VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 11


__ADS_3

"Mereka akan mendapatkan karmanya." Jawab dokter Vira.


"Sekarang kita kemana?" Tanya Victor.


"Bisakah Kak Victor membeli mansion dekat sini?" Tanya dokter Vira tanpa menjawab pertanyaan Victor.


"Bisa saja, memangnya kenapa?" Tanya Victor balik bertanya.


"Tolong beli mansion daerah sini agar Aku bisa memantau keadaan mansion di sini selain itu jika Aku kekurangan energi Kak Victor sudah ada." Jawab dokter Vira.


"Ok." Jawab Victor sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaannya.


Mereka berjalan ke arah tembok kemudian melakukan gaya salto hingga mereka berdiri di tembok yang lumayan tinggi.


"Lihat Ayah kandung pemilik tubuh datang sesuai dengan apa yang Aku harapkan." Ucap dokter Vira yang melihat mobil masuk ke dalam gerbang.


"Apakah Kamu ingin melihatnya?" Tanya Victor.


"Tidak perlu." Jawab dokter Vira.


Dokter Vira dan Victor kembali salto dan mendarat dengan sempurna. Mereka berdua berjalan dengan santai ke arah mobil sambil mengobrol.


"Oh ya, apakah Kak Victor kenal dengan pengacara?" Tanya dokter Vira.


"Tentu saja, Aku tahu pasti Kamu ingin mengalihkan semua aset yang seharusnya milik pemilik tubuh." Ucap Victor yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh dokter Vira sambil masuk ke dalam mobil.


"Tepat sekali." Jawab dokter Vira sambil ikut masuk ke dalam mobil.


"Baiklah, Aku akan menghubungi pengacaraku." Ucap Victor sambil mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


Ting


Ketika Victor ingin menghubungi orang kepercayaannya bersamaan ada pesan masuk, Victor membuka pesan tersebut kemudian membacanya.


"Mansionnya sudah beli bersebrangan tepat di depan mansion milik pemilik tubuh." Ucap Victor.


"Ok, kalau begitu kita tinggal di sana sekalian Aku ingin memata-matai mansion pemilik tubuh." Ucap dokter Vira.


"Apa Kamu tidak takut kejadian tadi terulang lagi?" Tanya Victor.


"Aku percaya Kak Victor tidak akan melakukannya." Jawab dokter Vira dengan nada yakin.


Victor hanya terdiam hingga Victor menghentikan mobilnya tepat di mansion miliknya yang baru di beli.


Ceklek


Victor membuka pintu mansion dengan lebar agar dokter Vira masuk ke dalam mansion barulah Victor masuk ke dalam.


"Terserah yang pasti Kakak pilih kamar lantai dua dekat tangga sebelah kanan." Jawab Victor.


"Kalau begitu Aku memilih kamar lantai tiga dekat tangga sebelah kanan." Ucap dokter Vira.


"Ok. Besok pagi para pelayan dan beberapa bodyguard akan berjaga di mansion ini." Ucap Victor sambil berjalan ke arah tangga.


"Ok." Jawab dokter Vira sambil berjalan ke arah tangga.


Merekapun berjalan menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke kamar mereka. Sampai di kamar dokter Vira berjalan ke arah balkon untuk melihat apa yang terjadi di mansion sebrang.


"Aku beli teleskop yang canggih di mana bisa mendengar percakapan dari jarak jauh." Ucap dokter Vira.

__ADS_1


"Pembelian teleskop canggih lima puluh poin berhasil. Saldo Anda menjadi kosong, berbuat baiklah agar bisa membeli barang-barang canggih yang dibutuhkan."


"Besok Aku akan melakukan kebaikan agar mendapatkan poin atau cara mudah bisa menyentuh tubuhnya atau bisa juga mencium Kak Victor." Ucap dokter Vira.


"Tidak boleh, kamu boleh menyentuhku atau menciumku jika Kamu kekurangan energi." Ucap Victor yang tiba-tiba datang tepat berdiri di belakang Vira.


"Astoge, kapan datangnya?" Tanya dokter Vira dengan wajah terkejut sambil membalikkan badannya menatap wajah tampan Victor yang sudah bersemu merah.


"Sejak Kamu berjalan ke arah balkon dan Aku mendengar kalau Kamu meminta sistem teleskop yang bisa mengeluarkan suara." Jawab Victor.


Dokter Vira hanya tersenyum kemudian membalikkan badannya lalu menggunakan teleskop untuk mengetahui apa yang terjadi di sebrang mansion.


"Aku ingin tahu ketika pria jahat itu tiba-tiba datang ke mansion lalu melihat apa yang dilakukan istri yang sangat dicintainya." Ucap dokter Vira.


"Waktu dimundurkan."


Dokter Vira melihat ke dua wanita tersebut tidak menggunakan sehelai benangpun sedang melakukan hubungan suami istri bersama salah satu pelayan.


Terlihat jelas mereka sangat menikmatinya hingga datang suaminya bersama sepuluh bodyguardnya. Suaminya memerintahkan untuk menembak penghuni mansion yang tidak menggunakan sehelai benangpun.


Suara tembakan dan jerit kematian memenuhi mansion tersebut membuat para penghuni mansion sangat terkejut dengan kedatangan pria tersebut secara mendadak. Semua penghuni mansion tahu termasuk istri dan putrinya kalau pria tersebut pergi keluar negri untuk melakukan perjalanan bisnis.


Kedatangan Suaminya membuat Istrinya mendorong tubuh pria yang ada di atas kemudian berjalan ke arah suaminya dengan kondisi tubuhnya masih polos tanpa sehelai benangpun.


"Sayang, tubuhku sangat panas tolong puaskan Aku." Pinta istrinya sambil masih berjalan ke arah suaminya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2