VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 17


__ADS_3

"Tinggal empat puluh dua persen, memangnya kenapa Kak?" Tanya dokter Adira sambil mengambil makanan untuk diletakkan dipiringnya.


"Lebih baik di isi sampai full karena siapa tahu ada musuh yang menyerangmu." Jawab Victor beralasan.


'Aku tidak mungkin mengatakan kalau Aku sudah kecanduan dengan sentuhan Vira apalagi bibirnya yang sudah menjadi canduku.' Sambung Victor dalam hati.


"Ok." Jawab dokter Vira yang tidak curiga dengan kalimat Victor.


'Kenapa sampai sekarang Aku tidak bisa membaca pikiran Kak Victor?' Tanya dokter Vira dalam hati sambil menatap wajah tampan Victor.


"Tentu saja Kamu tidak akan bisa membaca pikiranku." Jawab Victor yang bisa membaca pikiran dokter Vira.


"Ih curang." Ucap dokter Vira dengan nada kesal sambil memajukan bibir bawahnya.


"Curang kenapa?" Tanya Victor.


"Kak Victor bisa baca pikiranku sedangkan Aku tidak bisa." Jawab dokter Vira.


Victor hanya tersenyum kemudian mereka terdiam sambil menikmati makanan yang tersedia. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum lalu mereka berjalan ke arah ruang keluarga.


"Ayo sekarang isi tenagamu." Ucap Victor sambil merentangkan ke dua tangannya.


"Nanti kalau ada pelayan dan bodyguard datang, bagaikan?" Tanya dokter Vira yang melihat Victor duduk di sofa sedangkan dirinya duduk di sampingnya.


"Tenang saja, Kakak sudah bilang ke mereka untuk tidak masuk ke dalam mansion walau penting sekalipun." Jawab Victor.

__ADS_1


Tanpa menjawab dokter Vira berdiri dan berjalan satu langkah kemudian duduk di pangkuan Victor. Dokter Vira membuka kancing kemeja atas kemudian berlanjut ke kancing ke dua dan seterusnya.


Victor memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh dokter Vira hingga Victor merasakan tubuhnya di sentuh oleh dokter Vira.


Victor membuka matanya dengan wajah bersemu merah kemudian mengarahkan tangannya ke tengkuk dokter Vira lalu menciumnya dengan singkat.


"Tubuh Kak Victor kok panas? Apakah Kak Victor demam?" Tanya dokter Vira sambil mengarahkan tangannya ke kening Victor.


Grep


"Tidak, lanjutkan saja untuk mengisi dayamu." Jawab Victor sambil menahan tangan dokter Vira.


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya kemudian menarik tangannya untuk menyentuh perut Victor yang berbentuk kotak-kotak. Hal itu membuat tombak saktinya perlahan mulai bangun dan dokter Vira bisa merasakan kalau bokongnya ada yang menganjal.


"Kok ada yang mengganjal ya?" Tanya dokter Vira sambil menggoyangkan pinggulnya secara perlahan.


Grep


"Memang kenapa?" Tanya dokter Vira polos.


"Karena saat ini Kakak sedang menahannya kecuali kalau Kamu memang sengaja menggerakkan pinggulnya maka jangan salahkan Kakak jika Kakak akan memakanmu." Jawab Victor dengan nada mengancam.


Dokter Vira yang mengerti perkataan Victor langsung terdiam dan melanjutkan menyentuh dada Victor.


Wajah Victor semakin bersemu merah membuat Victor memejamkan matanya untuk tidak menghilangkan pikiran mesumnya. Victor adalah laki-laki normal namun dirinya berusaha untuk melawan pikiran mesumnya.

__ADS_1


Dirinya yang sudah memasukkan alat-alat canggih ke tubuh Vira hasil ciptaannya di tambah dirinya juga yang menciptakan tubuh Vira perlu di cas.


Ibarat ponsel jika dayanya habis maka perlu di cas jika tidak maka ponsel itu akan mati begitu pula dengan Vira. Dalam hatinya sangat menyesal karena secara tidak langsung Vira bisa hidup jika dirinya hidup dan tidak menikah dengan wanita lain.


Karena tidak mungkin mereka melakukan seperti saat ini jika Victor sudah menikah begitu pula dengan dokter Vira. Dokter Vira juga tidak bisa menikah dengan pria lain karena tubuh Victor bisa membuat dirinya hidup.


Dokter Vira memeluk tubuh Victor dan menyandarkan tubuhnya di dada bidang Victor di mana Victor masih memejamkan matanya sambil menghilangkan pikiran mesumnya.


"Jika setiap Aku mengecas tubuhku maka Aku harus memeluk Kak Victor dan terkadang berciuman. Bisa saja suatu saat nanti kita jatuh cinta, walau Kita berusaha untuk menghilangkan perasaan Kita tapi Aku yakin kalau kita tidak akan bisa menghindarinya." Ucap dokter Vira.


'Jangankan suatu saat nanti, sekarang ini saja Aku sudah jatuh cinta tapi Aku masih trauma untuk menjalin hubungan yang lebih serius.' Ucap Victor dalam hati.


"Mungkin." Jawab Victor singkat.


"Pengisian selesai, harap dilepaskan."


"Nanti saja, tanggung jika berhenti." Jawab dokter Vira yang tidak ingin berpisah dengan Victor.


"Maaf Nona, harus dilepaskan karena bisa membuat tubuhmu menjadi panas."


"Serius? Kenapa tubuhku bisa menjadi panas?" Tanya dokter Vira penasaran.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2