VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 2


__ADS_3

Perkenalkan saya dokter Vira, spesialis dokter bedah." Ucap Vira memperkenalkan dirinya di ruang rapat.


"Selamat bergabung di rumah sakit Kami." Ucap pemilik rumah sakit tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Terima kasih sudah diijinkan bergabung di rumah sakit ini dan semoga Aku tidak mengecewakan Tuan dan rekan-rekan." Ucap Vira sambil membalas ukuran tangan pemilik rumah sakit.


"Oh ya kenalkan ini dokter Anton, dokter Anton ini juga ahli bedah." Ucap pemilik rumah sakit tersebut sambil melepaskan uluran tangannya begitu pula dengan Vira.


"Vira." Ucap Vira memperkenalkan dirinya.


"Dokter Anton, panggil saja Anton." Ucap dokter Anton membalas uluran tangan Vira sambil tersenyum manis.


'Cihhhhh ... Karena senyuman ini membuat pemilik tubuh tergila-gila dengan pemeran antagonis.' Ucap Vira dalam hati sambil melepaskan tangannya.


'Tidak ada yang menolak pesonaku, setelah keluar dari ruangan meeting nanti Aku akan mengajaknya berkenalan.' Ucap pria tersebut dalam hati.


"Ikuti alurnya, jangan bersikap jutek setelah kalian berkenalan dan bertemu keluarganya barulah Kamu bertindak sesuka hatimu tapi dengan satu syarat jangan gunakan tenagamu berlebihan."


'Apakah mereka mendengar suaramu?' Tanya Vira dalam hati.


"Tidak. Hanya Kamu yang bisa mendengar suaraku."


'Jika Aku bicara denganmu, yang ada mereka menganggapku gi*a karena bicara sendiri.' Ucap Vira dalam hati.


"Tenang saja, setiap Kita berbicara tidak ada satupun yang mendengarnya."


"Baiklah, Aku akan ikuti alurnya." Jawab Vira pasrah.


"Bagus."


Vira hanya terdiam sambil mendengarkan apa yang dikatakan oleh pemilik rumah sakit. Hingga rapat dibubarkan dan satu persatu keluar dari ruangan meeting menuju ke ruangan kerja masing-masing.


"Dokter Anton, tolong antarkan dokter Vira ke ruangannya kebetulan ruangan kalian bersebelahan." Ucap pemilik rumah sakit.


"Baik." Jawab dokter Anton dengan semangat.


"Mari dokter Vira." Ajak dokter Anton.


Dokter Vira menganggukkan kepalanya dan mereka berjalan berdampingan. Orang - orang yang melihatnya seperti pasangan kekasih yang satu tampan dan yang satu lagi cantik dan seksi dan ada beberapa yang iri dengan dokter Vira.

__ADS_1


"Dokter Vira, sudah menikah?" Tanya dokter Anton basa basi.


"Belum." Jawab dokter Vira singkat.


"Vira."


"Iya, Aku tahu." Ucap Vira dengan nada kesal.


"Kalau Aku sudah menikah tapi istriku sudah meninggal, mempunyai sepasang anak." Ucap dokter Anton.


"Berarti dokter Anton duda dong." Ucap Vira sambil tersenyum walau dalam hatinya ingin muntah.


"Tepat sekali, jadi Aku ingin mencari seorang istri untuk menemaniku di hari tua dan juga mengurus ke dua anak Kami." Ucap dokter Anton.


'Dan wanita itu adalah Kamu, Kamu sangat cantik dan seksi tidak seperti istriku yang sudah meninggal gendut dan jelek. Pasti setiap hari kami melakukan hubungan suami istri dan setiap hari, Aku juga pulang cepat untuk kembali melakukan hubungan suami istri.' Sambung dokter Anton dalam hati.


'Brengs*k ternyata seperti itu yang ada di pikiran dokter Anton mendekati pemilik tubuh karena pemilik tubuh cantik dan seksi agar bisa melakukan hubungan suami istri.' Ucap Vira dalam hati sambil menahan amarahnya.


'Setelah merasa bosan di tambah gendut serta dekil maka pemilik tubuh di bunuh seperti istri pertamanya.' Sambung Vira dalam hati.


"Apa yang Kamu pikirkan adalah benar, pria itu akan melakukan seperti itu hingga akhirnya hidup bahagia bersama istri ke tiganya karena istrinya bisa merawat tubuhnya."


"Tepat sekali, mengenai keluarganya tentu saja mereka tidak mencarinya karena mereka tidak mempunyai keluarga."


