VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 15


__ADS_3

"Belum ada musuh karena itulah energiku masih cukup." Jawab dokter Vira.


"Oh ya, pulang kerja Aku mau dikenalkan oleh keluarga dokter Anton jadi Aku pulang agak malam." Sambung dokter Vira.


Victor hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Vira pergi meninggalkan mansion menuju ke rumah sakit tempat dirinya bekerja.


'Kenapa Aku merasa ada yang hilang, tapi apa ya?' Tanya dokter Vira sambil berpikir.


'Oh ya sikap Kak Victor cenderung menjaga jarak dan Aku tidak bisa membaca pikiran Kak Victor. Kenapa Kak Victor seperti itu ya? Apa Aku melakukan kesalahan makanya Kak Victor berubah?' Tanya dokter Vira beruntun sambil masuk ke dalam mobil.


Dokter Vira duduk di kursi pengemudi kemudian mulai menyalakan mobilnya lalu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang tanpa menyadari kalau Victor menatap kepergian dokter Vira hingga mobil miliknya tidak terlihat.


Victor yang ingin membelikan mobil yang sangat mahal untuk dokter Vira di tolaknya karena dokter Vira tidak mau terlihat mencolok di rumah sakit. Karena Victor memaksa akhirnya dokter Vira memintanya dibelikan mobil yang tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.


'Saat ini Aku jangan pikirkan Kak Victor tapi pikirkan bagaimana misi ini segera selesai.' Ucap dokter Vira dalam hati.


Selesai berbicara dalam hati dokter Vira fokus mengendarai mobil hingga dua puluh lima menit kemudian dokter Vira sudah sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Dokter Vira memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit kemudian keluar dari mobil bersamaan mobil milik dokter Anton datang.


"Dokter Vira, tunggu." Panggil dokter Anton sambil menurunkan kaca mobilnya.


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya dan menunggu dokter Anton keluar dari mobil.


'Sebenarnya Aku malas banget dan ingin rasanya menghukum pria itu bersama keluarganya dan Ayah dari pemilik tubuh.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Dokter Vira, bolehkan kalau Aku memanggilmu dengan sebutan Vira dan kamu memanggilku dengan sebutan Kak Anton atau Sayangku Anton?" Tanya dokter Anton.


"Boleh saja tapi kalau Aku memanggilmu dengan sebutan Kak Anton." Jawab dokter Vira.


Dokter Anton hanya tersenyum kemudian mereka berjalan ke arah lobby rumah sakit. Para pengunjung rumah sakit, para dokter dan para perawat bahkan para pekerja rumah sakit menyapa dokter Anton dan dokter Vira.


Dokter Vira membalas sapaan mereka berbeda dengan dokter Anton hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.


Mereka berjalan sambil mengobrol hingga mereka menghentikan langkahnya ketika mereka sudah sampai di depan pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


"Oh ya, nanti pulang kerja jadikan?" Tanya dokter Anton.


"Tentu saja jadi." Jawab dokter Vira.


'Semakin cepat semakin baik.' Sambung dokter Vira dalam hati.


"Ok. Oh ya nanti siang kita makan bersama." ucap dokter Anton sambil masuk ke dalam ruangannya.


Dokter Vira hanya menganggukan kepalanya kemudian masuk ke dalam ruanganya. Hingga tidak terasa hari sudah siang dan waktunya untuk makan siang. Ketika dokter Vira hendak berdiri bersamaan ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk.


Dokter Vira mengambil ponselnya di meja kerjanya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"My Darling, perasaan Aku tidak pernah mengetik nama My Darling. Siapa ya?" Tanya dokter Vira sambil berpikir.


Karena penasaran dokter Vira menggeser tombol warna hijau untuk mengetahui siapa orang tersebut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2