
"Ya Aku sangat cemburu." Jawab Victor dengan jujur.
"Karena itulah Kak Victor melakukan seperti ini." Ucap dokter Vira.
Victor hanya menganggukkan kepalanya membuat dokter Vira tersenyum bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Baiklah, Aku tidak akan melakukannya baik dengan Kak Anton maupun dengan pria lain." Ucap dokter Vira.
Grep
"Terima kasih." Jawab Victor sambil memeluk dokter Vira dengan erat.
"Kak Victor, Aku tidak bisa bernafas." Ucap dokter Vira sambil membalas pelukan Victor.
"Bukannya tenaga mu kuat dan tidak bisa sakit?" Tanya Victor sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik dokter Vira.
"Kok tahu?" Tanya dokter Adira.
Ctak
"Ya tahulah kan Aku yang menciptakan alat-alat canggih untuk dimasukkan ke dalam beberapa anggota tubuhmu. Jadi Kamu tidak mungkin kesakitan jika Aku peluk ataupun di pukul oleh seseorang karena anggota tubuh mu sangat kuat untuk menahan dari rasa sakit." Jawab Victor kemudian menyentil kening dokter Vira.
"Ish ... Ish ... Ish ... walau tenagaku kuat tapi kalau dayaku habis langsung lemas dan tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali." Ucap dokter Vira.
"Sayangnya kelemahan dari alat-alat canggih buatan ku seperti itu dan maaf kalau itu membuatmu menderita." Ucap Victor merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Kak." Jawab dokter Vira sambil tersenyum.
"Oh ya, Aku ingin tahu secara detail Di mana Kak Victor menemukanku karena Aku hanya ingat Aku dipukul oleh mereka bertiga setelah itu Aku tidak sadarkan diri di mansion." Pinta dokter Vira.
"Bukankah Kamu sudah tahu dari Virtual Account?" Tanya Victor.
"Sudah sih, tapi kan Aku ingin cerita lebih detail." Jawab dokter Vira.
__ADS_1
Victor menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menceritakan secara detail tanpa di tutup - tutupi. Bagaimana saat itu kondisi dokter Vira sangat mengkuatirkan. Hingga akhirnya Victor terpaksa memasukkan alat-alat canggih ke tubuh dokter Vira.
Grep
Dokter Vira yang mendengarnya sangat terkejut dan matanya berkaca-kaca membuat dokter Vira memeluk tubuh Victor.
"Itulah yang terjadi karena itulah Aku terpaksa memasukkan alat-alat canggih ke dalam anggota tubuh mu." Ucap Victor mengakhiri ceritanya sambil membalas pelukan dokter Vira.
"Berarti jika seandainya saja tidak ada alat-alat canggih maka ke dua kaki dan ke dua tanganku lumpuh selain itu wajah ku rusak di tambah Aku buta." Ucap dokter Vira.
"Benar sekali selain itu jika Aku tidak datang tepat waktu bisa saja nyawa mu tidak tertolong." ucap Victor.
"Mereka sangat jahat sekali." Ucap dokter Vira.
"Ya dan sudah kamu balas kejahatan mereka." Ucap Victor.
"Bagaimana nasib mereka?" Tanya dokter Vira sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan Victor.
"Rumah sakit jiwa? Kenapa mereka masuk ke rumah jiwa?" Tanya dokter Vira dengan wajah terkejut.
"Itu dikarenakan semua aset milik keluarga Ibumu sudah Kamu jual semuanya dan diberikan sebagian pelayan dan diberikan buat orang yang tidak mampu membuat mereka tidak mempunyai tempat tinggal dan akhirnya mereka tinggal di kolong jembatan membuat mereka sangat stres berat." Ucap Victor.
"Di tambah mereka lumpuh dan cacat baik wajahnya yang rusak dan ada yang buta yaitu Kakak tirimu hingga mereka setiap hari berteriak mengganggu warga. Akhirnya mereka dimasukkan ke rumah sakit jiwa." Sambung Victor menjelaskan.
"Mereka pantas mendapatkannya." Ucap dokter Vira.
"Apakah Kamu nyaman duduk di pangkuan ku?" Tanya Victor.
"Sejak tadi Aku mau turun tapi Kak Victor memelukku jadi jangan mengatakan kalau Aku nyaman." Ucap dokter Vira dengan wajah memerah sambil turun dari pangkuan Victor.
'Padahal sih memang iya.' Sambung dokter Vira.
"Akhirnya ngaku juga walau dalam hati." Ucap Victor.
__ADS_1
"Kok Kak Victor tahu?" Tanya dokter Vira dengan wajah terkejut.
Ctak
"Tentu saja tahu." Ucap Victor sambil menyentil kening dokter Vira.
"Kak Victor curang, masa Kak Victor bisa membaca isi hatiku sedangkan Aku tidak tahu." Ucap dokter Vira dengan ke dua pipinya digembungkan mirip ikan buntal.
"Pffttttttt.." Tawa Victor.
"Kenapa tertawa?" Tanya dokter Vira.
"Kamu lucu mirip ikan buntal." Ucap Victor.
Bugh
"Nyebelin." Ucap dokter Vira sambil memukul bahu Victor.
Victor hanya tersenyum kemudian Victor menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tanpa sepengetahuan dokter Vira dan Victor kalau ada sepasang mata menatap ke arah mobil tersebut. Sejak dokter Vira keluar dari mansion hingga dokter Vira masuk ke dalam mobil milik Victor siapa lagi kalau bukan dokter Anton.
'Cih, dasar perempuan licik ternyata apa yang dikatakan Mami dan ke dua putri ku benar kalau wanita itu hanya menyukai harta ku.' Ucap dokter Anton dalam hati.
'Tunggulah pembalasanku di mana Kamu akan menyesali karena telah berani mempermainkan perasaanku. Kamu pasti tidak menyangka kalau aku dan keluargaku adalah keluarga psychopath.' Sambung dokter Anton dalam hati sambil tersenyum menyeringai.
Karena lelah membuat dokter Anton menutup gorden balkon kemudian meletakkan teleskop canggih di atas meja dekat ranjang. Dokter Anton berbaring di ranjang dan tidak membuat waktu lama dokter Anton tidur dengan pulas.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1