VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 23


__ADS_3

Mamanya dokter Anton yang kasihan melihat le dua cucunya ke setrum memegang ke dua bahu Ririn dan Valen. Namun yang ada ...


"Akhhhhhhhh!" Teriak Mamanya dokter Anton.


"Kenapa mereka bisa kesetrum? Rina juga kenapa jarinya terluka?" Tanya dokter Anton sambil berjalan ke arah mereka bertiga.


'Melarang ... melarang ... tidak ... Biarin aja deh Kak Anton ikut ke setrum anggap saja ini awal hukuman yang selama ini Kak Anton lakukan.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Akhhhhhhhh.." Teriak Anton.


Bruk


Bruk


Bruk


Bruk


Anton pun ikut berteriak dan tubuh mereka masih kejang-kejang hingga akhirnya ke empat orang tersebut ambruk dengan wajah hitam dan rambutnya sebagian hangus.


'Maaf, tadi aku tambahkan energi listrik agar daya setrumnya lebih tinggi.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Ini pasti gara-gara wanita jala*g itu, lebih baik Kamu jangan menikahi wanita itu!" Teriak Ibunya dokter Anton.

__ADS_1


"Lho kok Aku? Akukan tidak melakukan apa-apa? Kenapa menyalahkan Aku?" Tanya dokter Vira dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau memang tidak suka padaku dan tidak merestui hubungan Kami, maka Aku mengalah dan pergi dari kehidupan Kak Anton." Sambung dokter Vira sambil membalikkan badannya sambil menutup mulutnya seakan dirinya sedang menangis.


"Vira tunggu!" Panggil dokter Anton sambil berusaha bangun namun tenaganya lemah seperti tidak bertulang.


"Kak Anton, temui Aku jika Mami dan ke dua putri mu menyetujui hubungan kita. Jadi untuk sementara Aku ingin sendiri dulu." Ucap dokter Vira sambil kembali melanjutkan langkahnya ke pintu utama.


'Siapkan mobil di luar gerbang.' Ucap dokter Vira dalam hati sambil masih berjalan ke arah pintu utama.


"Aku sudah di luar gerbang." Ucap Victor dengan suara berbeda.


"Baguslah." Ucap dokter Vira.


Salah satu kepala pelayan membuka pintu utama kemudian dokter Vira berjalan ke arah gerbang mansion sedangkan dokter Anton masih berusaha untuk bangun karena dirinya ingin mengejar dokter Vira.


"Biarkan Dia, lebih baik Kamu tolong ke dua putrimu." Ucap Ibunya.


Dokter Anton memalingkan wajahnya dan melihat ke dua putrinya tidak sadarkan diri membuat dokter Anton menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Pelayan!" Teriak dokter Anton.


"Ada apa Tuan?" Tanya kepala pelayan sambil berjalan ke arah dokter Anton.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak lihat Kami tergeletak di lantai?" Teriak dokter Anton.


"Maaf Tuan, Saya pikir Tuan Muda, Nyonya besar dan ke tiga nona muda lagi tiduran di lantai makanya saya tidak nolongin." Jawab kepala pelayan dengan wajah polos.


"Mami, kenapa sih orang seperti itu jadi kepala pelayan?" Tanya dokter Anton dengan nada kesal.


"Karena hanya Dia yang mau di bayar murah." Jawab Ibunya sambil melambaikan tangannya ke arah kepala pelayan.


"Memangnya selama ini uang yang Aku berikan kurang?" Tanya dokter Anton.


"Tentu saja kurang, kamu kan tahu Mami dan ke dua putri mu sangat suka belanja jadi uang yang Kamu berikan tentu saja kurang." Jawab Ibunya tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Dokter Anton hanya bisa memijat keningnya sambil berjalan dengan perlahan ke arah kamarnya.


"Bawa Rina ke rumah sakit." Ucap dokter Anton yang enggan mengobati Rina.


"Baik Tuan." Jawab kepala pelayan tersebut dengan patuh.


'Jika seperti ini terus yang ada Aku tidak bisa menyimpan uang banyak dan menjadi orang kaya raya.' Ucap dokter Anton dalam hati sambil berpikir.


'Kecuali Aku mendekati Rina di mana keluarganya sangat kaya. Jadi Aku bisa menguasai semua hartanya setelah berhasil barulah Aku bisa menikah dengan Vira.' Ucap dokter Anton dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2