"Kenapa bisa begitu? Maksudku kenapa tidak ada satupun keluarganya mencarinya?" Tanya Vira dengan wajah bingung.


"Karena dokter Anton sudah menyelidiki istri pertama kalau istri pertama anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan setelah lulus sma Dia keluar dari panti asuhan dan bekerja di perusahaan milik orang tua dokter Anton dan akhirnya menikah."


"Untuk pemilik tubuhmu, setelah ini dokter Anton akan mencari identitas mu. Hal ini untuk berjaga-jaga jika dokter Anton merasa bosan."


"Ibu dari pemilik tubuh sudah meninggal, apakah Ayahnya tidak mencarinya?" Tanya Vira penasaran.


"Tidak."


"Kenapa?" Tanya Vira penasaran.


"Ibu kandung dari pemilik tubuh sudah meninggal akibat suaminya selingkuh dengan wanita lain dan akhirnya mereka menikah. Maka ketika pemilik tubuh meninggal tidak ada satupun yang memperdulikannya termasuk Ayah kandung pemilik tubuh hal itu dikarenakan mereka lebih menyayangi putri mereka yang sudah menikah dengan dokter Anton."


"Ibu dan Anak sama saja suka merebut suami orang." Ucap Vira menahan amarahnya.

__ADS_1


"Betul sekali, karena itu tugasmu membalaskan dendam ke keluarga pemilik tubuh dan juga membalaskan dendam ke keluarga dokter Anton yang tidak segan-segan membunuh orang jika mereka di usik."


"Berarti pria di sebelahku seorang psychopath." ucap Vira dengan wajah terkejut.


"Tepat sekali dan yang membuat novel ini adalah dokter Anton."


Vira sangat terkejut karena tidak menyangka kalau dokter Anton ternyata seorang psychopath sedangkan dokter Anton sepanjang jalan bercerita tentang kekayaannya.


'Berarti Aku tidak boleh menyinggung perasaannya supaya berjalan mulus.' Ucap Vira dalam hati.


"Tepat sekali, jadi menikahlah dengan nya dan balaskan perlakuan dokter Anton, ke dua anaknya dan Ibu mertuanya atas apa yang telah dilakukan istri pertama dan istri ke dua sekaligus pemilik tubuh termasuk keluarga pemilik tubuh."


"Mereka juga menindas Istri pertama? Kenapa ke dua anaknya tidak membela Ibunya?" Tanya Vira dengan wajah terkejut.


"Karena Ayahnya dan omanya meracuni pikiran ke dua anak tersebut agar membenci sekaligus memberikan hukuman ke Ibu kandung mereka."


"Sungguh kejam mereka, apalagi pria di sebelahku. Tampan tapi sangat kejam dan herannya semua orang tidak satupun tahu akan kekejamannya." Ucap Vira sambil menahan amarahnya.


"Memang benar sangat kejam, karena itulah tugasmu memberikan pelajaran ke meraka agar tidak berlaku semena-mena di masa mendatang karena Aku sangat yakin istri ketiga juga mengalami hal yang sama seperti istri pertama dan ke dua."


"Baiklah, Aku akan membalas perlakuan mereka." Ucap Vira yang ingin membalaskan dendam ke mereka.


"Sejak tadi dokter Vira diam saja? Apakah dokter Vira mendengarkan ceritaku?" Tanya dokter Anton.


"Tentu saja dengar." Jawab Vira sambil tersenyum manis walau sebenarnya ingin rasanya langsung menyiksanya hingga pria itu mati dengan sangat mengenaskan begitu pula dengan yang lainnya.


"Baguslah, nanti kita makan siang bersama." Ajak dokter Anton sambil membalas senyuman Vira.


"Baik." Jawab Vira singkat.


"Ok, ini ruangan dokter Vira dan di sebelahnya ruangan ku kalau ada apa-apa tinggal masuk ke ruanganku." Ucap dokter Anton.


Vira hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian mereka masuk ke dalam ruangan masing-masing sambil menunggu pasien.


'Aku sangat yakin, kalau dokter Vira tidak akan menolak pesonaku.' Ucap dokter Anton penuh percaya diri sambil menutup ruangannya dengan rapat.


'Dalam mimpi.' Ucap Vira dalam hati.


Tanpa sepengetahuan dokter Anton kalau Vira bisa mendengar ucapan dalam hati dokter Anton ataupun ucapan dalam hati orang lain kecuali Victor karena Victor yang membuat programnya.

__ADS_1


__ADS_2