VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Komik : Derita Istri Yang Teraniaya 4


__ADS_3

Vira kini berada di taman belakang mansion kemudian melompat seperti tupai ke lantai dua di mana kamar pemilik tubuh berada. Namun ketika sampai di balkon Vira mendengar suara-suara orang bingung.


"Kemana gadis si alan itu?" Tanya Ririn yang merupakan ibu tiri pemilik tubuh.


"Kami juga tidak tahu Nyonya, tiba-tiba gadis itu menghilang." jawab ke dua belas bodyguardnya bersamaan.


"Kenapa bisa hilang secepat itu?" Tanya Valen adik tiri Vira yang tidak percaya kalau Vira secepat itu melarikan diri.


"Daddy juga tidak tahu kenapa gadis brengs*k itu tiba-tiba menghilang." sambung Vincent yang merupakan Ayah kandung Vira.


"Dari pada banyak bicara lebih baik cari saja gadis si alan itu." Ucap Ririn dengan nada kesal terhadap Vira.


"Baik." Jawab ke dua belas bodyguardnya bersamaan.


Ceklek


"Kalian mencariku?" Tanya Vira sambil membuka pintu balkon kemudian masuk ke dalam kamar pemilik tubuh.


"Cihhhhh ... Kabur." Ucap Ririn.


"Aku tidak kabur, kalau Aku kabur mana mungkin Aku ada di sini." Ucap Vira sambil tersenyum sinis.


"Tembak!" Perintah Ririn tanpa menjawab ucapan Vira.


Whushh


Salah satu bodyguard mengeluarkan pistolnya kemudian diarahkan ke Vira namun sebelum pistol tersebut mengeluarkan pelurunya Vira terlebih dahulu menarik tubuh Valen yang lebih dekat kemudian menjadikan Valen sebagai tamengnya.


Dor

__ADS_1


"Akhhhhhhhh..." Teriak Valen.


Bruk


Bodyguard tersebut tidak sempat menghentikan tembakannya karena gerakan Vira lebih cepat hingga Valen terkena luka tembak tepat di dadanya hingga Valen berteriak kesakitan dan ambruk seketika.


"Valen!" Teriak Ririn sambil berjalan ke arah Valen.


Bruk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Ririn.


Bruk


Vira yang melihat Ririn berjalan ke arahnya langsung mendorong tubuh Valen hingga mengenai tubuh Ririn hal itu membuat Ririn berteriak kesakitan karena tubuhnya terdorong oleh tubuh Valen. Tubuh Valen menimpa tubuh Ririn karena belum ada persiapan membuat keduanya terjatuh ke lantai.


"Kenapa Kalian berdua tidur di lantai? Kenapa tidak tidur di ranjang milikku? Kan lebih empuk." Ucap Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Baik Nyonya." Jawab ke dua belas bodyguardnya.


"Valen, sadarlah." ucap Ririn sambil menepuk pipi Valen.


"Daddy kenapa diam saja? Angkat putri kita, cepat!" Perintah Ririn.


Tanpa menjawab suaminya menggendong Valen tanpa memperdulikan Vira yang sedang bertarung dengan ke dua belas bodyguardnya. Hatinya sudah tertutup dan tidak memperdulikan apakah Vira hidup atau mati di bunuh oleh para bodyguardnya.


Perkelahian yang tidak seimbang antara satu lawan tiga di mana jika tiga bodyguard melemah di ganti dengan tiga bodyguard lainnya.


'Lebih baik Aku totok saja titik sensitif mereka agar tubuh mereka lemah seperti tidak bertulang.' Ucap Vira dalam hati.

__ADS_1


Bruk


Bruk


Bruk


Vira mulai menotok satu persatu hingga ke tiga bodyguard milik orang tua pemilik tubuh ambruk satu persatu.


"Kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?" Tanya ke tiga bodyguard tersebut sambil berusaha menggerakkan tubuhnya tapi tetap tidak bisa.


"Kalian maju lah semuanya agar Kalian menyusul ke tiga teman kalian." Ucap Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Serang!" teriak salah satu dari mereka.


Ke sembilan bodyguard langsung berjalan ke arah Vira membuat Vira tersenyum menyeringai. Tubuhnya yang lemah gemulai menyerang ke sembilan bodyguard tersebut hingga satu persatu ambruk ke lantai.


"Tubuh Kalian sekarang lemah dan sangat sulit digerakkan jadi percuma saja Kalian membuang tenaga Kalian." Ucap Vira sambil membalikkan badannya.


Vira berjalan menyusul ke dua orang tuanya di mana mereka sedang menuruni anak tangga satu demi satu.


"Percuma Kalian pergi karena Aku akan menghukum Kalian berdua." Ucap Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Vira, Kamu adalah putri kesayangan Kami jadi Kami mohon biarkan Kami pergi untuk membawa adikmu ke rumah sakit." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.


'Dua belas bodyguard ku tidak ada satupun yang bisa melawan anak si alan itu, dasar bodyguard tidak berguna.' Sambung Ririn dalam hati.


"Cihhhhh... pura-pura memohon tapi hatimu sangat busuk untuk mencelakai Aku. Kalian harus mati di tanganku." Ucap Vira.


"Vira, Aku ini Daddy mu! Apa Kamu tega melihat Adikmu terkena luka tembak!" Bentak Vincent.

__ADS_1


"Daddy yang sangat jahat dengan putrinya sendiri." Ucap Vira dengan nada ketus.


"Ternyata Nona sangat jahat dengan keluarga sendiri." Ucap seorang pemuda tampan sambil menatap tajam ke arah Vira.


__ADS_2