
Vira yang sangat familiar dengan suara pemuda tampan tersebut langsung memalingkan wajahnya ke arah pemuda tampan tersebut.
"Kak Victor." Panggil Vira dengan wajah terkejut.
"Putri pertama Kami memang sangat jahat, adiknya sendiri dilukai dan kini berniat ingin membunuhnya. Tolong bantu Kami untuk melawan putri pertama Kami karena Kami sekarang ingin pergi ke rumah sakit." Mohon Ririn.
'Rasakan Kamu Vira.' Sambung Ririn dalam hati.
"Ayo Dad, Kita pergi secepat mungkin untuk menyelamatkan putri Kita." Sambung Ririn.
Suaminya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka melanjutkan langkahnya sedangkan Vira hanya tersenyum menyeringai.
"Sebelum berkomentar lihatlah rekaman ini." Ucap Vira sambil berjalan mengikuti langkah sepasang suami istri tersebut.
Ketika melewati Victor, Vira memberikan ponselnya yang berisi tentang kejahatan Ririn dan keluarganya.
"Kalau tidak percaya di kamarku ada dua belas bodyguard milik wanita ular itu untuk membunuhku dan untunglah Aku bisa melawan mereka." Ucap Vira sambil melangkahkan kakinya mengikuti Ririn dan Vincent di mana Vincent masih menggendong putrinya yang bernama Valen.
"Kenapa putrinya bisa terkena tembak?" Tanya Victor.
__ADS_1
"Itu dikarenakan ulah wanita ular itu yang menyuruh bodyguardnya untuk menembak ku dan aku bisa menghindar namun mengenai putrinya sendiri." Jawab Vira.
Vira tanpa sengaja melihat tempat kartu nama milik Ririn dan Valen yang tergeletak di meja dan sepertinya baru selesai buat karena isi di dalam kotaknya masih baru dan masih penuh.
Vira mengambil milik Ririn kemudian mengeluarkan dua kartu nama lalu dilemparkan ke arah Ririn dan Vincent.
Wushhhhh
Wushhhhh
"Akhhhhhhhh...." Teriak Vincent dan Ririn bersamaan.
Bruk
Bruk
"Kalian sangat jahat pada Ibuku dan sering menyiksaku jadi terimalah hukumanku yang tidak bisa Kalian lupakan seumur hidup Kalian." Ucap Vira sambil mengeluarkan dua kartu nama lagi dan diarahkan ke salah satu tangan mereka.
Wushhhhh
__ADS_1
Wushhhhh
"Akhhhhhhhh...." Teriak Vincent dan Ririn bersamaan.
Vincent dan Ririn kembali berteriak kesakitan ketika tangan kanan mereka terkena kartu nama yang dilempar oleh Vira.
"Salah satu kaki dan tangan Kalian kini sudah tidak berfungsi karena Aku sudah memutuskan urat syarafnya jadi mulai sekarang dan seterusnya Kalian menjadi cacat." Ucap Vira.
Victor hanya terdiam dan melihat apa yang dilakukan oleh Vira karena dirinya sempat melihat isi rekaman video cctv tentang kekejaman Ririn, Valen dan Vincent jadi sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman.
"Tuan Victor pasti mengenal pengacara jadi Aku minta tolong jual semua aset milik Ibuku dan berikan ke orang-orang yang tidak mampu sedangkan mereka tinggal di kolong jembatan." Ucap Vira.
"Wanita ular dan putrinya dulu bekerja menjadi pengemis dan sekarang mereka kembali menjadi pengemis dengan tubuh yang cacat." Sambung Vira.
"Vira, maafkan Mommy. Mommy sungguh - sungguh sangat menyesal." Ucap Ririn.
'Awas saja kalau Aku sudah bisa menggerakkan anggota tubuhku maka Aku akan menyuruh orang untuk membunuh gadis si alan ini.' Sambung Ririn dalam hati.
"Awas saja kalau Aku sudah bisa menggerakkan anggota tubuhku maka Aku akan menyuruh orang untuk membunuh gadis si alan ini. Ckckckck... Aku tidak menyangka ternyata sifat jahat mu tidak pernah berubah." Ucap Vira mengulangi perkataan Ririn sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bagaimana Kamu bisa tahu isi hatiku?" Tanya Ririn dengan wajah terkejut.