VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 31


__ADS_3

"Kita lihat siapa yang duluan mati." Ucap dokter Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Oh ya." Ucap dokter Anton sambil mengangkat tangannya ke atas.


Tidak berapa lama keluar dari persembunyian Mamanya Anton, ke dua anaknya dokter Anton siapa lagi kalau bukan Ririn dan Valen bersama Rina sambil masing-masing membawa senjata tajam.


"Beraninya keroyokan." Ucap dokter Vira dengan sinis.


"Jangan dengarkan ucapannya, kita bunuh saja wanita itu!" Perintah Mamanya dokter Anton.


Tanpa menjawab mereka menyerang dokter Vira, dokter Vira yang di keroyok oleh mereka langsung melawan mereka.


"Di ujung tongkat yang mirip tongkat bisbol ada pisau kecil namun sangat tajam dan beracun. Racunnya sangat berbahaya dan tidak membutuhkan waktu lama lumpuh lalu satu menit kemudian meninggal di tempat jadi berhati-hatilah."


Dokter Vira yang mendengar perkataan virtual Account melihat Mamanya dokter Anton membawa tongkat mirip tongkat bisbol dimana diujungnya ada pisau kecil namun sangat tajam.


Dokter Vira dengan gerakan lincah langsung melakukan salto ke arah Mamanya dokter Anton kemudian menarik tangannya Mama dokter Anton untuk diarahkan ke dokter Anton.


Tusk


"Akhhhhhhhh..." Teriak dokter Anton ketika pisau kecil tersebut mengenai dadanya.


Cling


Bruk


"Anton!" Teriak Mamanya dokter Anton.

__ADS_1


Dokter Anton yang memegang pisau lipat langsung jatuh bersamaan tubuhnya ambruk membuat Mamanya dokter Anton berteriak.


"Daddy!" Teriak ke dua putrinya Ririn dan Valen.


Ririn dan Valen langsung berjalan ke arah Mamanya dokter Anton karena saat ini dokter Vira berada di belakang Mamanya dokter Anton.


Tusk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Ririn ketika pisau kecil tersebut mengenai dadanya.


Bruk


"Lepaskan tanganku!" Teriak Mamanya dokter Anton.


Tusk


Bruk


Tanpa menjawab dokter Vira kembali mengarahkan tongkat tersebut ke arah Valen membuat Valen berteriak dan langsung ambruk.


Rina yang melihat dokter Anton, Ririn dan Valen ambruk membuat Rina berlari karena dirinya masih ingin hidup. Dokter Vira yang melihat Rina melarikan diri menarik tongkat yang mirip bisbol dari tangan Mama dokter Anton kemudian melemparnya ke arah Rina.


Tusk


"Akhhhhhhh..." Teriak Rina kesakitan ketika punggungnya terkena pisau tersebut.


Bruk

__ADS_1


Bruk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Mamanya dokter Anton.


Tubuh Rina langsung ambruk kemudian dokter Vira mendorong tubuh Mamanya dokter Anton hingga jatuh ke arah depan. Mamanya dokter Anton langsung mencium jalan aspal membuat Mamanya dokter Anton berteriak kesakitan.


Selesai melakukan hal itu dokter Vira berjalan ke arah Rina yang terbaring di jalan berasal kemudian mengambil tongkat tersebut kemudian melemparnya ke arah Mamanya dokter Anton.


Tusk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Mamanya dokter Anton.


"Racun itu sangat berbahaya dan mematikan jadi bersiaplah karena sebentar lagi Kalian akan meninggalkan dunia ini." Ucap dokter Vira.


"Tolong selamatkan Kami, penawarnya ada di dalam mobil." Mohon Mamanya dokter Anton sambil berusaha menunjuk ke arah mobil yang sengaja disembunyikan dengan menggunakan tanaman merambat.


'Siapkan bazoka.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Pembelian bazoka berhasil di potong 100 poin dan total poin 0."


Tiba-tiba dari tangan dokter Vira muncul bazoka kemudian dokter Vira mengarahkan bazokanya ke arah mobil yang tadi di tunjuk oleh Mamanya dokter Anton.


"Sayangnya sudah terlambat, kalian sangat jahat karena sudah banyak berbuat kejahatan." Ucap dokter Vira.


Duar


Dokter Vira menembakkan bazokanya ke arah mobil hingga mobil itupun meledak bersamaan dokter Anton, Mamanya dokter Anton, Ririn, Valen dan Rina menghembuskan nafas terakhirnya karena racun tersebut sangat kuat.

__ADS_1


"Misi sudah selesai dan berlanjut misi ke dua."


__ADS_2