Wanita Solihah Pujaan Hati

Wanita Solihah Pujaan Hati
Ep 33 - Kecemburuan Yusuf


__ADS_3

Aku berjalan di samping Yusuf dengan saling bergandengan agak sedikit di tarik.


"Dia siapa sih?" tanya Yusuf sedikit cemburu.


"Oh, yang tadi itu namanya morgan teman sekolahku tapi beda kelas," balasku santai.


"Sepertinya dia suka sama kamu," sambung Yusuf dengan melepaskan gandengan tanganku.


"Apaan sih..." kataku.


"Kita pulang aja!" Yusuf mulai kesal.


"Kamu cemburu?"


"Ayo masuk!" Yusuf terlihat kesal saat membukakan pintu.


Di dalam mobil tidak ada sedikit pun suara yang keluar dari mulut kami. Yusuf hanya fokus mengemudi dan aku terdiam sambil menyender ke pintu mobil.


Sesampainya di garasi mobil Yusuf terlihat sedikit berbeda, ia keluar dari pintu mobil tanpa bersuara ia langsung masuk tanpa membukakan pintu mobil untukku.


"Assalamuallaikum," aku mengucapkan salam pada Hafidzah yang membukakan gerbang garasi mobil.


"Waalaikumsalam, Loh kok A Yusuf gak salam dan nyapa dulu?" kata Hafidzah heran.


"Tahu, tuh..." balasku.


"Kenapa sih?" Hafidzah penasaran.


"..." aku hanya mengangkatkan pundakku pura-pura gak tahu.


"Apa acaranya gagal?"


"..." aku hanya geleng-geleng kepala.


***


Pernikahan adalah suatu hal yang di inginkan oleh semua kaum di dunia ini. Pernikahan juga suatu hal yang sakral, kebahagiaan, keharmonisan, susah, senang itu sudah menjadi hal yang harus di terima oleh setiap pasangan, karena setiap rumah tangga itu tidak selalu berjalan dengan mulu bisa saja suatu saat ujian itu datang menghampiri. Kebanyakan yang menyebabkan runtuhnya rumah tangga adalah masalah ekonomi atau di sebabkan oleh orang ketiga.


َوَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ اَلسَّاعِدِيِّ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : ( جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! جِئْتُ أَهَبُ لَكَ نَفْسِي , فَنَظَرَ إِلَيْهَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَعَّدَ اَلنَّظَرَ فِيهَا , وَصَوَّبَهُ , ثُمَّ طَأْطَأَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأْسَهُ , فَلَمَّا رَأَتْ اَلْمَرْأَةُ أَنَّهُ لَمْ يَقْضِ فِيهَا شَيْئًا جَلَسَتْ , فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ. فَقَالَ : يَا رَسُولَ اَللَّهِ ! إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ فَزَوِّجْنِيهَا. قَالَ : فَهَلْ عِنْدكَ مِنْ شَيْءٍ ? فَقَالَ : لَا , وَاَللَّهِ يَا رَسُولَ اَللَّهِ. فَقَالَ : اِذْهَبْ إِلَى أَهْلِكَ , فَانْظُرْ هَلْ تَجِدُ شَيْئًا ? فَذَهَبَ , ثُمَّ رَجَعَ ? فَقَالَ : لَا , وَاَللَّهِ يَا رَسُولَ اَللَّهِ، مَا وَجَدْتُ شَيْئًا. فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم انْظُرْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ، فَذَهَبَ، ثُمَّ رَجَعَ. فَقَالَ : لَا وَاَللَّهِ , يَا رَسُولَ اَللَّهِ , وَلَا خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ , وَلَكِنْ هَذَا إِزَارِي - قَالَ سَهْلٌ : مَالُهُ رِدَاءٌ - فَلَهَا نِصْفُهُ. فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا تَصْنَعُ بِإِزَارِكَ ? إِنْ لَبِسْتَهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْهَا مِنْهُ شَيْءٌ، وَإِنْ لَبِسَتْهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ شَيْءٌ فَجَلَسَ اَلرَّجُلُ , وَحَتَّى إِذَا طَالَ مَجْلِسُهُ قَامَ ; فَرَآهُ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مُوَلِّيًا , فَأَمَرَ بِهِ , فَدُعِيَ لَهُ , فَلَمَّا جَاءَ. قَالَ : مَاذَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ? قَالَ : مَعِي سُورَةُ كَذَا , وَسُورَةُ كَذَا , عَدَّدَهَا فَقَالَ : تَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ ? قَالَ : نَعَمْ , قَالَ : اِذْهَبْ , فَقَدَ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ , وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ : ( اِنْطَلِقْ , فَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا , فَعَلِّمْهَا مِنَ الْقُرْآنِ ) وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ : ( أَمْكَنَّاكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ )


Sahal Ibnu Sa'ad al-Sa'idy Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada seorang wanita menemui Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, aku datang untuk menghibahkan diriku pada baginda. Lalu Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memandangnya dengan penuh perhatian, kemudian beliau menganggukkan kepalanya. Ketika perempuan itu mengerti bahwa beliau tidak menghendakinya sama sekali, ia duduk.


