VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 6


__ADS_3

Dokter Vira menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah wanita suruhan Ibu tirinya yang menatapnya sambil tersenyum tanda kemenangan karena telah berhasil membalikkan fakta.


Dokter Vira memejamkan matanya untuk mengambil ingatan pemilik tubuh dan Ibu dari pemilik tubuh. Setelah beberapa saat dokter Vira membuka matanya dengan mata berkaca-kaca membuat orang menatap ke arah dokter Vira.


"Saat itu Ibuku hamil besar dan ketika Ayahku mengatakan akan menikah lagi Ibuku sangat sedih hingga suatu ketika wanita jahat itu memberikan obat tidur ke Ibuku dan memerintahkan salah satu pelayan untuk pura-pura menidurinya membuat Ayahku marah." Ucap dokter Vira dengan mata berkaca-kaca.


"Ayahku menarik Ibuku hingga sampai di tangga Ayahku mendorong Ibuku hingga jatuh ke lantai satu kemudian Ayahku pergi meninggalkan Ibuku yang sedang sekarat. Kepala pelayan dan beberapa pelayan menolong Ibuku dan membawanya ke rumah sakit." Sambung dokter Vira.


"Sampai di rumah sakit nyawa Ibuku tidak tertolong namun dokter berusaha agar Aku selamat. Hingga akhirnya Tuhan memberikan kesempatan Aku hidup hingga sekarang." Ucap dokter Vira.


Tes


Tes


Dokter Vira mengeluarkan air matanya karena nasib pemilik tubuh dan Ibu pemilik tubuh sama-sama sangat tragis mati akibat ulah suaminya masing-masing.


"Sejak dari lahir hingga sekarang Ayahku tidak memperdulikan keberadaanku. Hanya kepala pelayan dan beberapa pelayan yang mengurusku dari Aku masih bayi merah hingga Aku berumur delapan tahun." Ucap dokter Vira.


"Hal itu dikarenakan Ibu tiriku memerintahkan kepala pelayan dan beberapa pelayan untuk tidak mengurus diriku dengan alasan Aku sudah besar jadi harus hidup mandiri." Sambung dokter Vira.


"Aku tahu pasti dokter Vira berbohong karena selama Aku ikut Nyonya, Nyonya sangat perduli sama dokter Vira dan menyayangi dokter Vira seperti anak kandungnya." Ucap wanita tersebut.


"Mau Aku buktikan lewat rekaman cctv di mana Ibuku di fitnah oleh Nyonya Veni? Ada juga rekaman cctv di mana Nyonya Veni dan Kakakku Bela menyiksaku dari Aku kecil hingga remaja." Ucap dokter Vira.


"Terserah kalian percaya padaku atau tidak." Ucap wanita tersebut sambil membalikkan badannya.


'Si*l, ternyata dokter Vira punya bukti kuat dan Aku kesulitan untuk menjatuhkan dokter Vira di tempat umum. Maafkan saya Nyonya, saya bisa membantu Nyonya.' Ucap wanita tersebut dalam hati.


"Tunggu! Kenapa Anda main pergi saja setelah memfitnahku?" Tanya dokter Vira.


Wanita itupun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah dokter Vira.


"Oh iya, Aku juga ada bukti cctv di mana Anda menerima uang dari Nyonya Veni. Apakah Anda ingin melihatnya?" Tanya dokter Vira sambil tersenyum.


'Si*l kenapa dokter Vira bisa tahu?" Tanya wanita tersebut dalam hati.


"Tentu saja Aku tahu." Jawab dokter Vira.


"Bagaimana dokter Vira bisa tahu apa yang Aku katakan dalam hati?" Tanya wanita tersebut dengan wajah terkejut.


"Karena Aku bisa membaca pikiran Anda jadi jangan pernah coba - coba untuk berniat jahat padaku." Jawab dokter Vira.


Wanita tersebut langsung membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan tempat tersebut tanpa memperdulikan umpatan-umpatan dari para pengunjung.


"Aku sangat lelah, mau pulang." Ucap dokter Vira yang sebenarnya ingin membalas perlakuan Ibu tiri, Ayah kandung dan Kakak tiri dari pemilik tubuhnya dan Ibu dari pemilik tubuh.


"Aku akan temani dokter Vira pulang." Ucap dokter Anton.


"Terima kasih tapi saat ini Aku ingin pulang sendiri." Ucap dokter Vira menolak maksud baik dokter Anton.

__ADS_1


"Nanti keluargamu akan menghukummu." Ucap dokter Anton.


"Aku akan numpang di rumah temanku." Jawab dokter Vira sambil berjalan ke arah ruangannya.


"Laki-laki atau perempuan?" Tanya dokter Anton dengan nada cemburu.


"Perempuan, Aku tidak terbiasa tidur bersama pria lain." Jawab dokter Vira.


"Baiklah." Ucap dokter Anton yang tidak ingin memaksa dokter Vira apalagi dokter Vira tidur tidak bersama pria lain.


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruangannya untuk mengambil tasnya sedangkan dokter Anton juga ikut masuk ke dalam ruangannya.


