VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 16


__ADS_3

("Halo." Panggil dokter Vira).


("Aku bosan makan sendiri, jadi pulang temani Aku makan." Ucap Victor).


("Ini Kak Victor." ucap dokter Vira memastikan)


("Memang siapa lagi, apa jangan-jangan selain Aku ada pria lain yang menghubungimu?" Tanya Victor dengan nada kesal sekaligus cemburu dalam waktu bersamaan).


("Bukan seperti itu, masalahnya kok tulisannya My Darling. Aku tidak pernah mengetik nama My Darling makanya Aku bingung." Jawab dokter Vira menjelaskan).


("Aku yang mengetiknya." Ucap Victor dengan wajah bersemu merah).


'Dasar bod*h, kenapa Aku mengetik My Darling?' Tanya Victor dalam hati meruntuki kebodohannya.


("Pulang sekarang dan temani Aku makan." Ucap Victor).


Tut Tut Tut


Tanpa menunggu jawaban Victor memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak sedangkan dokter Vira yang mendengar kalau Victor mengetik nama My Darling diam membatu. Hingga beberapa saat dirinya baru tersadar dan ingin menolaknya namun...


"Tapi Kak..." Ucap dokter Vira terhenti karena sambungan komunikasi terputus.


"Aku sudah ada janji makan sama Kak Anton." Sambung dokter Vira sambil meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


"Sudahlah, Kak Anton tidak penting ini lebih baik Aku temani Kak Victor makan bersama." Ucap doker Vira sambil berdiri.


Ceklek


Dokter Vira memasukkan ponselnya ke dalam tas bersamaan ruangan kerjanya di buka oleh seseorang dan dirinya tahu siapa yang membukanya siapa lagi kalau bukan dokter Anton.

__ADS_1


"Vira, maaf makan siang ya batal karena Ibuku memintaku pulang." Ucap dokter Anton.


"Ok." Jawab dokter Vira singkat.


"Mengenai nanti sore ke rumahku tetap jadi ya." Ucap dokter Anton.


Dokter Vira hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Anton pergi meninggalkan ruangan dokter Vira.


"Syukurlah tidak jadi karena Aku ingin makan bersama Kak Victor." Ucap dokter Vira sambil membawa tasnya.


"Tapi Aku penasaran kenapa Ibunya menyuruh Kak Anton pulang." sambung dokter Vira sambil berpikir.


"Ibunya akan menjodohkan anak dari sahabatnya ke Anton."


"Oh ya Aku baru ingat nanti Kak Anton menolaknya karena mencintai pemilik tubuh hingga akhirnya Ibunya terpaksa menerimanya. Gara-gara itulah membuat Ibunya dengan di bantu ke dua cucunya sekaligus anaknya Kak Anton menindas pemilik tubuh hingga lama-lama Kak Anton membenci dan menghukum pemilik tubuh." Ucap dokter Vira.


Dokter Vira berjalan ke arah pintu sambil berpikir untuk membuat rencana selanjutnya.


Ceklek


Dokter Vira membuka pintu ruangannya dan berjalan menuju ke parkiran rumah sakit.


Skip


Kini dokter Vira sudah sampai di mansion milik Victor, dokter Vira langsung berjalan ke arah ruang makan di mana Victor sedang menunggu dirinya.


"Maaf lama." Ucap dokter Vira sambil berjalan ke arah wastafel.


"Tidak apa-apa santai saja." Ucap Victor sambil masih duduk di kursi makan dan menatap apa yang dilakukan oleh dokter Vira.

__ADS_1


Dokter Vira hanya tersenyum, setelah mencuci tangan dokter Vira duduk di samping Victor kemudian mengambil makanan untuk Victor.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxx


Di hari pertama mereka tinggal bersama, dokter Vira duduk saling berhadapan dengan Victor yang hanya di batasi oleh meja makan.


"Jangan duduk di sana tapi duduk di sebelahku." Ucap Victor.


"Ok." Jawab dokter Vira patuh.


Dokter Vira kembali berdiri dan berjalan ke arah Victor dan duduk di samping kanannya.


"Ambilkan Aku makan." Ucap Victor.


Lagi-lagi dokter Vira patuh dan tidak banyak komentar melakukan apa yang di minta oleh Victor.


"Bagus mulai selanjutnya dan seterusnya lakukan seperti itu." ucap Victor sambil tersenyum.


Dokter Vira hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun makan bersama tanpa ada yang berbicara.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxxx


"Sekarang masih berapa persen tenagamu?" Tanya Victor sambil menerima piring yang sudah di isi makanan oleh dokter Vira.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2