Berdirilah seorang shahabat dan berkata:

__ADS_1


"Wahai Rasulullah, jika baginda tidak menginginkannya, nikahkanlah aku dengannya.


Beliau bersabda: "Apakah engkau mempunyai sesuatu?"


Dia menjawab: "Demi Allah tidak, wahai Rasulullah.


Beliau bersabda: "Pergilah ke keluargamu, lalu lihatlah, apakah engkau mempunyai sesuatu?"


"Ia pergi, kemudian kembali dam berkata: Demi Allah, tidak, aku tidak mempunyai sesuatu.


Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Carilah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi."


Ia pergi, kemudian kembali lagi dan berkata: "Demi Allah tidak ada, wahai Rasulullah, walaupun hanya sebuah cincin dari besi, tetapi ini kainku"


Sahal berkata: "Ia mempunyai selendang -yang setengah untuknya (perempuan itu).


Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apa yang engkau akan lakukan dengan kainmu? Jika engkau memakainya, Ia tidak kebagian apa-apa dari kain itu dan jika ia memakainya, engkau tidak kebagian apa-apa."


Lalu orang itu duduk. Setelah duduk lama, ia berdiri. Ketika Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihatnya berpaling, beliau memerintah untuk memanggilnya. Setelah ia datang, beliau bertanya: "Apakah engkau mempunyai hafalan Qur'an?"


Ia menjawab: "Aku hafal surat ini dan itu,"


Beliau bertanya: "Apakah engkau menghafalnya di luar kepala?"


Beliau bersabda: "Pergilah, aku telah berikan wanita itu padamu dengan hafalan Qur'an


yang engkau miliki." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.


Dalam suatu riwayat: Beliau bersabda padanya: "berangkatlah! aku telah nikahkan ia denganmu dan ajarilah ia al-Qur'an."


Menurut riwayat Bukhari: "Aku serahkan ia kepadamu dengan (maskawin) al-Qur'an yang telah engkau hafal."


***


Pada malam hari aku, Yusuf dan Hafidzah sedang makan malam di meja makan dengan saling berhadap-hadapan. Entah kenapa Yusuf malam ini selalu memanas-manasi aku.


"Hafidzah..." Sapa Yusuf pada hafidzah tapi tidak menyapaku.


"Iya..." balas Hafidzah.


"Kamu cantik hari ini..." puji Yusuf pada Hafidzah yang membuatku jengkel. Apa sebenarnya maksud Yusuf? Apa karena pertemuanku yang tak sengaja tadi sama morgan?.


"Ah A Yusuf bisa aja, Mbak Caca juga cantik..." balas Hafidzah sambil tersenyum dan sedikit melirik kehadapanku.

__ADS_1


Yusuf yang mendengar pujian Hafidzah terhadapku, ia tidak menghiraukannya ia hanya tetap terus melanjutkan makannya.


Kring... Kring... Kring...


Suara ponselku tanda ada panggilan masuk.


Tanganku gemetar melihat nomer telepon panggilan yang tidak di kenal, aku takut yang menelepon itu Satria.


"Duh! siapa sih..." batinku.


"Kenapa gak di angkat, Mbak?" tanya Hafidzah sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Enggak, bukan siapa-aiapa..." balasku khawatir.


"Angkat aja Mbak! siapa tahu penting..." seru Hafidzah.


Aku langsung meminta izin pada Yusuf dan Hafidzah untuk mengangkat panggilan teleponnya sebentar.


Di belakang rumah dengan suara pelan.


Raisa : "Halo, Assalamuallaikum..."


Morgan : "Waalaikumsalam..."


Raisa : "Maaf dengan siapa saya bicara?" balasku formal.


Morgan : "Aku Morgan,"


Aku yang mendengar nama Morgan langsung kaget. Aku tak menyangka Morgan bisa tahu nomor ponselku.


Raisa : "Darimana kamu tahu nomor ponselku?" tanyaku penasaran.


Morgan : "Kamu gak perlu tahu aku punya nomor ponselmu dari mana! Yang penting apa kamu bisa bertemu denganku?"


Raisa : "Ih apaan sih kamu? Aku udah punya Su..."


"Ca!" Delia tiba-taba datang mengagetkanku dengan teriakan Khasnya.


"kamu bikin aku keget tahu..." balasku sambil menoleh pada Delia dengan napas ngos-ngosan.


"Ya maaf!"


Raisa : "Udah dulu ya, Gan!" aku langsung menutup sambungan telepon dari Morgan.

__ADS_1


__ADS_2