'Aku akan menyuruh orang kepercayaanku untuk menabrak wanita itu karena telah berani mengusik wanitaku.' Ucap dokter Anton dalam hati sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.


'Setelah beres, Aku akan memberikan pelajaran ke Bela bersama orang tuanya yang tidak pernah mereka bayangkan.' Sambung dokter Anton dalam hati.


Semua orang tidak tahu kalau dokter Anton adalah seorang psychopath karena selama ini dirinya selalu melakukan perbuatan jahatnya dengan menyuruh orang kepercayaannya. Hanya dokter Vira yang tahu betapa kejamnya dokter Anton.


'Apakah Aku harus menolong wanita itu?' Tanya dokter Vira dalam hati yang bisa membaca pikiran seseorang.


"Tidak perlu, wanita itu tidak akan sadar karena uang adalah segalanya."


"Baiklah." Jawab dokter Vira.


Ceklek


Dokter Vira membuk pintu ruangannya kemudian berjalan masuk ke dalam untuk mengambil tasnya setelah itu barulah dokter Vira keluar dari ruangannya dan berjalan ke arah lobby hotel sekalian memesan taksi online.


"Memang mereka sangat jahat jadi tugasmu ada dua yaitu memberikan keadilan untuk pemilik tubuh dengan memberikan hukuman untuk keluarga pemilik tubuh dan keluarga suaminya yang sering menindas pemilik tubuh."


"Ok siap, karena mereka pantas mendapatkannya." Ucap dokter Vira sambil menunggu taksi online.


Tidak berapa lama datang taksi online, dokter Vira naik mobil tersebut dan duduk di kursi belakang pengemudi.


Selama dalam perjalanan menuju ke mansion tidak ada masalah namun ketika di pertengahan jalan dokter Vira melihat dari kaca spion kalau mobil yang ditumpangi diikuti dua mobil warna hitam.


'Ada mobil yang mengikutiku, siapa mereka?' Tanya dokter Vira dalam hati.


"Orang suruhan Ibu tirimu jadi bersiaplah sebentar lagi di jalan sepi salah satu mobil itu akan mendahului mobilmu lalu berhenti secara mendadak agar mobil yang kamu tumpangi ikut berhenti tepat di depanmu."


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti hingga di jalan sepi salah satu mobil tersebut mendahului mobil dokter Vira kemudian berhenti mendadak sesuai apa yang dikatakan Virtual Account.


Citttttttt


Mobil yang ditumpangi oleh dokter Vira terpaksa mengerem sedangkan dokter Vira yang sudah tahu menahan tubuhnya dengan menggunakan satu tangan agar tidak terjatuh.


"Paman di dalam saja." Ucap dokter Vira sambil keluar dari mobil.


"Tapi Nona ..." Ucapan sopir tersebut terpotong oleh dokter Vira.

__ADS_1


"Mereka ingin menyerangku jadi biarkan Aku yang melawan mereka. Paman lebih baik hubungi polisi untuk menangkap mereka." Ucap dokter Vira sambil menutup pintu mobil.


"Baik Nona." Jawab sopir tersebut.


Dokter Vira berjalan ke arah mobil yang berada di depannya sambil melirik ke arah belakang di Man mobil satunya lagi berhenti.


Delapan orang bertampang sangar keluar dari mobil yang berada di depan begitu pula yang berada di belakang total enam belas orang.


'Segini banyaknya?' Tanya dokter Vira dengan wajah terkejut.


" Wanita jahat itu memerintahkan mereka untuk menculikmu lalu melakukan hubungan suami istri secara bergiliran sambil merekam lalu menyebarkan ke medsos agar karirmu hancur dan berakhir dirimu bunuh diri."


"Dasar wanita gi*a." Umpat dokter Vira.


"Ya begitulah."


Dokter Vira langsung memasang kuda-kuda untuk melawan mereka di mana ke enam belas pria sangar tersebut tersenyum mesum karena mereka sangat yakin bisa mengalahkan dokter Vira jika dokter Vira bisa bela diri.


Bugh


Duag


Bugh


Duag


Dokter Vira memukul dan menendang pria sangar tersebut membuat mereka ikut menyerang dokter Vira dengan cara memukul dan menendang.


Dokter Vira terpaksa menggunakan tenaganya yang berlebih karena mengingat kalau kelamaan melawan yang ada energinya akan habis.


Duag


Duag


"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut bersamaan.


Bruk


Bruk


Dua pria berhasil di tendang oleh dokter Vira membuat ke dua pria tersebut berteriak kesakitan dan ambruk tidak sadarkan diri. Hal itu membuat para penjahat marah dan ingin secepatnya membereskan dokter Vira.


Dokter Vira terus melawan hingga tinggal delapan orang pria lagi. Di mana teman mereka yang berjumlah delapan sebagian tidak sadarkan diri dan sebagian diri meringis menahan rasa sakit karena tulang rusuknya seperti ada yang patah.


"Peringatan tinggal dua puluh satu persen, sepuluh persen harap di isi ulang energi."


"Dimana Tuan Victor berada?" Tanya dokter Vira sambil masih melawan para musuhnya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2