VIRA ( Virtual Account )

VIRA ( Virtual Account )
Novel : Kesedihan Seorang Istri Yang Tidak Di Hargai 18


__ADS_3

"Karena sudah seratus persen jika di tambah dayanya maka tubuhmu akan terasa panas dan jika terlalu panas bisa mengakibatkan tubuhmu meledak." Jawab Victor yang menjawab pertanyaan dokter Vira.


Dokter Vira yang tidak ingin tubuhnya meledak membuat dokter Vira turun dari pangkuan Victor. Sedangkan Victor menghembuskan nafasnya dengan lega karena penderitaannya sudah berakhir.


"Serem banget, tubuhku meledak jika kelamaan di cas." Ucap dokter Vira dengan tubuh bergedik ngeri.


"Iya serem banget." Jawab Victor sambil memejamkan matanya dan menghilangkan pikiran mesumnya agar tombak saktinya bisa tidur dengan nyenyak.


"Bisakah untuk menghilangkan tubuh tidak meledak jika kelamaan di cas?" Tanya dokter Vira.


"Ada tapi poinnya sangat mahal." Jawab Victor.


"Kita kan sudah dekat dan Aku merasa Kak Victor menyukai diriku. Bagaimana kalau Aku tidak usah membeli apapun alias semuanya gratis?" Tanya dokter Vira penuh harap.


"Sayangnya tidak bisa, harus bayar pakai point." Jawab Victor dengan nada tegas sambil membuka matanya.


"Apalagi siapa yang menyukaimu?" Tanya Victor bertentangan dengan kata hatinya sambil melirik ke arah dokter Vira yang menggeser kan tubuhnya ke arah ujung sofa karena saat ini mereka duduk di sofa panjang.


"Berarti Aku salah karena Aku pikir Kak Victor suka." Ucap dokter Vira sambil berdiri dengan wajah kecewa.


"Mau kemana?" Tanya Victor.


"Ke rumah sakit." Jawab dokter Vira sambil berjalan ke arah pintu utama.

__ADS_1


Victor hanya terdiam namun dalam hati yang terdalam dirinya merasa bersalah atas perkataannya tapi rasa traumanya yang membuat dirinya berusaha menghilangkannya.


Sedangkan dokter Vira berusaha untuk menghilangkan rasa traumanya terhadap pria tapi karena cintanya bertepuk sebelah tangan membuat dokter Vira kembali menutup pintu hatinya. Dirinya tidak ingin terluka dan tersakiti seperti yang dialami Ibu kandungnya juga pemilik tubuhnya.


Dokter Vira berjalan meninggalkan mansion dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi untuk meluapkan perasaan sesak di hatinya.


"Vira ... Vira... Sudah Aku bilang jangan terlalu banyak berharap kalau Kak Victor menyukaimu. Seharusnya Kamu selesaikan tugasmu selepas mungkin dan menjalankan misi hingga selesai." Ucap dokter Vira.


Dua belas menit kemudian dokter Vira sudah sampai di parkiran rumah sakit bersamaan kedatangan mobil milik dokter Anton. Mereka berdua masing-masing keluar dari mobil kemudian menutup pintu mobilnya.


"Habis dari mana?" Tanya dokter Anton.


"Habis dari rumah makan siang." Jawab dokter Vira sambil berjalan ke arah lobby.


"Oh ya, apakah Kamu masih menginap dan tinggal sementara di rumah milik temanmu?" Tanya dokter Anton.


"Masih, memangnya kelapa?" Tanya dokter Vira balik bertanya.


"Aku mendengar kabar kalau Ibu Tirimu dan Kakak tirimu meninggal di tempat pembuangan sampah sedangkan Ayahmu dikabarkan dekat dengan wanita lain." Jawab dokter Anton.


"Darimana Kak Anton tahu?" Tanya dokter Vira penasaran.


"Kak Anton baca dari media sosial katanya ditemukan dua mayat tergeletak di tempat pembuangan sampah. Di mana wanita paruh baya tubuhnya penuh luka sedangkan wanita ke dua dengan luka tembak di keningnya." Jawab dokter Anto.

__ADS_1


Tanpa menjawab dokter Vira mengambil ponselnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi setelah Ayah dari pemilik tubuh membunuh ke dua wanita jahat tersebut dan membuangnya di tempat pembuangan sampah.


Dokter Vira mengetik berita populer hari ini setelah selesai barulah dokter Vira mencari berita tentang Ayah dari pemilik tubuhnya.


Setelah ketemu dokter Vira mengklik tombol kemudian barulah mulai membaca kata demi kata hingga selesai.


'Sebenarnya Aku ingin membunuh mereka tapi sayang sudah ada orang yang mendahuluinya. Tapi tidak apa-apa karena sekarang yang terpenting Aku akan menemui pria itu jika ternyata menyulitkan Vira maka Aku tidak segan-segan membunuhnya.' Ucap dokter Anton dalam hati.


'Sebenarnya Kak Anton pria baik tapi sayang seorang psychopath apalagi pemilik tubuh mati di bunuh oleh suaminya yang ada dihadapan Aku sekarang ini.' Ucap dokter Vira dalam hati.


"Ayahku benar-benar, baru saja Ibu tiriku ma ti mengenaskan malah kini menikah lagi. Sama seperti waktu Ibuku sudah meninggal, beberapa hari kemudian Ayahku menikahi wanita jahat itu." Ucap dokter Vira sambil menggenggam erat ponselnya untuk mengurangi amarahnya.


'Ke duanya ma ti mengenaskan akibat ulah Ayahku.' Ucap dokter Vira dalam hati.


Dokter Vira sengaja tidak mengatakan siapa dalang dari pembunuhan Ibu tirinya dan Kakak tirinya. Biarlah itu rahasia dirinya, Victor , Ayah dari pemilik tubuh dan beberapa penghuni mansion yang menyaksikan betapa kejamnya pria tersebut. "


"Apakah Kamu ingin melakukan sesuatu ke Ayahmu?" Tanya dokter Anton yang ingin membantu membalaskan dendam.


.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2