
"Bukankah seharusnya misi sudah selesai karena pemeran utama menyesali perbuatannya?" Tanya Vira.
"Belum selesai karena masih ada pemeran antagonis yang belum mendapatkan hukuman."
"Aku kira sudah selesai." Ucap Vira sambil menatap ke arah Maximus.
"Aku ingin tahu apa isi folder ke empat." Ucap Maximus setelah dirinya merasa tenang.
Maximus menekan folder yang ke empat berisi : Rencana Jahat Valen kemudian menekan tombol play.
xxxxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxxxxx
Seorang pria duduk di sebuah kafe dan tidak berapa lama datang seorang gadis kemudian duduk saling berhadapan. Maximus sangat mengenal mereka karena mereka adalah Vincent dan Valen.
"Ada apa Kamu ingin menemuiku?" Tanya Vincent.
"Aku tahu kalau Tuan ingin menghancurkan Tuan Maximus karena itu Aku menawarkan kerja sama." Ucap Valen.
"Bukankah Kamu orang kepercayaan Tuan Maximus?" Tanya Vincent dengan wajah terkejut.
"Memang benar tapi Aku sangat lelah kerja dengannya karena itulah Aku ingin menghancurkan Tuan Maximus." Jawab Valen sambil menahan amarahnya.
"Selain itu?" Tanya Vincent.
"Maksud Tuan?" Tanya Valen dengan wajah bingung.
"Aku tahu sebenarnya Kamu menyukai Tuan Maximus tapi sayang Tuan Maximus tidak menyukaimu terlebih Tuan Maximus malah tidur dengan wanita lain. Bisa dipastikan jika seandainya Tuan Maximus tahu kebenaran kalau Vira tidak bersalah maka mereka bisa saja menikah." Ucap Vincent.
"Kamu tidak ingin hal itu terjadi maka Kamu ingin menjebaknya agar Tuan Maximus semakin membencinya dan berakhir wanita itu mati di tangan Tuan Maximus." Sambung Vincent.
__ADS_1
"Benar bukan apa yang Aku katakan?" Tanya Vincent.
"Tepat sekali, Tuan memang bisa menebak apa yang Aku inginkan." Ucap Valen.
"Tentu saja Aku tahu." Jawab Vincent.
"Apa imbalan ku jika Aku bisa memenuhi keinginanmu?" Tanya Vincent.
"Setelah wanita itu mati dan Aku bisa menikah dengan Tuan Maximus maka Aku akan melakukan apapun permintaan Tuan termasuk menghancurkan perusahaan milik Tuan Maximus." Jawab Valen.
"Aku tidak percaya dengan apa yang Kamu katakan." Ucap Vincent.
"Kenapa tidak percaya?" Tanya Valen dengan wajah terkejut.
"Kamu mau menikah dengan Tuan Maximus tapi Kamu tega mengkhianati nya dengan menghancurkan perusahaan." Jawab Vincent.
"Perusahaan milik Tuan Maximus termasuk aset sangat banyak jadi tidak masalah buatku jika salah satu perusahaan ada yang bangkrut." Jawab Valen.
"Lalu apa yang Tuan inginkan?" Tanya Valen.
"Aku ingin merasakan tubuhmu selama satu bulan jadilah penghangat ranjangku." Jawab Vincent.
"Tapi ..." Ucapan Valen terpotong oleh Vincent.
"Tidak ada penolakan, setuju atau batal kerja sama Kita." Ucap Vincent sambil berdiri.
"Tunggu, baiklah selama satu bulan Aku menjadi penghangat ranjang Tuan." Ucap Valen yang tidak mempunyai pilihan lain.
"Deal, datanglah nanti malam untuk menjadi penghangat ranjangku." Ucap Vincent sambil berjalan meninggalkan Valen.
__ADS_1
"Baik." Jawab Valen singkat sambil berdiri.
Vincent berjalan dengan diikuti oleh orang kepercayaannya hingga di lorong sepi Vincent menghentikan langkahnya begitu pula dengan orang kepercayaannya.
"Apakah Tuan percaya dengan apa yang dikatakannya dan mau bekerja sama?" Tanya orang kepercayaannya.
"Tentu saja tidak." Jawab Vincent.
"Lalu kenapa Tuan mau bekerja sama?" Tanya orang kepercayaannya.
"Aku ingin menghancurkan ke duanya Tuan Maximus dan wanita licik itu." Jawab Vincent.
"Aku paham sekarang, pasti Tuan mengajaknya tidur bersama kemudian mengancam wanita itu dengan menyebarkan video hubungan suami istri ke orang lain jika wanita itu tidak mau menuruti permintaan Tuan." Ucap orang kepercayaannya.
"Tepat sekali." Jawab Vincent sambil tersenyum menyeringai.
"Tuan Maximus, Kamu tidak akan menyangka orang kepercayaan mu diam-diam mengkhianati mu." Sambung Vincent sambil tersenyum devil.
xxxxxxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxxxxx
"Valen, ternyata kamu tega mengkhianati Aku. Bersiaplah menerima hukuman dariku." Ucap Maximus sambil menahan amarahnya.
"Tuan Vincent dan Valen bersiaplah menerima hukumanku." Ucap Maximus sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaannya untuk menangkap Vincent dan Valen.
Maximus meletakkan ponselnya di meja dekat ranjang kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Vira, maafkan Aku." Ucap Maximus sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :