VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 4


__ADS_3

"Jika Kak Bela diberikan pelajaran, Aku akan diberikan hukuman yang lebih berat oleh Ibu tiriku dan Kakak Tiriku belum lagi di tambah beberapa pelayan suruhan Ibu Tiriku jika Aku kembali ke mansion." Ucap dokter Vira sambil mengeluarkan air mata buayanya.


'Memangnya hanya kamu yang bisa, Aku juga bisa bersandiwara.' Ucap dokter Vira dalam hati sambil melihat wajah Bela seperti menahan amarahnya.


"Jahat banget, lebih baik bawa wanita jahat ini ke kantor polisi." Ucap salah satu pengunjung pasien sambil menarik tangan Bela diikuti oleh pria lainnya.


"Apakah dokter Vira tidak mempunyai tempat tinggal?" Tanya dokter Anton.


"Semua uangku di ambil oleh Ibu tiriku dan Kakak tiriku sedangkan mansion milik Oma dan Opaku juga di rebut oleh mereka." Jawab dokter Vira.


"Benar-benar jahat, kebetulan Ayahku seorang pengacara. Aku akan meminta bantuan Ayahku agar semua yang menjadi milikmu akan kembali padamu." Ucap seorang pria.


"Terima kasih atas bantuannya." Jawab dokter Vira.


"Maaf, Saya ingin makan dulu." ucap Vira yang melihat Bela sudah di bawa pergi oleh dua orang pria.


'Ini baru permulaan karena setelah ini giliran Ibu tirinya dan Ayah kandung pemilik tubuh yang tidak punya rasa malu karena tinggal di mansion peninggalan Oma dan Opanya pemilik tubuh ini.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Silahkan dokter, Aku juga ingin makan." Ucap pria tersebut.

__ADS_1


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya kemudian dokter Vira dan dokter Anton berjalan ke arah kantin sedangkan orang - orang yang tadi berkerumun membubarkan diri namun kejadian yang tadi mereka rekam dan di kirim lewat medsos.


Berita itupun sampai di kediaman mansion milik orang tuanya dokter Vira di mana salah satu pelayan membuka sosmed.


"Hei lihat, bukankah ini Nona Bela?" Tanya salah satu pelayan sambil memperlihatkan ponselnya.


"Iya benar, akhirnya kena kamarnya juga dipermalukan di depan orang." Celetuk salah satu pelayan yang memang sangat membenci Bela dan Ibunya Bela.


"Betul kena karma, rasakan sendiri jadi orang jahat banget tinggal orang tuanya saja yang belum." Ucap pelayan lainnya.


"Semoga mereka bertiga kena karmanya." ucap pelayan satunya lagi.


"Apa apa ini?" Tanya seorang wanita cantik tapi tidak secantik sifatnya.


"Coba Aku lihat ponselmu." Ucap wanita tersebut sambil mengarahkan tangannya ke arah salah satu pelayannya.


"Ini Nyonya." Ucap pelayan tersebut sambil menyerahkan ponselnya dengan perasaan takut.


Takut ponselnya yang baru di cicil satu bulan akan di banting oleh wanita tersebut sekaligus majikannya. Tapi lebih takut lagi jika dirinya di pecat oleh wanita jahat itu.

__ADS_1


Ponsel tersebut masih menampilkan status dokter Vira membuat Wanita itupun membacanya hingga wanita itu menekan ponsel tersebut hingga terdengar suara tanda ponselnya retak.


"Maaf Nyonya, ponselku." Ucap pelayan tersebut.


Wanita tersebut tidak memperdulikan ucapan pelayannya malah wanita tersebut langsung menekan tombol play untuk melihat rekaman video tersebut.


Prak


Dadanya naik turun melihat putri kesayanganya di lempari berbagai barang-barang hingga wanita tersebut membanting ponsel tersebut hingga hancur berkeping-keping.


"Dasar wanita jala*g!" teriak wanita itu.


"Nyonya, ponselku..." Ucap pelayan tersebut meratapi ponselnya yang sudah rusak dan tinggal bisa diperbaiki.


"Berisik! Jika tidak terima keluar dari mansion ini!" Bentak wanita tersebut dengan suara mengelegar.


"Vira! Awas Kamu, Aku akan memberikan hukuman yang lebih kejam yang tidak pernah kamu bayangkan!" Teriak wanita itu kembali kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2