
"Pria itu sangat jahat jadi pemilik tubuh akan pergi dari kehidupan pria itu. Biarkan pria itu menyesali atas perbuatan yang dilakukan oleh pemilik tubuh." Ucap Vira.
"Pemilik tubuh memaafkan perbuatannya dan akhirnya mereka menikah dengan dikaruniai sepasang anak kembar."
"Aku tidak mau karena pria itu sangat jahat, sekarang Aku ingin melanjutkan misi berikutnya." Ucap Vira.
"Maaf Nona, Nona harus menyelesaikan misi hingga selesai."
"Haruskah?" Tanya Vira yang enggan melanjutkan misinya.
"Tentu saja."
"Aish menyebalkan." Ucap Vira.
Waktu Kembali Berjalan
"Aku ingin tahu folder ke enam." Ucap Maximus setelah dirinya mulai tenang.
Maximus menekan tombol play pada folder ke enam atau rekaman terakhir tentang kehidupan Vira kemudian menontonnya.
Maximus melihat foto-foto di mana Vira mendapatkan piagam dan piala 🏆 dari berbagai lomba yang diadakan di sekolah maupun antar sekolah.
Maximus melihat Vira selalu juara pertama sedangkan Bela selalu juara ke dua selain itu terlihat sangat jelas wajah kecewa dan marah pada diri Bela.
Hingga foto di mana orang tua Vira meninggal dunia dan terlihat jelas Vira sangat sedih sambil memeluk dua gundukan tanah yang masih merah.
Selain itu ada juga foto Vira dengan kekasihnya di mana mereka memakai cincin tunangan di sebuah gedung.
Foto terakhir di mana kekasih Vira menikah dengan sepupu Bela karena terlihat Bela memeluk sepupunya dan tertulis.
"Mungkin sudah takdir kalau Aku dan Dia tidak berjodoh. Aku hanya bisa berharap suatu saat nanti jika dipertemukan seorang pria mudah-mudahan pria itu tulus mencintai Aku apa adanya dan bisa membuka hatiku yang sudah tertutup dengan rapat."
"Vira maafkan Aku." Ucap Maximus dengan wajah sedih dengan perasaan amat bersalah.
"Aku mohon berikan Aku kesempatan ke dua." Mohon Maximus.
"Bagaimana Nona?"
"Baiklah kalau begitu anak buahnya akan menemukan pemilik tubuh di rumah tua milik orang tua pemilik tubuh." Ucap Vira yang tidak tega melihat Maximus menangis karena menyesali perbuatannya terhadap pemilik tubuh.
"Baik Nona setelah ini Tuan Maximus tidak lagi menyiksa ataupun mengucapkan kata-kata yang kasar pada pemilik tubuh."
"Baguslah. Oh ya setelah ini langsung berlanjut ke misi berikutnya bukan?" Tanya Vira.
__ADS_1
"Benar Nona, sekarang kita berlanjut ke misi : Derita Istri Yang Teraniaya."
..."Derita Istri Yang Teraniaya."...
"Aku pikir setelah menikah Kami akan hidup bahagia seperti cerita orang-orang namun ternyata Aku salah."
"Di malam pertama Kami, suamiku tidak juga masuk ke kamar pengantin Kami, padahal saat itu Aku sudah selesai mandi dan memakai pakaian seksi."
"Karena penasaran Aku keluar dari kamar pengantin namun sebelumnya Aku mengganti pakaianku."
"Ketika Aku melewati kamar adik tiriku, Aku mendengar suara adikku dan suamiku sedang mengobrol karena penasaran Aku mendengarkan apa yang mereka obrolkan.
"Sayang, kalau istri mu mencari mu bagaimana?" Tanya adik tiriku yang bernama Valen.
"Biarkan saja, karena saat ini Aku ingin merasakan tubuh mu setelah itu barulah merasakan tubuh istriku." Ucap suamiku yang bernama Moko.
"Berarti Aku hanya buat pelampiasan?" Tanya Valen dengan nada kesal.
"Justru istriku yang menjadi pelampiasan jika Kamu datang bulan." Jawab Moko.
"Tapikan sekarang Aku tidak datang bulan berarti Kamu tidak boleh melakukannya sama Kakakku." Ucap Valen.
