
"Selamat buat Kak Victor semoga acara pernikahan berjalan dengan lancar." Ucap dokter Vira.
"Apa maksudmu Vir?" Tanya dokter Anton dengan wajah terkejut.
"Bukankah Kak Anton sudah dijodohkan oleh Mami? Kalau begitu maaf kedatangan ku membuat mansion ini tidak nyaman." Ucap dokter Vira sambil menundukkan kepalanya kemudian membalikkan badannya.
Grep
"Aku belum selesai bicara, memang Mamiku menjodohkan Aku dengan Rina tapi Aku tidak menyukainya." Jawab dokter Anton sambil memeluk tubuh dokter Vira.
Dokter Vira melepaskan pelukan dokter Anton kemudian membalikkan badannya sambil melirik sekilas ke arah Rina di mana wajahnya menahan amarahnya.
"Kenapa tidak menyukainya? Lihatlah wajah Rina sangat cantik dan seksi, bisa dipastikan semua pria pasti tergila-gila dengan Rina." Ucap dokter Vira.
Rina yang dipuji tentu saja sangat senang sekali begitu pula dengan Ibunya dokter Anton dan ke dua anaknya. Mereka sangat senang dengan begitu dokter Vira bukan saingan Rina.
'Tersenyumlah kalian karena sebentar lagi akan dijatuhkan.' Sambung dokter Vira dalam hati.
"Tapi orang yang Aku cintai adalah Kamu bukan Rina ataupun wanita lain." Ucap dokter Anton dengan tegas.
"Benarkah? Tapi tadi Mami bilang : Rina ini calon menantuku jadi kamu jangan berharap menjadi calon menantuku. Berarti hubungan Kita tidak direstui jadi Kak Anton menikah lah dengan pilihan Mami karena Aku ingin Kita menikah mendapatkan restu dari orang tua." Ucap dokter Vira dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Grep
"Mami setuju kok, benar kan Mami?" Tanya dokter Anton sambil menatap tajam ke arah wanita tersebut dan memeluk dokter Vira.
"Benar, maaf tadi Mami bercanda." ucap wanita tersebut sambil menahan amarahnya.
"Maaf ya Mam karena tadi Aku pikir Mami tidak setuju." Ucap dokter Vira.
"Tidak apa-apa santai saja." Ucap wanita tersebut.
'Awas saja akan Aku balas perbuatanmu yang tidak pernah Kamu bayangkan sama sekali.' Ucap wanita tersebut dalam hati.
'Aku tidak setuju jika Kamu jadi Ibu tiriku, akan Aku setrum tanganmu dengan menggunakan alat kejut listrik yang Aku selipin di tanganku dan adikku.' Ucap gadis tersebut dalam hati.
'Dasar wanita murahan, ketika Kamu bersalaman maka Aku akan sengaja melukai tanganmu hingga Kamu terluka sedangkan senjata tajam yang ada di tanganku akan Aku sembunyikan." Ucap gadis ke tiga yang merupakan gadis yang dijodohkan oleh Ibunya Anton.
'Tidak semudah itu Ferguso karena apa yang kalian lakukan akan kembali ke kalian semuanya.' Ucap dokter Vira dalam hati.
"Ohh ya ... Ririn, kenal kan ini calon istri Daddy yang sebentar lagi menjadi Mommy kalian." ucap dokter Anton memperkenalkan putri pertamanya.
"Vira." Ucap dokter Vira mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Ririn." Ucap Ririn sambil membalas uluran tangannya.
'Kenapa wanita yang tidak malu tidak ke setrum?' Tanya Ririn dalam hati sambil melepaskan uluran tangannya.
'Kenapa wanita yang tidak malu itu tidak ke setrum?' Tanya Mamanya dokter Anton dan Valen bersamaan dalam hati.
'Tunggu saja nanti juga Kamu ke setrum.' Ucap dokter Vira dalam hati.
"Kalau ini Valen." Ucap dokter Anton.
"Vira." Ucap dokter Vira sambil mengulurkan tangannya.
"Valen." Ucap Valen membalas uluran tangan dokter Vira.
'Kenapa tidak ke setrum? Apakah alat setrum nya rusak?' Tanya ke empat wanita tersebut dalam hati.
'Kali ini tidak akan mungkin gagal karena aku bukan menggunakan alat setrum tapi senjata kecil dan sangat tajam jadi bisa dipastikan wanita yang tidak punya malu itu terluka.' Ucap Rina dalam hati.
'Semoga saja Rina berhasil mencelakai wanita yang tidak malu itu.' Ucap ke tiga wanita tersebut dalam hati.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :