VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia 4


__ADS_3

Whushh


Pakaian yang dikenakan Vira kini berubah begitu pula dengan wajahnya yang sembab karena kebanyakan menangis kini hilang entah kemana yang ada sekarang Vira yang sangat cantik dan tidak terlihat lagi wajah kesedihan.



"Nona sangat cantik sekali."


"Tentu saja dan sandiwara segera di mulai." Ucap Vira sambil tersenyum menyeringai.


"Senyuman Nona sangat menakutkan.''


Vira hanya tersenyum kemudian Vira berjalan ke arah pintu kamar mandi kemudian membukanya bersamaan pintu kamarnya ikut terbuka.


Mata Bela membulat sempurna melihat betapa cantiknya Vira membuat Bela sangat kesal.


'Si*l, kenapa tadi awalnya Dia sangat sedih tapi sekarang seperti tidak terjadi sesuatu apa-apa? Apa jangan-jangan semalam Daddy dan Kakakku tidak berhasil?' Tanya Bela dalam hati.


'Jika tidak berhasil, maka sia-sia saja Aku menjebak nya dengan memberikan minuman yang Aku campur dengan obat perang sang kemudian Daddy dan Kakakku memberikannya ke pria yang sombong itu.' Sambung Bela dalam hati sambil menahan amarahnya.


'Kamu memang sangat jahat, tunggu saja balasan dariku.' ucap Vira dalam hati.


"Bela, kenapa Kamu melamun?" Tanya Vira pura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi.


"Aku tidak melamun hanya saja Aku sedang berpikir, apakah Kamu masih betah di sini atau mau pulang?" Tanya Bela.

__ADS_1


'Jika Kamu pulang hari ini maka Aku akan hubungi Kakakku dan Daddy untuk mencelakai Vira dengan cara mendorongnya dari tangga. Bisa dipastikan Vira langsung mati.' Sambung Bela dalam hati.


"Pulang sekarang saja." Jawab Vira.


'Kita lihat siapa yang jatuh dari tangga duluan.' Sambung Vira dalam hati.


"Ok, kalau begitu Aku akan bersiap - siap dulu." Ucap Bela.


"Ok, kalau begitu Aku menunggu di depan pintu." Ucap Vira sambil berjalan ke arah pintu.


"Ok." Jawab Bela singkat.


'Syukurlah Vira pergi dari kamar ini karena Aku ingin menghubungi Daddy.' Ucap Bela dalam hati sambil mengeluarkan ponselnya.


'Aku sengaja melakukannya agar rencana yang Kamu susun ternyata berbalik ke Kamu sendiri.' Ucap Vira dalam hati sambil membuka pintu kemudian keluar dari kamar milik Bela.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan, lebih tepatnya di kamar Maximus. Di mana sepeninggal Vira, Maximus masuk ke dalam kamar mandi namun dalam hati kecilnya yang paling terdalam merasa bersalah terhadap Vira membuat Maximus berdecak kesal.


Maximus berjalan ke arah kamar mandi dan Maximus langsung mandi dengan secepat kilat, setelah selesai mandi Maximus memakai pakaian santai juga secepat kilat.


Maximus keluar dari kamarnya sambil menghubungi asisten kepercayaannya yang bernama Moko untuk mencari keberadaan Vira. Setelah selesai Maximus menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


Deg


Jantung Maximus entah kenapa berdetak kencang ketika melihat seorang gadis yang sejak tadi mengusik hatinya membuat Maximus berjalan ke arah gadis tersebut, siapa lagi kalau bukan Vira.

__ADS_1


'Kenapa Aku baru sadar kalau wajahnya sangat cantik? Kenapa wajahnya tidak sedih? Padahal Vira harta berharganya sudah Aku ambil. Kenapa Dia berdiri di depan pintu hotel? Apa jangan-jangan Dia mencari mangsa baru mengingat denganku Vira tidak berhasil.' Ucap Maximus dalam hati sambil menahan amarahnya terhadap Vira sekaligus banyak pertanyaan untuk Vira.


Dengan penuh amarah Maximus berjalan ke arah Vira untuk memberikan pelajaran sekaligus ingin membuat Vira malu di depan orang banyak.


Ceklek


Tiba-tiba pintu tersebut terbuka membuat Vira membalikkan badannya dan menatap ke arah Bela begitu pula dengan Maximus.


"Ayo kita pulang." Ajak Vira sambil kembali membalikkan badannya.


'Kebetulan sekali pria jahat itu melihatku.' Sambung Vira dalam hati.


"Ok." Jawab Bela singkat.


"Oh ya, kita naik lift saja." Ajak Bela.


'Ketika Kita berjalan melewati tangga maka pada saat itu juga ke tiga temanku yang sudah menunggu dirimu bersiap untuk mendorong tubuhmu hingga terjatuh ke lantai bawah.' Sambung Bela dalam hati.


"Ok." Jawab Vira.


'Aku punya rencana baru yang lebih bagus.' Sambung Vira dalam hati.


'Ternyata Aku salah.' Ucap Maximus dalam hati.


'Tentu saja salah.' Jawab Vira dalam hati.

__ADS_1


Vira dan Bela berjalan ke arah tangga dan tanpa sepengetahuan Bela kalau Maximus mengikuti langkah mereka berdua.


'Sesuai perkiraan ku kalau pria jahat itu mengikuti langkah kami.' Ucap Vira dalam hati sambil masih berjalan ke arah tangga begitu pula dengan Bela.


__ADS_2