VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 29


__ADS_3

'Tidak ada? Masa hantu 👻?' Tanya Ririn dalam hati sambil mengusap bulu kuduknya yang berdiri.


"Ada apa Rin?" Tanya Mamanya Anton.


"Tidak ada apa-apa Oma." Jawab Ririn.


"Perasaan kok ada yang ngikutin ya?" Tanya Valen dan Rina bersamaan sambil membalikkan badannya namun tidak ada orang sekalipun.


"Aku pikir hanya perasaanku saja tapi ternyata kalian juga." Ucap Ririn.


'Kalian tidak akan bisa melihatku karena Aku menggunakan jurus menghilang.' Ucap Victor dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


"Mungkin hanya perasaan kalian saja, ayo kita ke ruangan Anton." Ucap Maminya dokter Anton sambil berjalan ke arah ruangannya.


"Baik." Jawab mereka bersamaan.


Ceklek


Rina membuka pintu ruangan kerja milik dokter Anton dengan lebar kemudian Mamanya Anton masuk ke dalam di susul Ririn dan Valen namun ketika Rina hendak masuk ke dalam ruang kerja Anton, tiba-tiba....


Bruk


Bruk


"Akhhhhhhhh!" Teriak Rina dan Valen bersamaan.


Bruk

__ADS_1


Bruk


"Akhhhhhhhh!" Teriak Maminya dokter Anton dan Ririn bersamaan.


Rina terjatuh menabrak Valen kemudian Valen menabrak Ririn sedangkan Ririn yang di tabrak menabrak Maminya dokter Anton.


"Kenapa kalian berempat tiba-tiba jatuh?" Tanya dokter Anton.


"Ririn, kenapa Kamu menabrak Oma?" Tanya Mamanya Anton sambil berusaha bangun.


"Maaf Oma, Ririn di tabrak Valen." Jawab Ririn sambil bangun.


"Maaf Kak, Aku di tabrak Rina jadi Rina yang harus disalahkan karena Dia duluan menabrak." ucap Valen sambil bangun dan tidak mau disalahkan.


"Maaf, tiba-tiba ada orang yang mendorong tubuhku tapi Aku tidak tahu siapa." Ucap Rina sambil berusaha bangun dan menatap sekeliling ruangan.


'Hehehehe... Aku yang sengaja mendorong agar kalian berempat jatuh secara bersamaan.' Ucap Victor dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


"Sudah-sudah jangan ribut sekarang Kita buat rencana." Ucap Maminya dokter Anton.


Mereka yang awalnya bicara kini terdiam untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh Maminya dokter Anton.


"Anton, Mami minta jam makan siang bawa Vira keluar dengan alasan makan siang." Ucap Maminya dokter Anton.


"Bukannya kita akan mencelakai Vira?" Tanya dokter Anton dengan wajah bingung.


"Memang benar kita akan mencelakai Vira. Mami memintamu mengajak Vira ke luar kemudian ...." Ucap Maminya dokter Anton menggantungkan kalimatnya.

__ADS_1


"Kemudian apa Mam?" Tanya dokter Anton penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Kamu bawa Dia ke tempat sepi kemudian Kamu bisa bunuh Vira setelah itu Kita buang ke jurang dekat lokasi kejadian." Jawab Maminya dokter Anton.


"Ok." Jawab dokter Anton singkat sambil tersenyum menyeringai begitu pula dengan yang lainnya.


"Kalau begitu Mami dan yang lainnya tunggu di jalan bunga Kamboja karena jalan tersebut terkenal dengan jalan angker dan jarang dilewati penduduk ataupun kendaraan." Ucap Maminya dokter Anton sambil berdiri.


"Ok." Jawab dokter Anton lagi.


Maminya dokter Anton berjalan ke arah pintu keluar begitu pula dengan yang lainnya. Victor yang mempunyai hobi iseng mendorong Rina dengan sangat keras membuat Rina berteriak.


"Akhhhhhhhh..." Teriak Rina.


Bruk


Bruk


Bruk


Bruk


"Akhhhhhhhh..." Teriak Maminya dokter Anton, Valen dan Ririn secara bersamaan.


Mereka langsung ambruk ketika tubuh Rina terdorong ke depan oleh Victor membuat mereka berteriak kesakitan.


"Rina! Kalau jalan itu pakai mata!" Teriak Maminya dokter Anton dengan nada satu oktaf.

__ADS_1


__ADS_2