VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Penyesalan Seorang Ketua Mafia 11


__ADS_3

"Aku ingin tahu apa isi folder ke lima." Ucap Maximus setelah dirinya merasa tenang.


Maximus menekan folder yang ke lima berisi : Menjebak Vira kemudian menekan tombol play.


xxxxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxxxxx


Rekaman cctv memperlihatkan Maximus berjalan dengan diikuti Valen dan Moko kemudian tiba-tiba beralih ke lantai empat belas di mana dua pria menatap ke arah keluar gedung dengan menggunakan teleskop.


"Malam ini harus berjalan sesuai yang kita rencanakan." Ucap pria tersebut yang tidak lain bernama Tuan Alexander.


"Daddy tenang saja karena Aku mempunyai kunci akses untuk masuk ke kamarnya." Ucap pemuda tersebut yang tidak lain bernama Vincent.


"Bagus, Daddy ingin membalaskan kematian Opamu dan juga Pamanmu." Ucap Tuan Alexander sambil menahan amarahnya.


"Begitu pula dengan Vincent, Dad." Ucap Vincent sambil ikut menahan amarahnya.


Rekaman video cctv berubah di mana di sebuah kamar ada sepasang kakak beradik siapa lagi kalau bukan Bela dan Vincent.


"Bela, berikan obat ini ke pelayan dan campur kan obat ini dengan minuman anggur dan berikan ke temanmu yang bernama Vira." Ucap Kakaknya Bela yang bernama Vincent sambil memberikan botol obat ke adiknya.


"Baik Kak, di saat acara ulang tahun pernikahan orang tua kita akan Aku berikan ke Vira." Ucap Bela sambil menerima botol kecil tersebut.


Selesai menerima botol tersebut Bela keluar dari kamar Kakaknya, kemudian suasananya berubah tempat di mana Bela bersama Vira yang berada di sebuah kamar hotel.


"Vira, nanti malam Kamu datang kan di acara ulang tahun pernikahan ke dua orang tuaku?" Tanya Bela.


"Tentu saja." Jawab Vira sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hoam... Aku sangat mengantuk, Kita tidur dulu yuk." Ajak Bela.


"Ayuk." Jawab Vira singkat.


Ke dua gadis itu pun berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulas.


Suasana kembali berubah di mana suasana pesta di mana Bela dan Vira mengobrol sambil menatap para tamu undangan.


"Vira, Aku ingin buang air kecil dulu Kamu di sini ya jangan kemana-mana." Ucap Bela.


"Ok." Jawab Vira singkat.


Bela berjalan ke arah ruangan khusus para pelayan hingga Bela bertemu dengan seorang pelayan dan membisikkan sesuatu sambil memberikan beberapa lembar uang.


Pelayan itu pun menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Bela memberikan botol obat ke pelayan tersebut.


Pelayan itu pun menerima botol tersebut kemudian Bela pergi meninggalkan ruangan khusus para pelayan tersebut menuju ke tempat pesta.


Mereka berdua kembali mengobrol hingga tidak berapa lama seorang pelayan datang sambil membawa dua gelas yang berisi anggur dan menawarkan minuman ke Bela dan Vira.


Bela mengambil dua gelas yang berisi anggur tersebut kemudian diberikan ke Vira. Tanpa curiga sedikitpun Vira meminum anggur tersebut begitu pula dengan Bela sambil diam-diam tersenyum menyeringai.


"Aku sangat lelah, kita istirahat di kamarku saja." Ucap Bela.


"Ok." Jawab Vira singkat.


Ke dua gadis itu pun pergi meninggalkan pesta ulang tahun pernikahan sambil sesekali Bela tersenyum jahat.

__ADS_1


"Bela kepalaku sangat pusing." Ucap Vira sambil memegangi kepalanya ketika mereka masuk ke dalam lift.


Grep


"Kenapa bisa pusing?" Tanya Bela dengan wajah terkejut sambil memeluk pinggang Vira.


Bruk


"Aku juga tidak ta ..." Ucapan Vira terputus bersamaan dirinya tidak sadarkan diri.


"Bagus, sebentar lagi rencanaku berhasil untuk menghancurkan Vira. Aku sangat membenci mu Vira, karena gara-gara Kamu sekolah di tempatku semua guru dan teman-teman memuji kepintaranmu bahkan Kamu dengan sombong nya mengajarkan ke teman-teman Kita dengan alasan supaya semuanya pintar padahal Kamu itu sombong dan pamer dengan kepintaranmu." ucap Bela sambil mendorong tubuh Vira.


Bruk


Vira yang tidak sadarkan diri ambruk ke dalam lantai lift bersamaan pintu lift terbuka. Dua pria bertampang sangar menunggu di depan pintu lift.


"Bawa Dia ke kamar Tuan Maximus di depan pintu sudah ada Kakakku." Ucap Bela.


"Baik Nona." Ucap ke dua pria tersebut bersamaan.


Salah satu pria tersebut menggendong Vira yang tidak sadarkan diri kemudian ke dua pria tersebut berjalan ke arah kamar Maximus.


xxxxxxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxxxxx


"Apa yang telah Aku lakukan? Aku telah merendahkan Vira sedangkan Vira di sini adalah korban." Ucap Maximus yang semakin merasa bersalah.


Waktu Tiba-tiba Terhenti

__ADS_1


"Lihatlah Tuan Maximus menyesali perbuatannya." Ucap Vira.


"Pria itu sepertinya sangat menyesali perbuatannya pada pemilik tubuh, jadi apa rencana Nona selanjutnya?"


__ADS_2