
Ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan Yusuf lagi di Bandung. Rasanya semua yang ada di dunia ini dari mulai air, pohon, batu, dan lain sebagainya terasa berbentuk hati.
Rasanya aku ingin terbang ke awang-awang untuk mengambil satu bintang yang berbentuk hati kemudian memberikannya pada Yusuf.
Hari sudah menunjukan pukul 12.30. itu artinya aku harus segera pergi ketempat dimana aku dan Yusuf akan bertemu. Aku langsung Chat Yusuf untuk memastikan kalau Yusuf juga jadi bertemu.
Dalam angkot.
Chating.
Raisa : " Assalamuallaikum,Yusuf?"
Yusuf : " Waalaikumsalam, Cantik" Yusuf membuatku terbang ke awang-awang karena pujiannya.
Raisa : "Kita jadi ketemu, kan?!" memastikan.
Yusuf : " Jadi... ini aku sudah di jalan,"
Raisa : " Ah yang benar, kirain aku kamu belum siap,"
Yusuf : " Aku hanya gak ingin terlambat, dan meniggalkan calon istriku menunggu terlalu lama, hehehe!" Yusuf membuat diriku semakin GR dan terbang tanpa arah tujuan.
__ADS_1
"Hi...hi...hi... Yeyeyeye..." kataku dalam angkot tak sadar semua yang berada di dalan angkot melihat diriku sedang senyum-senyum sendiri.
Kini aku telah sampai di tempat aku dan Yusuf ketemuan. Dan ternyata Yusuf sudah ada di tempat itu duluan, aku pun tersipu malu dan menghampiri Yusuf.
"Assalamuallaikum?" aku mengucapkan salam pada Yusuf sambil duduk di kursi.
"Waalaikumsalam, eh Ca kamu mau pesan apa?" tanya Yusuf.
"Apa saja, Suf!" balas aku simple.
"Pelayan...?!" Yusuf memanggil pelayan sambil melambaikan tangannya.
"Iya Pak, mau pesan apa?" tanya pelayan.
"Baik Pak, di tunggu!" kata pelayan lalu meninggalkan kami.
Rasanya aku gemetaran. Ah... entah apa yang aku rasakan apa aku sedang jatuh cinta?. Atau Yusuf adalah jodohku?.
"Oh ia Ca, aku ngajak ketemuan di sini aku mau ngomong sesuatu sama kamu?!" kata Yusuf serius.
"Ma... ma... mau ngo... ngomong apa, Yusuf?" balasku gugup.
__ADS_1
"Hari ini adalah hari ulang tahunku, dan di hari specialku ini aku akan mengajak kamu taaruf, dan rencanaya setelah beres seminar aku akan datang dengan orang tua ku menemui orang tua mu untuk melamar kamu," kata Yusuf melamarku.
Aku bengong tidak bisa berkata apa-apa saking bahagianya dan momen ini yang selama ini aku tunggu-tunggu. Aku tak nyangka Yusuf akan mengutarakan perasaannya hari ini padaku.
"Ca...Caca?" Yusuf melambai-lambaikan tangannya ke wajahku aku pu masi bengong.
"Ca... Caca?"
" I... iya, Yusuf?" aku terkejut. dan sadar dari bengong.
"Kok kamu malah bengong, sih?" tanya Yusuf gereget.
"Iya, Gimana...? Gimana...?" aku menanyakan ulang omongan Yusuf sambil gugup.
"Duh... begini hari ini adalah ulang tahunku, maka di hari specialku ini aku akan mengajak kamu ta'aruf kemudian setelah aku selesai melaksanakan seminar aku akan melamar kamu," Yusuf mengutarakan ulang.
"I...iya, aku mau." kataku gugup bahagia.
Setelah Yusuf mengutarakan cintanta padaku, pelayan restoran datang membawa pesananku.
"Ayo di makan!" kata Yusuf.
__ADS_1
"Iya" kataku simple.
Hari ini jam 13.45 dimana Yusuf mengajakku untuk Taaruf. Aku sangat bahagia rasanya ruh ku telah berpisah dengan Jasadku. Jasadku ada di hadapan Yusuf dan Ruh ku ada di awang-awang sambil menari-nari. Yusuf pun sama dia terlihat bahagia karena sebentar lagi dia akan melamarku.