke setrum membuat tubuh mereka kejang-kejang hingga rambut mereka yang awalnya sangat rapi dan cantik kini rambutnya acak kadul seperti mak lampir.
Cling
Untuk Rina yang memegang senjata kecil jari telunjuk kanannya terputus membuat Rina melepaskan senjatanya sambil memegangi tangan kanannya yang terasa sangat sakit.
"Apa yang terjadi?" Tanya Mamanya dokter Anton, dokter Anton dan dokter Vira bersamaan dengan wajah terkejut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1