VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 28


__ADS_3

Dokter Vira yang merasakan ada pergerakan memalingkan wajahnya ke arah samping dan menatap mereka berdua di mana pria tersebut bersiap menyerang dokter Vira sedangkan wanita tersebut mengambil vas bunga yang ada di atas meja.


Whushh


Bruk


Prang


"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua orang tersebut bersamaan.


Dokter Vira dengan gerakan sangat lincah langsung berada di belakang Ayah dari pemilik tubuh kemudian mendorong tubuhnya membuat tubuh Ayah dari pemilik tubuh menabrak tubuh wanita tersebut. Wanita tersebut sangat terkejut membuat vas bunga tersebut jatuh hingga mengenai kaki pria tersebut membuat mereka berteriak kesakitan.


"Akhhhhhhhh..." Teriak pria dan wanita tersebut.


Duag


"Akhhhhhhhh..." Teriak pria tersebut.


Selesai melakukan hal itu dokter Vira langsung menendang wortel import milik Ayah pemilik tubuh membuat pria tersebut berteriak kesakitan hingga jatuh berlutut sambil memegangi wortel import kebanggaannya.


"Dasar anak kurang ajar dan tidak tahu diri!" Teriak Ayahnya memaki dokter Vira.


"Seharusnya orang yang di sebut tidak tahu diri itu adalah Kamu. Kamu yang telah membuat Ibuku meninggal dunia dan membuatku menderita padahal semua fasilitas yang Kamu gunakan adalah milik keluarga Ibuku. Dasar benalu, tidak punya rasa malu, tidak mau kerja keras dan menghabiskan harta milik keluargaPq Ibuku." Ucap dokter Vira dengan nada penuh amarah sekaligus rasa kecewa secara bersamaan.


Tes


Tes


Tanpa sadar dokter Vira mengeluarkan air matanya sepertinya pemilik tubuh sangat sedih dengan perbuatan Ayah kandung nya yang sangat jahat pada istri pertama dan juga putri kandungnya.


"Seandainya Aku bisa memilih, Aku tidak akan mau mempunyai Ayah yang tidak punya hati sepertimu dan pria ja x lang yang hobinya gonta-ganti wanita." Ucap dokter Vira.


Ayah pemilik tubuh sangat marah dengan ucapan dokter Vira membuat Ayah pemilik tubuh mengambil pecahan vas bunga.


"Dasar anak tidak tahu di untung, mati lah Kamu anak durhaka!" Teriak Ayah pemilik tubuh sambil berjalan ke arah dokter Vira sambil menahan rasa perih pada ke dua kakinya.


Dokter Vira yang tahu dirinya akan dilukai membuat dokter Vira menarik tangan wanita tersebut kemudian mendorongnya ke arah Ayah pemilik tubuh.


Tusk

__ADS_1


Bruk


"Akhhhhhhhh..." Teriak wanita tersebut ketika pecahan vas bunga menusuk perutnya hingga wanita tersebut ambruk sambil memegangi perutnya yang terluka.


"Pak tua, sampai kapanpun Pak Tua tidak akan bisa melukai diriku." Ucap dokter Vira sambil tersenyum devil.


"Sekarang terimalah kematianmu, Pak Tua." Ucap dokter Vira.


Selesai mengatakan hal itu dokter Vira menarik tangan pria tersebut hingga di depan tangga dokter Vira mendorongnya hingga pria tersebut jatuh berguling guling sambil berteriak kesakitan.


Dokter Vira hanya menatap datar ketika pria tersebut berteriak kesakitan hingga di lantai dasar pria tersebut tidak sadarkan diri.


Dokter Vira pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke mansion milik Victor untuk membersihkan cipratan darah setelah itu barulah berangkat ke kantor.


"Kak Victor tumben pakai kaos, topi dan masker?" Tanya dokter Vira yang melihat Victor sudah rapi.