"Kalau Aku tidak melakukannya nanti istriku curiga." Jawab Moko beralasan.
"Sayangku jahat masa tidak menikah denganku malah menikah dengan Vira." Ucap Valen dengan nada kesal.
"Ayolah Sayang punyaku sudah tegang nih." Ucap Moko.
"Tapi Kamu harus janji jangan mencintai Kakak ku dan apapun yang Aku minta Kamu harus turuti." Ucap Valen.
"Ok." Jawab Moko singkat.
Setelah itu tidak terdengar suara hingga beberapa saat kemudian terdengar suara-suara laknat yang keluar dari mulut mereka berdua.
Brak
Vira yang tidak bisa menahan amarahnya mendobrak paksa kamar adik tirinya membuat Moko dan Valen sangat terkejut karena aksi mereka diketahui oleh Vira.
Vira menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena melihat suaminya berada di atas sedangkan adik tirinya berada di bawah dengan tubuh tanpa sehelai benangpun.
"Apa yang kalian lakukan Hah!" Bentak Vira dengan mata berkaca-kaca.
"Seperti yang Kakak lihat." Ucap Valen tanpa merasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
"Sayang, Aku akan jelaskan." Ucap suaminya sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah Vira.
"Jangan panggil Aku sayang, Aku sangat membenci mu dan mulai besok Aku akan mengurus surat perceraian Kita." Ucap Vira sambil membalikkan badannya dan bersiap meninggalkan kamar tersebut dengan perasaan hancur.
"Aku tidak ingin bercerai." Ucap Moko dengan nada dingin.
"Tapi Aku ingin." Jawab Vira sambil masih berjalan keluar kamar.
Bugh
"Akhhhhhhhh.." Teriak Vira.
Bruk
Vincent sangat kesal dengan ucapan Vira yang ingin bercerai membuat Vincent gelap mata dan memukul tengkuk Vira. Vira pun langsung berteriak kesakitan dan langsung tidak sadarkan diri.
Moko menarik pakaian milik Vira hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian Vincent melakukan hubungan suami istri membuat Vira memaksakan membuka matanya.
"Akhhhhhhhhhhh... Sakit!!" Teriak Vira ketika tubuh mereka disatukan.
"Ini hukuman untuk orang yang keras kepala sepertimu." Ucap Moko sambil masih menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
Vira berusaha mendorong tubuh Moko namun tenaganya kalah jauh. Tubuh Vira sangat sakit karena dirinya tidur di lantai tanpa alas di tambah tubuhnya di timpa oleh suaminya belum lagi bagian privasinya sangat perih karena dirinya di paksa melakukan hubungan suami istri.
Valen hanya menatapnya dengan tatapan tajam dan membenci Vira hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar milik Moko dan sengaja dimasukkan ke dalam rahim milik Vira.
"Valen, hubungi orang kepercayaanku untuk datang ke sini!" perintah Moko tanpa melepaskan tombak saktinya.
Tanpa menjawab Valen mengambil ponsel milik Moko kemudian menghubungi orang kepercayaan Moko untuk datang. Hingga beberapa saat kemudian datang orang kepercayaan nya.
"Bawa wanita ini ke anak buah Kita dan lakukan secara bergiliran sambil membuat rekaman video!" Perintah Moko tanpa punya perasaan sambil menarik wortel importnya.
"Tidak... Tidak ... Aku tidak mau." Ucap Vira sambil menangis.
"Percuma Kamu menangis dan silahkan Kamu mengajukan perceraian karena yang ada Kamu sangat malu karena ternyata Kamu yang berselingkuh dengan banyak pria padahal Aku sudah mau menerima dirimu apa adanya." Ucap Moko sambil tersenyum devil.
Brak
Hidup Vira yang sudah hancur berlari ke arah tembok sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya dan privasinya untuk membenturkan kepalanya ke tembok.
Bruk
Tubuh Vira ambruk dengan keningnya mengeluarkan darah segar dan di sela - sela kesadarannya Vira melihat Valen dan Moko tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Bawa wanita ini ke dokter sebelum wanita ini mati dan setelah sadar, lakukan apa yang Aku perintahkan!" Perintah Moko.
"Baik Tuan." Jawab orang kepercayaannya sambil menggendong tubuh Vira.