
Dokter Vira menekan pelipisnya hingga beberapa saat dokter Vira menurunkan tangannya.
"Jangan, kita memutar ke arah samping di mana ada jalan rahasia." Ucap dokter Vira sambil menutup kaca jendela mobil.
"Ok." Jawab Victor singkat.
Victor memundurkan mobilnya kemudian memutar tembok sedangkan tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata menatap dokter Vira sambil tersenyum devil. Siapa lagi kalau bukan Ibu tiri dan Kakak tirinya dokter Vira.
"Mommy, kalau Vira kembali lagi bagaimana?" Tanya Bela.
"Tenang saja, wanita yang tidak punya malu itu tidak mungkin bisa masuk ke dalam mansion ini karena Mommy sudah memerintahkan semua penghuni mansion untuk melarang wanita yang tidak malu itu masuk ke mansion ini." Ucap Ibunya.
"Bagus Mom, karena Dia sudah membuatku malu." Ucap Bela sambil menahan amarahnya mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
Ketika Bela di bawa ke kantor polisi, Bela menghubungi Ibunya dan Ibunya langsung menghubungi pengacara keluarga. Saat itu juga Bela bebas dengan membayar uang jaminan yang sangat besar.
"Sekarang kita istirahat saja, Mommy sangat mengantuk." Ucap Ibunya.
"Baik Mom." Jawab Bela.
"Oh ya Mom, hari ini Daddy kan pergi jadi Bela tidur sama Mommy ya." Pinta Bela.
"Ok." Jawab Ibunya singkat.
Merekapun berjalan ke arah ranjang kemudian mereka berbaring dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana dokter Vira dan Victor berhasil masuk ke dalam mansion dengan menggunakan jalan rahasia.
"Adakah obat perang sang dosis tinggi?" Tanya dokter Vira.
"Ada, dua belas poin dapat dua pak."
"Baik, Aku beli." Ucap dokter Vira.
"Poin berkurang dua belas."
"Untuk apa obat itu?" Tanya dokter Victor penasaran.
__ADS_1
"Wanita licik itu pernah melakukan ke ibu pemilik tubuh dan akhirnya Ibu pemilik tubuh meninggal di bunuh suaminya. Aku akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan wanita jahat itu." Jawab dokter Vira sambil berjalan ke arah rak buku.
Victor yang mendengarnya hanya terdiam, tidak melarang ataupun mendukung apa yang dilakukan oleh dokter Vira. Sedangkan dokter Vira menarik buku dan tidak berapa lama rak buku bergeser. Dokter Vira mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Ayah dari pemilik tubuh setelah selesai dokter Vira menyimpan kembali ponselnya.
Dokter Vira dan Victor melihat kamar tamu lantai satu. Mereka masuk ke dalam ruangan tersebut kemudian berjalan ke arah pintu.
"Keluar dari kamar ini kita langsung menuju ke tempat lift. Kita naik lift saja karena jika lewat tangga akan ketahuan para penjaga." Ucap dokter Vira.
Victor hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian mereka keluar dari kamar tersebut menuju ke arah lift.
Skip
Kini mereka berada tepat di kamar Ibu tirinya dokter Vira dengan perlahan dokter Vira membuka pintu dan melihat mereka tidur dengan pulas.
'Tolong masukkan bubuk ini ke dalam mulut Ibu tiriku dan Aku masukkan ke dalam mulut Kak Bela.' Bisik dokter Vira sambil memberikan obat perang x sang ke Victor.
Tanpa menjawab Victor menerima bungkusan tersebut kemudian mereka berjalan ke arah ranjang. Dokter Vira berjalan ke arah samping kanan sedangkan Victor berjalan ke arah kiri kemudian mereka berdua menotok titik syarat agar tidak bisa bergerak.
Victor menekan mulut Ibu tirinya dokter Vira agar terbuka begitu pula dengan Bela. Sontak hal itu membuat ke dua wanita tersebut memaksakan membuka matanya dan matanya membulat sempurna.
Ke dua wanita tersebut berusaha memberontak namun mereka tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
'Si*l, tadi adikku yang tidak malu merayu calon suamiku dan sekarang merayu lagi pria lain. Kenapa semua orang menyukai adikku yang tidak punya malu.' Ucap Bela dalam hati.
Tanpa menjawab dokter Vira memasukkan bungkusan tersebut begitu pula dengan Victor. Ketika mereka ingin membuang serbuk tersebut namun gerakan mereka dapat terbaca oleh Victor dan dokter Vira.
Hal itu membuat mereka memijat leher mereka agar serbuk tersebut masuk ke dalam mulut mereka lalu kembali memasukkan serbuk tersebut hingga habis.
"Apa yang Kalian berikan pada kami?" Tanya ke dua wanita tersebut.
"Seperti yang kalian lakukan pada Ibuku dan juga Aku." Jawab dokter Vira sambil menggendong Bela seperti menggendong beras begitu pula dengan Victor dan berjalan ke arah pintu.
"Aku mohon jangan lakukan pada putriku." Mohon Ibu tirinya untuk pertama kalinya sambil menahan amarahnya terhadap dokter Vira.
Hal itu dikarenakan dirinya terpaksa memohon ke dokter Vira demi putri kesayangannya.
__ADS_1
"Tidak akan, Aku ingin kamu merasakan apa yang dirasakan oleh Ibuku di tambah putrimu melakukan hubungan suami istri bersama banyak penghuni mansion." Ucap dokter Vira sambil menekan tombol lift.
Ting
Pintu lift terbuka kemudian mereka masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian dokter Vira menekan tombol lantai satu.
"Apa? Aku masih menjaga kehormatanku dan Aku tidak mau melayani para pria di mansion." Ucap Bela.
"Dasar Kamu gi*a!" Teriak Ibu tirinya.
Bruk
"Akhhhhhhhh..." Teriak Bela.
"Apakah kalian tidak ingat ketika kalian memberikan obat peransang dosis tinggi untuk melayani ke sepuluh pria?" Tanya dokter Vira sambil melempar tubuh Bela ke lantai lift.
Ting
Bersamaan pintu lift terbuka kemudian dokter Vira menarik tangan Bela agar berdiri lalu menariknya dengan kasar tanpa memperdulikan teriakan kesakitan.
Bruk
Bruk
Dokter Vira dan Victor melempar tubuh Bela dan Ibu tirinya dokter Vira ke lantai namun sebelumnya melepaskan titik syarafnya karena tubuh mereka di totok oleh Victor dan dokter Vira.
"Akhhhhhhhh..." Teriak Ibu tirinya dan Kakak tirinya secara bersamaan.
Hal itu membuat mereka berteriak kesakitan ketika tubuh mereka terkena lantai. Tidak berapa lama mereka melepaskan pakaiannya satu persatu karena tubuh mereka terasa sangat panas.
"Kita pergi dari sini." Ucap dokter Vira sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Victor.
"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Victor penasaran.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :