VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia 9


__ADS_3

"Aku sengaja membuatnya agar pria jahat itu sangat menyesali atas apa yang telah dilakukan oleh pemilik tubuh." Jawab Vira.


"Pria itu sangat jahat sudah jelas-jelas pemilik tubuh sedang terluka malah di tuduh melukai asistennya tanpa menyelidiki terlebih dahulu." Sambung Vira.


"Karena itulah Nona merubah alur cerita dengan memberikan usb."


"Betul sekali agar pria itu menyesali perbuatannya." Ucap Vira.


"Apalagi bukankah sesuai alur cerita kalau pemilik tubuh membenturkan dinding ke tembok dan Bela pura-pura menolongnya. Lalu pemilik tubuh di dorong ke tangga dan mengalami koma." Sambung Vira sambil mengingat alur cerita novel tersebut dengan menahan amarahnya terhadap Maximus.


...xxxxxxxxxx Alur Cerita Yang Sudah Di Rubah Oleh Vira xxxxxxxxxx...


"Untuk kalian berdua pergilah!" usir Maximus ke arah ke dua gadis tersebut.


"Kak Valen adalah Kakakku dan wanita ini tega mendorong Kakakku hingga terjatuh begitu pula dengan ke empat temanku." Ucap gadis tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Apa benar yang dikatakan ke dua gadis itu, Vira?" tanya Maximus dengan nada dingin hingga suasana di ruangan tersebut sangat dingin.


Vira menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya kemudian ...


"Hahahaha... Sudah selesai sandiwaranya?" Tanya Vira sambil tertawa.


"Apa maksudmu?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah terkejut begitu pula dengan Leon.


Tanpa menjawab Vira berjalan ke arah Moko yang sedang menggendong Valen di mana Valen pura-pura tidur.


Grep


"Dia pura-pura tidak sadarkan diri." Ucap Vira sambil menahan tangan Valen.


"Lepas, temanku terluka gara-gara ulahmu." Ucap Moko dengan nada dingin.


"Oh ya." Ucap Vira.

__ADS_1


Kretek


"Akhhhhhhhhhhhhhh...." Teriak Valen tiba-tiba.


Vira sengaja menekuk pergelangan tangan Valen membuat Valen berteriak kesakitan karena tangannya sangat sakit. Hal itu disebabkan Vira sengaja membuat tulang pada pergelangan tangan Valen retak.


"Dia berpura-pura pingsan agar menuduhku kalau Aku yang melakukannya dan ke dua gadis itu berbohong." Ucap Vira.


"Tuan Muda, wanita murahan itu berbohong." Ucap Valen sambil meringis menahan rasa sakit pada pergelangan tangan


"Benar, Dia berbohong buktinya ke empat teman kami tidak sadarkan diri." Ucap gadis tersebut.


"Benar, Aku saksinya." Sambung temannya.


"Sungguh, Aku yang melakukannya?" Tanya Vira.


"Tentu saja." Jawab Valen dan ke dua gadis tersebut bersamaan.


"Bukalah rekaman cctv yang Aku simpan di usb ini. Agar Tuan tahu siapa saja musuh Tuan dan juga siapa musuhku." Ucap Vira.


"Setelah mengetahui kalau Aku tidak bersalah jangan pernah meminta maaf padaku karena Aku sudah melupakannya dan anggap saja Kita tidak saling kenal." Sambung Vira sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka.


xxxxxxxxxx Alur Cerita Asli di Novel xxxxxxxxxx


"Untuk kalian berdua pergilah!" usir Maximus ke arah ke dua gadis tersebut.


"Kak Valen adalah Kakakku dan wanita ini tega mendorong Kakakku hingga terjatuh begitu pula dengan ke empat temanku." Ucap gadis tersebut dengan mata berkaca-kaca.


"Apa benar yang dikatakan ke dua gadis itu, Vira?" tanya Maximus dengan nada dingin hingga suasana di ruangan tersebut sangat dingin.


Vira menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit pada seluruh tubuhnya kemudian menganggukkan kepalanya tanpa membalikkan badannya tanpa mengetahui kalau Vira juga terluka parah.


Vira terpaksa berbohong karena dirinya sudah hancur dan penyebabnya adalah pria yang berada di belakangnya sedangkan Maximus tidak bisa menahan amarahnya karena baginya ke dua asistennya sudah di anggap sebagai keluarganya.

__ADS_1


Karena itulah bagi siapa yang menyakiti keluarganya maka orang itu akan mati dengan cara mengenaskan.


Maximus mengambil pisau lipat dari saku celana panjang belakang yang selalu di simpannya kemudian memeluk Vira sambil menempelkan pisau lipat tersebut di perut Vira.


'Betapa bodohnya aku karena aku pikir dirimu berbeda karena tidak mau menerima uangku tapi kamu ternyata sama seperti wanita lain bahkan lebih jahat yaitu kamu tega mencelakai orang kepercayaanku yang sudah Aku anggap keluargaku.' Bisik Maximus.


'Awalnya aku merasa bersalah tapi setelah tahu kamu yang membuat orang kepercayaanku terluka maka aku tidak segan - segan untuk mem bu nuh mu.' bisik Maximus kembali tepat di telinga Vira.


Vira diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dirinya tidak memperdulikan Maximus menuduhnya jahat dan membiarkan apa yang akan dilakukan oleh Maximus.


'Hidupku sudah hancur dan aku tidak perduli jika pria di belakangku membunuhku,' ucap Vira dalam hati ketika pisau lipat tersebut perlahan menusuk di perutnya karena hatinya sudah sangat hancur.


Vira hanya bisa memejamkan matanya menahan rasa sakit pada seluruh tubuhnya dan mengeluarkan air mata tanpa bersuara hingga air matanya jatuh mengenai tangan Maximus bersamaan darah segar keluar dari perut Vira.


Tes


Tes


"Percuma kamu menangis karena aku tidak pernah berbelas kasih terhadap orang yang mencelakai orang kepercayaanku," ucap Maximus sambil menekan pisau lipat nya ke dalam perut Vira.


Jleb


Bruk


Vira masih memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun ketika pisau tersebut menusuk perutnya lebih dalam kemudian tanpa punya perasaan Maximus mendorong tubuh Vira hingga tubuh Vira kembali terguling - guling ke lantai yang berada di bawah.


Tiba-tiba datang seorang pria paruh baya yang sedang menaiki anak tangga melihat Vira yang sedang tergeletak di lantai dan langsung menggendong Vira untuk di bawa ke rumah sakit.


xxxxxxxxxx


"Lihatlah sekarang, pria itu menyesali perbuatannya." Ucap Vira sambil menatap Maximus yang masih mengeluarkan air mata penyesalan.


"Kalau seperti ini berarti akhir dari alur cerita novel nya bisa jadi berbeda atau pemeran utama pria menyesali dan menikah dengan pemilik tubuh."

__ADS_1


__ADS_2