"Seperti yang Aku bilang, Aku akan temani Kamu untuk menyelesaikan misi agar kita berlanjut ke misi berikutnya." Jawab Victor.


Victor yang melihat dokter Vira sudah mandi dan memakai pakaian kerja sambil membawa kunci mobil langsung mengambil kunci mobil dari tangan dokter Vira.


"Bukankah, misi itu Aku yang harus selesaikan?" Tanya dokter Vira.


Dokter Vira hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan kediaman milik Victor.


"Aku akan menyamar menjadi sopir pribadimu jadi jika ada yang bertanya bilang saja Aku sopir yang baru saja bekerja." ucap Victor sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


"Karena Kak Victor menyamar menjadi sopir maka Aku duduk di belakang." Ucap dokter Vira sambil membuka pintu mobil belakang samping pengemudi.


"Tidak .... Tidak ... Duduk di depan." Ucap Victor.


"Lho bukannya menyamar menjadi sopir?" Tanya dokter Vira sambil menutup pintu mobil.


"Lebih baik Aku menyamar menjadi Kakak sepupumu jadi Kamu harus duduk di depan." Jawab Victor sambil menekan tombol agar jendela mobil terbuka.


"Baiklah." Jawab dokter Vira pasrah.


Setelah dokter Vira naik ke dalam mobil dan memasang seat belt barulah Victor mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit dokter Vira masuk ke dalam rumah sakit untuk bekerja sedangkan Victor menunggu di dalam mobil. Hingga satu jam kemudian Victor mulai bosan menunggu.

__ADS_1


"Lebih enak ngapain ya?" Tanya Victor sambil berpikir.


"Ke kantin sambil memainkan ponsel." Ucap Victor.


Victor keluar dari mobil dan berjalan dengan santai ke arah kantin. Banyak gadis dan wanita memandang wajah tampan Victor namun Victor sama sekali tidak memperdulikan ataupun tebar pesona.


Sampai di kantin Victor memesan cemilan dan minuman, sambil menunggu Victor memainkan ponselnya. Hingga satu jam kemudian Victor merasa jenuh.


'Makan cemilan dan minuman sambil main ponsel sudah. Sekarang melakukan apalagi ya?' Tanya Victor dalam hati.


"Boleh Aku duduk di sini?" Tanya seorang gadis cantik dan seksi dengan nada menggoda.


"Silahkan." Jawab Victor sambil berdiri.


"Lho kok berdiri?" Tanya gadis tersebut.


"Mau pulang." Jawab Victor sambil berjalan meninggalkan kantin tersebut.


"Boleh Aku ikut?" Tanya gadis itu.


"Tidak." Jawab Victor singkat.


'Biasanya cowok tidak akan menolak pesonaku, lebih baik Aku ikuti pria tampan itu.' Ucap gadis tersebut dalam hati.


'Jangan harap bisa mengikuti diriku.' Ucap Victor dalam hati sambil memutar jarinya.


Tiba-tiba ruangan tersebut penuh dan Victor berbaur dengan kerumunan tersebut membuat gadis tersebut menahan amarahnya.


'Kemana pria itu? Kenapa mendadak hilang?' Tanya gadis tersebut dalam hati.


'Lebih baik Aku ke ruangan Daddy untuk menjalankan misi secepatnya untuk membunuh dokter Vira.' Ucap gadis tersebut dalam hati.


Gadis itu yang tidak lain adalah Ririn pergi ke ruangan dokter Anton bersamaan dirinya bertemu dengan adiknya yang bernama Valen juga ke ruangan dokter Anton bersama Rina dan Mamanya dokter Anton.


Tanpa sepengetahuan Ririn kalau Victor mendengar ucapan Ririn dalam hati membuat Victor mengikuti langkah Ririn.


'Berubah menjadi tidak terlihat.' Ucap Victor sambil menjentikkan jarinya.


'Sepertinya ada yang mengikuti langkahku?' Ucap Ririn dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2