
"Maaf Kak, Aku tidak ingin ngerepotin Kak Anton apalagi rumah temanku sangat jauh sekali sedangkan besok pagi Kita ada jadwal operasi." Ucap dokter Vira setelah beberapa saat dirinya berpikir.
'Aish ... Kok Aku jadi seperti wanita yang takut ketahuan selingkuh.' Sambung dokter Vira dalam hati.
"Kakak tidak merasa direpotkan kok jadi santai saja." ucap dokter Anton.
'Aduh bilang apa ya? Kalau ketemu dengan Kak Victor bagaimana?' Tanya dokter Vira dalam hati.
'Aku merasa curiga kalau Vira menyembunyikan sesuatu.' Ucap dokter Anton.
'Waduh, Kak Anton mulai curiga kalau Aku menyembunyikan sesuatu. Apa yang harus Aku katakan ya?' Tanya dokter Vira dalam hati.
Ketika dokter Vira ingin mengatakan sesuatu bersamaan dokter Anton menghentikan mobilnya. Dokter Anton membunyikan klakson mobil dan tidak berapa lama gerbang tersebut terbuka lebar.
Dokter Anton kembali melajukan mobilnya dan masuk ke dalam mansion. Dokter Anton memasukkan mobilnya ke dalam garasi mobil kemudian mereka berdua keluar dari mobil tersebut.
Mereka berjalan ke arah pintu utama dan dua orang bodyguard membuka pintu utama tersebut. Mereka berjalan memasuki mansion namun sebelumnya dokter Vira mengucapkan terima kasih.
Dokter Vira melihat sekeliling mansion di mana banyak barang-barang antik membuat dirinya tiba-tiba mendapatkan penglihatan di mana pemilik tubuh dituduh oleh Ibu mertuanya menghancurkan guci kesayangannya.
Ibu mertuanya menyiksa pemilik tubuh sedangkan suaminya tidak memperdulikannya padahal pelakunya dua anaknya sekaligus anak tirinya. Pemilik tubuh sudah menjelaskan kalau dirinya bukan pelakunya namun suaminya tidak percaya.
__ADS_1
Bukan itu saja pemilik tubuh dijadikan pelayan oleh mereka dan sering menindas nya membuat dokter Vira berjanji untuk membalaskan dendam ke mereka atas perlakuan ke pemilik tubuh.
Mereka berdua berjalan hingga sampai di ruang keluarga mereka melihat seorang wanita paruh baya dan tiga orang gadis yang lumayan cantik karena lebih cantik dokter Vira.
"Wanita itu pura-pura menerimamu dan akan menekan tanganmu karena wanita itu bisa bela diri dan ke dua gadis tersebut di tangannya menyiapkan alat untuk menyentrum tanganmu ketika Kamu bersalaman sedangkan gadis yang akan dijodohkan di tangannya ada senjata tajam yang sangat kecil untuk mencelakaimu."
"Jahat sekali mereka, akan Aku balaskan perbuatan mereka terhadap pemilik tubuh." Ucap dokter Vira sambil tersenyum menyeringai.
"Mami, kenalkan ini Vira yang tadi siang Aku katakan." Ucap dokter Anton.
"Apa kabar Tante, Aku Vira." Ucap dokter Vira memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
Wanita tersebut tersenyum sambil menekan tangan dokter Vira sedangkan dokter Vira yang sudah tahu memberikan kejutan listrik membuat wanita tersebut menarik tangannya.
"Kenapa tanganmu mengandung listrik? Kamu sengaja ya ingin menyentrum Mami?" Tanya wanita tersebut dengan nada kesal.
"Sayang, apakah tanganku mengandung listrik?" Tanya dokter Vira manja sambil meregangkan jari jemari tangan kanannya kemudian memperlihatkan tangannya ke arah dokter Anton.
Dokter Anton memegang tangan dokter Vira dengan menggunakan tangan kanannya kemudian menatapnya. Tangan kiri dokter Anton menyentuh telapak dokter Vira kemudian menautkan jari jemarinya.
"Tangannya tidak membuatku ke setrum? Coba punggung tangannya." Ucap dokter Anton sambil melepaskan tautan jari jemarinya.
__ADS_1
Dokter Anton membalikkan tangan dokter Vira kemudian memegang punggung tangan dokter Vira.
"Ini juga tidak mengandung listrik? Mungkin hanya perasaan Mami saja." Ucap dokter Anton.
"Masa sih, tapi tadi tangan Mami benar-benar seperti tersetrum." Ucap wanita tersebut.
"Buktinya Anton tidak kesetrum." Ucap dokter Anton.
"Tapi ..." Ucapan wanita tersebut terpotong oleh dokter Anton.
"Sudahlah Mam." Ucap dokter Anton yang tidak suka berdebat.
"Oh ya kenalkan ini ke dua putriku namanya Ririn dan Valen sedangkan ini orang yang dijodohkan Mamiku namanya Rina." Ucap dokter Anton memperkenalkan mereka dengan nada santai.
"Rina ini calon menantuku jadi kamu jangan berharap menjadi calon menantuku." Ucap wanita tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1